2019, Mau Apa?

2018 kemarin mengesankan sekaligus terasa sekali kemundurannya. Saya benar-benar putus hubungan dengan Drama Korea, playlist lagu India tempo dulu saya semakin liar dan saya semakin seadanya mendengarkan lagu Korea. Persoalan buku lumayanlah, meski saya ketinggalan banyak sekali bacaan. Ini semata-mata karena 2018 adalah tahun berkutat lebih dalam saya dengan real life. Sibuk jungkir balik selama proses ANOS terutama sibuk refreshing selama KKN dan kembali stress saat proses PPL. Tidak lupa, duka atas berpulangnya Tina (al fatihah).

Lanjutkan membaca “2019, Mau Apa?”

Iklan

Yang Terbaik dari Andhadhun Adalah Tabu

Andhadhun populer sekali dan dikenal luas berkat sajian ceritanya yang banyak memuaskan penonton. Saya tidak boleh ketinggalan dong apalagi line up nya ada Ayushmann Khurrana, Tabu sama Radhika Apte. Dan memang Andhadhun adalah film India yang tidak boleh dilewatkan.

Lanjutkan membaca “Yang Terbaik dari Andhadhun Adalah Tabu”

Film Korea : Burning (2018)

Film ini booming, ngehits dijagat penyuka film-film festival. Lalu saya ikut-ikutan. Lebih-lebih begitu mengetahui bahwa film dari Korea ini ide ceritanya memgadaptasi salah satu prosanya Haruki Murakami. Saya senang sekali, impian memadukan gaya nyeleneh Murakami dengan nyelenehnya sinema Korea akhirnya tercapai. Suer, meski sutradaranya bukan Kim Ki Duk melainkan Lee Chang Dong yang juga punya prestasi mentereng dalam jagat festival tak kalah dari Om Ki Duk. Btw, sebelum Burning, karya Murakami yang difilmkan ada Norwegian Wood.
Lanjutkan membaca “Film Korea : Burning (2018)”

Menjadi Aktor (Part 7) – Berlangsungnya ANOS

Satu jam menuju pukul 21. Satu jam sebelum ANOS dipentaskan. Persiapan pentas sudah rampung sekitar 85%. Saya dan para pemain lainnya larut dalam kegelapan di belakang panggung. Atmosfernya tegang terlebih saat sound system keras-keras memainkan musik Hans Zimmer dari film Pirates of Carribean. Momen sakral ini lalu kami manfaatkkan untuk do’a bersama. Hening seketika. Sebelum mendo’akan diri kami sendiri, kami lebih dahulu mengirimkan Al-Fatihah untuk Almarhum Bang Ki. Lanjutkan membaca “Menjadi Aktor (Part 7) – Berlangsungnya ANOS”

Mendaki Puncak Manalolong di Desa Sattoko

Pendakian ke Puncak Manalolong Desa Sattoko, 2 Januari 2019

Malam ini badan saya pegal-pegal semua. Berisirahat di kamar merupakan solusi yang sederhana lagi pas. Sudah dua gelas coklat tandas terteguk dalam waktu singkat sembari mengenang apa yang terjadi kemarin dan semalam sebagai penyebab kelelahan yang sedang saya hadapi sekarang. Kemarin suasananya cukup damai juga tenang meskipun tidak senyaman berada di kamar. Di atas ketinggian Puncak Manalolong Desa Sattoko saya mendengarkan lagu India dengan secangkir kopi pahit. Sendirian tanpa interupsi dari teman mendaki sekalipun. Lanjutkan membaca “Mendaki Puncak Manalolong di Desa Sattoko”

Menjadi Aktor (Part 6) – Debut Teater Lewat ANOS

Hehehe postingan Menjadi Aktor yang sejauh ini sudah di posting sampai lima bagian di blog ini berkaitan hal dengan ANOS. Lah memangnya apasih itu ANOS? ANOS adalah judul naskah teater yang di garap agar bisa tampil di panggung, yang kurang dari setahun kebelakang saya ikut terlibat sebagai aktor di dalamnya. ANOS menjadi wadah saya untuk belajar sebagai aktor, sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelummnya. Lanjutkan membaca “Menjadi Aktor (Part 6) – Debut Teater Lewat ANOS”