Pengacara Kang Tae Wook yang Tampan di Misty

Ji Jin Hee memikat bersama karakternya sebagai Kang Tae Wook. Para netizen menyebut Kang Tae Wook sebagai suami idaman. Pun juga saya hehehe. Kok ya Ji Jin Hee ganteng ya, pokoknya ganteng, padahal sebelum ini lihatnya biasa saja.
Oiya Misty semakin ciamik konfliknya. Kim Nam Joo bermain cantik dan Ji Jin Hee mempercantiknya. Semoga bisa semakin seru ya. Soalnya sudah suka sekali bagaimana Kevin Lee baru dimatikan di episode 4, padahal drama Korea jaman now gemarnya sudah mati di episode 2, jalinannya tak terasa, kotornya karakter Han Ji Won, ganasnya Go Hye Ran dan istri Kevin Lee yang patutnya dicurigai. Serulah, tak menyangka Misty seseru ini hehehe.

Iklan

Call Me By Your Name (2017)

‚ÄčElio, remaja Italia yang tampan dan cerdas itu kedatangan tamu menginap di rumahnya, pemuda dewasa tampan Amerika rekan ayah Elio bernama Oliver. Pembawaan Oliver yang asik membuat orang-orang di sekitar Elio cepat menyukai sang pemuda termasuk Elio sendiri. Meski sang remaja tak langsung menyadari, menampik dalih cemburu pada kepandaian Oliver mengambil hati keluarganya yang ujung-ujungnya Elio caper alias cari perhatian. Kekaguman remaja tersebut mengintimkan mereka atau yang biasa kita sebut sebagai hubungan sesama jenis. Oi Evi, tidak lelahkah kamu dengan film beginian? Saya jawab tidak

Sebelum membahas lebih lanjut, saya ingin memuji tim film ini yang membuat setting tahun 80-an begitu nyata. Mereka Eropa saya Asia namun saya masih bisa merasakan feel 80-an itu dengan sangat baik. Feel proud!!!

Sebagai film bengkok (lawan kata film lurus), film ini berhasil sekali. Sebagaimana film bengkok lain (ah saya benci istilah ini), pergerakan cerita lambat tapi anti boring juga ditampilkan Call Me By Your Name tak kalah keren dengan film film pendahulunya seperti Moonlight. Tapi ya tetap saja, meskipun masih di bawah Moonlight, saya menyukai Call Me By  Your Name setulus hati, setulus pujian saya terhadap Timothee Chamelet baik dari ketampanan maupun kemampuan aktingnya yang sangat meyakinkan. Bagi saya Elio lebih banyak memegang peranan penting dalam membangun chemistry nya bersama Oliver.

Elio adalah saya. Nekadnya saya membawa karakter Elio ke diri saya sendiri, terutama bagaimana sikapnya bila ada seseorang yang menurutnya keren datang menginap dirumahnya dalam beberapa hari. Tingkah tingkah kecil Elio saya tertawakan bak menertawakan diri sendiri terutama saat ia mulai cari cari perhatian Oliver. Tak terbayangkan betapa terbawanya saya pada adegan ending yang mana Elio terpaku menatap kobaran api di perapian, ahh adegan itu tak perlu dikata-katakan, soalnya bicara jiwa. Jika ingin melihat gelagat saya di usia 20-an di rumah ya mirip sama Elio usia belasan tahun ini, di luar orientasi seksualnya.

Chemistry Elio dan Oliver semakin mantap akibat minimnya adegan pergumulan, hal yang sangat tidak saya duga, padahal sudah mewanti-wanti bahwa bisa saja Call Me By Your Name adalah versi cowoknya Blue is the Warmest Color hehehe. Pemeran Oliver lumayan juga, meski saya merasa ceritanya terlalu memperlihatkan Oliver sebagai pemeran kedua, pemeran setelah Elio, bukannya berdampingan seperti Emma dan Adele. Namun di satu sisi tidak diniatkan seperti Moonlight yang mengikuti perkembangan Chiron sebagai karakter utama. Lihat deh di awal kemunculan Oliver selalu kebagian kamera jauh, mungkin supaya Oliver bisa di lihat seperti Ryan Gosling ya hehehe. Baru semakin lama semakin dekat, nyaat betapa takutnya Oliver akan ketahuan ada rasa sama laki laki, sebagaimana tanggung jawabnya sebagai pria dewasa yang memikirkan nasib keluarga.
Begitupun orang tua Elio, Oliver hanya bisa bilang agar kelak Elio tak menyesali apa yang telah terjadi antara mereka berdua. Deep bruh.

Ending Just Between Lovers

Saya ingin berbahagia kepada Direktur Jung yang kehilangan jabatan, sebuah win win solution untuk dirinya dan karakter lain. Awalnya mencak-mencak ia mengutuk Yoo Jin ditambah lagi surat cerai dari istrinya tiba lebih awal. Ta-dah, he’s free, Ma Ri yang sudah pasrah melepaskan Direktur Jung akhirnya sudah bisa berbahagia dengan perasaan lega bersama pelanggan kesayangannya itu. Ending yang bagus writer nim, padahal sudah ada oknum yang tak sabar menyebut-nyebut istilah pelakor disini dan itu saya sendiri.

Moon Soo dalam puncak keputusasaannya menyalahkan diri sendiri akhirnya berteriak-teriak meratapi Kang Doo nya yang sungguh malang. Sementara itu Dokter seniornya Jae Yeong tak habis pikir mengapa sampai ada banyak orang yang menawarkan diri mendonorkan livernya untuk Kang Doo. Lalu happy ending itupun terjadi, Kang Doo selamat dari penyakitnya berkat donor liver dari Sang Man. Maka bersyukurlah semua, masing-masing karakter mendapatkan happy ending nya termasuk Joo Won dan Yoo Jin.

Mellownya Just Between Lovers bikin penonton mulai grogi apalagi tanda tanda happy ending baru dimunculkan di menit akhir episode 16, makanya agak kerasa kurang lama aja gitu bahagia-bahagianya. Tapi chemistry Kang Doo dan Moon Soo makin ekstrim, konflik di antara mereka justru menambah liar kebaperan penonton yang mulai curiga apa jangan-jangan Junho dan Won Jin Ah punya rasa masing-masing, kan musim cinlok tuh hehehe. Apapun yang terjadi semoga silaturahmi antar pemain tetap terjaga ya. Drama Korea yang bagus di pembuka tahun. Tak menyesal mengikutinya sampai habis.

Bad Genius (2017)

Film Thailand pertama yang saya download dan syukurlah film ini adalah film yang bagus. Jika boleh mengutip Silk, Bad Genius memiliki tiga hal wajib dari sebuah film, hiburan hiburan dan hiburan.

Thriller remaja ini bertemakan praktek dunia sontek di sekolah yang dijadikan lahan bisnis. Ide cerita yang menarik ini dibarengi dengan eksekusi yang apik, casting yang bagus hingga karakter tiap-tiap tokohnya tereksplor dengan bagus juga. Paling suka tentu sama Lyn, yang diperankan aktris debut (dengan nama super panjang) berakting keren dengan sorotan mata intimidatif cocok sekali untuk karakter Lyn. Tokoh utama yang memuaskan saya sekali. Didampingi tokoh lain yang juga tak kalah bagus. Kepada Bank, saya dilema antara simpati dan kecewa padanya yang mulai diperbudak uang. Aduh hidup ini.

Film yang tak boleh dilewatkan dan cocok dijadikan pelajaran hidup apalagi untuk saya pribadi. Kalau dulu dulu saya pernah mengalami yang sama kayak Lyn atau mungkin yang lain juga, bagaimana yang memberikan contekan justru lebih terpuruk dari yang menerima contekan saat nilai nilai ujian keluar. Selain itu langsung keingat Leo Andika dan sekolahnya yang be honest, semoga Leo juga sudah nonton film ini ya.

Menjelang Tamat Just Between Lovers

Hubungan apa yang memungkinkan untuk saling bertukar virus? Saya ketawa mendengar dialog dari So Mi di atas. Belum lagi sewaktu ia memergoki CEO nya memakai baju yang sama dengan kemarin, pasti sudah berhubungan dengan Yoo Jin. Duh saya saja kaget loh, drama ini suka mengejutkan pemirsanya dengan hal hal begituan, bahkan Wan Jin dan asistennya juga sudah. Heol. Gimana Moon Soo dan Kang Doo ya? Orang sekarat biasanya meminta hal seperti itu pada pasangannya. Aduh bicara ngaco ini, lebih penting menyadari bersama bahwa penyakit Kang Doo kian parah. Bertahanlah Kang Doo.

Sad ending membayang depan mata, preview berhasil menggoda pemirsa untuk lebih mengkhawatirkan kesehatan Gang Doo yang kian rawan. Belum lagi fakta fakta tersembunyi yang mulai terungkap seperti ibu Moon Soo akhirnya tahu anaknya bekerja di perusahaan yang bertanggung jawab atas runtuhnya Mall S. Di akhir episode 14, Moon Soo shock mengetahui bahwa Seung Jae korban Mall S sekaligus cinta pertamanya melalui masa sekarat bersama Kang Doo di reruntuhan gedung. Moon Soo butuh waktu menyadari betapa Kang Doo tak ubahnya seperti dirinya sendiri, Moon Soo merasa bertanggung jawab atas kematian adiknya dan Kang Doo merasa bersalah akan kematian Seung Jae tepat di sampingnya.

Adegan yang menunjukkan apabila Mall S tidak runtuh rasanya ditunjukkan terlalu cepat. Saya suka bagaimana semua pemain nampak berbahagia sewaktu Kang Doo mencetak gol, dimana keruntuhan Mall S merenggut kebahagiannya saat itu dengan tidak menjadi pemain bola sekaligus kehilangan ayahnya. Tiap-tiap tokoh Just Between Lovers ingin bahagia dan yang tak kalah menjadi sorotan saya adalah Ma Ri dan Direktur beristri yang teramat mencintainya. Jika ingin mengurut apa yang paling bikin penasaran dari Just Between Lovers adalah 1. Kesehatan Kang Doo dan hubungannya dengan Moon Soo 2. Kisah Ma Ri noona dan Direktur Jeung.

Bayang bayang sad ending untuk minggu final senin selasa besok itu ada. Bukannya mau tertipu dengan kemungkinan happy ending yang juga tak kalah besar, beginilah jika merasa begitu terkait dengan para tokohnya hehehe. Saya suka semoga ending Just Between Lovers memuaskan ya.