Dek Woojin, Panggil Aku Nuna

Dari facebook page Wanna One, foto masa kecilnya Woojin menakjubkan

Saya suka sekali dengan Boomerang nya Wannaone. Namun anehnya malah sangat tak bersemangat dengan lagu terbarunya Wannaone yang judulnya mirip fandom Highlight itu hehe. Bahkan bagi saya vokal Jaehwan tak mampu menyelamatkan lagu itu dari radar pencela di telinga, saking gemesnya ngerasa ingin mengutuk di MV baru mereka kok jadi berhawa EXO. Duh pedisnya mulut bukan fans ini

Nah basa basi (terdalam) di atas itulah yang justru bikin gemas kuadrat sama Wannaone, terutama sama member yang namanya Park Woo Jin. Lagu Light yang (sebenarnya) tak begitu buruk itu terselamatkan oleh part rapnya Woojin, sungguh Woo Jin bahkan di MV nya pun terlihat keren sendiri. Kok ya dia tambah hari tambah keren, peningkatannya Woojin berlanjut bahkan setelah P101 usai.

Sungguh Tuhan Maha Adil, lewat Woojin seakan ingin dipertegas bahwa usaha tak akan mengkhianati hasil (terkhusus Bae Jinyoung dan Guanlin di P101)

Kesadaran akan kekerenannya Woojin terlahir dari kekaguman atas kemampuan menari dan rapnya yang sama sama level ahli, ya meskipun sifat tertutupnya Woojin bikin dia serta kemampuannya jadi benar-benar tertutupi oleh Daehwi (yang juga bekerja keras itu). Woo Jin ini 99 line yang lahir tanggal 2 november, berarti zodiaknya Scorpio. Tapi emang sejak jaman P101, penampakannya Woo Jin sama sekali bukan Scorpio. Woojin kerap menyendiri efek susah berbaur, kalau lagi latihan sama team suka bikin garis pembatas antara dirinya dan timnya. Sama kayak saya yang sulit percaya zodiak saya Leo, ah mungkin saya Aquarius. Ah misterius *apasih*. Hhe back to Woojin

Saya bukan penggemar gingsul sejujurnya. Meskipun secara look selera saya lebih ke Ong yang maha lucu itu, tapi kaget euy sama tampilannya di konser pun bisa ganteng tak kalah dengan member lain terutama maknae line di bawah usianya. Di satu sisi gairah anak muda yang kerap ditunjukkan Woo Jin dari gayanya yang saya tangkap tiap nonton dia di laptop bikin malus, merasa tua pada akhirnya lalu meminta dipanggil nuna sama dek ujiiinnn bin emeshh~~

Iklan

Karan Johar adalah Kim Eun Sook nya India

Sebelumnya, selamat lebaran ya semua.

Pagi ini nonton Kuch Kuch Hota Hai, film legend nya om Karan Johar yang berhasil ngeretakin mood lebaran saya. Selalu ada perasaan benci, malu bahwa saya pernah menyenangi film India cringe ini. Tapi kok tadi saya masih menyempatkan diri untuk menonton sebentar ya? Memang dasar childhood, tak bisa menampik bahwa Kuch Kuch Hota Hai merupakan bagian dari masa kecil saya. Di luar isi filmnya yang menyebalkan itu, telinga saya tak bisa mengkhianati bahwa saya masih suka mendengarkan beberapa soundtracknya.

Otak dibalik Kuch Kuch Hota Hai adalah sutradara Karan Johar, yang kelak film-film beliau selanjutnya masih saya benci juga. Paling memorable tentu dengan kisah perselingkuhan di film Kabhi Alvida Na Kehna. Sesaat setelah memuja Fanaa sembari mencela KANK di postingan lawas blog ini, saya jatuhnya agak menyesal juga. Toh cerita yang cringe itu tak sepenuhnya memburukkan karyanya Karan Johar. Saya mengakui bahwa yang menyelamatkan KANK bukanlah akting para pemainnya melainkan dialogdialognya, kelebihan yang patut diapresiasi dari film-filmnya Karan Johar (sungguh Kabhi Kushi Kabhi Gham adalah film panjang yang terselamatkan oleh dialog sekaligus chemistry para pemainnya). Masih ingat dialog memorable nya Shahrukh ke Rani yang menyebutkan “I love you and you love me too”. Hehehe kira kira begitu. Kalau Student of the Year saya tak banyak mengingat, fokus saya buyar untuk film yang itu bahkan mulai lupa sama endingnya padahal sudah pernah juga diposting disini. Dibuatkan sekuel loh -_-

Kemudian di sore harinya saya menonton Ae Dil Hai Mushkil, filmnya Karan Johar lagi duh. Tentang ADHM yang terkenang adalah soundtracknya yang bagus (detik detik terakhir menyukai Arijit Singh), betapa tuanya make up Aishwarya Rai dan dibalik cerita cringe lagi-lagi terselip dialog yang kuat khas Karan Johar. Di partnya Ranbir bertemu Aish sang penyair wanita nan kaya raya, bertebaran quote bagus dimana-mana. Dialog Ranbir dengan Anushka juga setrong, bikin kesel kenapa ADHM yang tayang di TV tadi musti di dubbing, bikin gemes sama ekspresinya Ranbir Kapoor yang bikin makin gak sabar nonton Sanju doh

Keunggulan Karan Johar membuat film beralur biasa saja namun dengan dialog mumpuni dari para karakternya begitu mengingatkan saya dengan Kim Eun Sook SW nim dengan The Heirs dan DOTS nya yang fenomenal itu. Karya karya mereka selalu begitu, tidak disukai tapi ujungnya ditonton juga (sama saya). Perbandingan yang maksa ini sejatinya ingin mensugesti diri bahwa saya musti lebih respek ke Karan Johar. Pun selain sebagai sutradara, aktingnya sebagai aktor di Bombay Velvet juga lumayan. Ya meskipun tetap saja filmnya Karan Johar tidak akan saya dahulukan selama alurnya gitu gitu aja.

Oya, sebenci-bencinya dengan film Karan Johar masih jauh lebih benci dengan Shahrukh Khan 😀

Setelah Menonton Aligarh (2016)

Aligarh adalah film India tahun 2016 based on true story yang mempertemukan dua aktor kawakan India yang perlu lebih dikenal khalayak Indonesia yakni Manoj Bajpayee dan Rajkummar Rao (kesayangan Hansal Mehta). Selain dua nama aktor di atas juga penghargaan yang diraih, saya memantapkan diri untuk menonton. Tak lupa mewanti-wanti bahwa film ini adalah tipe festival yang membuat calon penontonnya harus segar hehehe.

Based on true story ini menceritakan Prof. Siras seorang dosen yang diperankan Manoj Bajpayee tengah terkena hukum sosial karena ketahuan sebagai penyuka pria. Flat sederhana tempatnya tinggal mulai mengusirnya secara halus dan ia dipecat dari universitas, setelah sebelumnya di demo oleh lingkungannya yang mayoritas Muslim, seperti dirinya. Nah ada wartawan yang berjuang keras agar bisa mewawancarainya yang diperankan oleh Rajkummar Rao. Film berakhir dengan kematian tak wajar dari Prof. Siras. Spoiler aja deh.

Aligarh sangat festival sekali. Bikin frustasi. Sebenarnya film ini tak begitu kuat mengesankan saya dengan alur ceritanya. Meski begitu saya turut berduka atas apa yang Prof Siras alami dan merasa bahwa kematiannya bukanlah solusi atas apa yang terjadi padanya, apalagi kuat dugaan bahwa Prof Siras justru meninggal dibunuh. Salut dengan film India ini yang turut memberikan sudut pandang seorang penyuka pria di India yang terlebih lagi di wilayah Aligarh yang kebanyakan muslim. Kasihan sekali, tidak seperti pelaku LGBT di negara lain.

Sebagai film yang mengandung unsur LGBT sebenarnya saya sudah menduga bahwa akan ada loveline antara Prof Siras dengan sang wartawan yang simpati tapi masih straight itu. Untung saja tidak ada loveline. Jika ingin mengatakan bahwa Aligarh adalah film bertemakan LGBT (saya agak ragu) saya akan mengumumkan bahwa Aligarh adalah film LGBT paling mengerikan yang saya tonton. Penyebabnya tak lain adalah aktingnya Manoj Bajpayee sebagai Prof. Siras yang sangat menjiwai sekali terutama saat adegan pembuka dari film ini. Padahal Manoj Bajpayee, di otak saya adalah aktor yang serius dan cocok sekali kalau menjadi gangster (Satya, Gangs of Wasseypur). Tapi di film ini 180 derajat hilanglah kesan gangsternya beliau itu, ia sebagai Siras adalah pria tua kesepian melankolis penuh ketidak-berdayaan. Berkaca pada pengalaman saya nonton film LGBT lain, bagian dialognya mematikan lampu karena panasdingin itu sungguh begitu hidup, saya ngeri mengharap Aligarh tak mempertontonkan percintaan sesama pria  yang lebih parah dari ini. Sesaknya saya sebagai penonton hanya bisa memberitahu diri sendiri bahwa dia adalah Prof Siras bukannya Manoj Bajpayee. Aduh keren sekali aktingnya om Manoj Bajpayee. Maka Manoh Bajpayee menonjol dan hanya menyisakan sedikit ruang untuk Rajkummar Rao. Tak membayangkan jika Prof Siras diperankan oleh aktor lain, oh noooo!!!!

Saya tidak merekomendasikan Aligarh tapi jika postingan ini mempengaruhi kalian untuk menontonnya ya memang harus ditonton.

Menonton Amitabh Bachchan Sebagai Angry Young Man

Hehehe barusan saya googling kalau Angry Young Man nya om Bachchan itu paling spesial ada di film Deewar, film jadul beliau yang baru saja saya tonton beberapa waktu lalu. Deewar dengan segala kejadulannya berhasil memikat saya ya meskipun sehabis menontonnya saya meminta agar Deewar ada yang remake, kalau bisa sih sinema di luar India hehe Hollywood tak mengapa kayak The Departed yang menyadur dari Infernal Affair itu. Ohya film ini juga loh yang turut menginspirasi lahirnya film Hong Kong kesukaan saya, A Better Tomorrow nya om John Woo. Keren euy.

Selain Deewar, saya baru menonton dua film jadul Bachchan yang lain yakni Sholay dan Anand. Kalau di Sholay beliau jadi second male karena lead male nya itu om Dharmendra. Itu barangkali yang bikin Angry Young Man nya terasa kurang (porsi), padahal karakternya sudah bad ass sekali, karakternya jauh lebih serius daripada karakter yang diperankan sama Dharmendra yang lebih konyol. Bachchan di Sholay yang kaku dan serius itu diam-diam jatuh cinta pada seorang janda muda yang diperankan sama istrinya sendiri hehe ujung-ujungnya Bachchan meninggal hanya Dharmendra yang hidup dan happy ending dengan wanita yang juga diperankan oleh istrinya. Auh nyebelin.

Kalau di Anand, beliau tetap memerankan karakter yang kaku dan dingin tapi bukan angry young man. Sejurus genre filmnya yang lebih drama dan non aksi, Bachchan memerankan karakter seorang dokter muda penyuka sastra yang menerbitkan buku tentang kisah hidup pasiennya yakni Anand. Kalau di Sholay saya paling gemes sama Bachchan, kalau di Anand saya murni gemes sama om Rajesh Khanna yang berakting keren sebagai Anand, manusia yang cerewetnya bukan main sehingga tak nampak bahwa dia adalah pasien kanker stadium akhir yang diperkirakan sisa hidupnya hanya 4 bulan lagi. Chemistry dokter-pasien mereka menggemaskan sekali dan di Anand pulalah saya berpikir bahwa Om Bachchan semasa muda itu rupanya ganteng hehe. Film Anand ini rekomendasi dari saya untuk kalian nonton, tak peduli kalian penggemar Bollywood atau bukan. 

Nah, di Deewar inilah saya menemukan sosok utuh karakter angry young man lewat Vijay yang diperankan Amitabh Bachchan. Isi cerita film Deewar pernah saya temukan di ftv dangdut gentabuana, terutama saat Vijay kecil sepulang sekolah pernah dicegat warga lalu dipukuli dan di tattoo tangannya bertuliskan “bapakku pencuri” T_T. Masa kecil penuh derita itu membuatnya keras saat sudah dewasa, menjadi buruh kasar dan pandai berkelahi. Bekerja mati-matian membantu ibunya menyekolahkan adiknya Vijay bernama Ravi. Nah, Ravi berkat koneksi dari pacarnya (ahai, kudu ditulis) berhasil jadi polisi sedangkan kakaknya Vijay menjadi seorang gangster ternama. Jalan yang berseberangan itulah yang menjadi konflik utama dari Deewar. Seperti Sholay, lagi-lagi karakter Bachchan meninggal dunia.

Saya pun mengerti betapa dikenangnya Bachchan dengan karakter Angry Young Man nya sebab di Deewar memang beliau keren sekali. Paling jadi favorit saya pas perkelahian di gudang itu, pengeroyokan satu lawan banyak yang terasa wajar saja pabila dimenangkan oleh Vijay. Hehehe kabarnya adegan itu tanpa stunt, seperti yang saya baca di blognya Mas Mahfud menyebutkan bahwa para pemain menangis kesakitan dalam diam. Bachchan juga dong berarti, good job sekali kalau begitu.

Angry Young Man nya Bachchan di Deewar bukan hanya pada adegan aksi namun juga pada adegan kuil saat Vijay berbicara dengan patung dewa. Jadi ceritanya Vijay ini merasa Tuhan tak adil memperlakukan keluarganya, untuk itu dia memberontak dengan menolak masuk kuil padahal ibu dan adiknya sudah sedemikian sering membujuk Vijay. Nah, monolog dengan Tuhan itu jadi poin plus lain Amitabh sebagai angry young man, akting Bachchan waktu itu memang memukau, bagus sekali saya suka hehehe.

Tidak bisa ditolak lagi bahwa Bachchan adalah pemeran angry young man yang keren. Sehabis Deewar semoga bisa menyusul menonton Zanjeer. Mau dong lihat Bachchan sebagai Inspektur Vijay, seorang angry young man maha terkenal itu.

Mengharap Lebih pada Romansa “Game of Thrones”

Mari memandang Game of Thrones dari sudut lain, yang lebih dari kevulgaran yang konsisten dipertontonkan, yakni romantisme hehehehe. Ini murni membicarakan serialnya loh ya, tidak termasuk novelnya yang tetap bikin penasaran meskipun sudah nonton serialnya.

Baru baru ini saya menyadari bahwa Nikolaj Coster Waldau, pemeran Jaime Lannister itu ternyata ganteng sekali. Di season 2-3 ia jadi tawanan keluarga Stark dengan rambut gondrong lusuh yang kemudian melakukan perjalanan dengan Brienne menuju Kings Landing. Nah keromantisan yang tercipta antara Jaime dan Brienne itulah yang bikin saya luluh saat menonton GoT, sebuah jenis tontonan yang selama ini saya menuntut otak untuk lebih bekerja ketimbang hati (ceilah). Sesampainya di Kings Landing mereka pun berpisah dengan Jaime yang tinggal dan Brienne yang kembali berusaha mencari keberadaan Stark di luar sana. Tak ada momen romansa lagi, Jaime kembali f his sister dan kegantengan Nikolaj dalam diri Jaime pun sirna sudah hehe. Tapi ya emang dasar couple Jaime-Brienne sudah jadi couple kesayangan. Cersei ngamuk ke Brienne yang kalau gak salah Cersei ngomong “you love my brother”. LOL.

Satu hal yang bikin saya semangat banget sama season 7 adalah antisipasi reuni Sansa dan Tyrion suami istri yang terpisah.  Sudah ngarep sengarep ngarepnya eh tak kesampaian, justru Brienne sama Jaime yang udah ketemuan (doh couple kesayangan) dan Tyrion ketemunya sama Cersei Jaime. Awas aja sih kalau gak ada pertemuan mereka di season 8. Baca-baca artikel lain tentang antisipasi penonton terhadap musim kedelapan GoT, gak ada tuh yang ngarep Sansa Tyrion reunian. Apa emang cuma saya yang berharap? Aduh delulu ini tiada henti, akh kan memandang dari sudut lain.

Habisnya sih, menurut pendapat saya pribadi kan emang Sansa cocok dipasangkan dengan lelaki manapun (even Lord Baelish). Waktu pengumuman pernikahan Sansa Tyrion, kan momennya tidak tepat begitu, Sansa yang sangat tidak betah di Kings Landing dikelilingi Lannister yang membunuh ayahnya lalu Tyrion yang lagi cinta-cintanya sama Shae. Tapi mereka kiyowo dan itu tak bisa ditampik apalagi sama saya hehehe (Tyrion dan Shae pun kiyowo). Sayang banget sih mereka terpisah tanpa perkembangan berarti makanya saya berharap sekali terhadap pertemuan dua orang ini. Ayolah heuheu~

Lalu berkaitan dengan Yoko dan Bibi Lung nya Westeros, apa gak ada gitu ya yang mengantisipasi bagaimana jika Dany tau bahwa Jon keponakannya? Dany yang kerap mengklaim sebagai keturunan terakhir Targaryen pasti cengo dong, marah dong kalau ternyata yang keturunan terakhir itu bukan dia tapi Jon *maksa*. Terlebih lagi Jon cowok, bisa dibilang dialah pangeran yang dijanjikan itu. Posisi Dany lemah dong, usahanya atas Qarth, Meeren, Astapor pasti kesemuanya lari ke Jon dong *maksa banget*. Pasti lebih keren kalau Dany jadi Mad Queen daripada Cersei iyakan? Ehehehe~ Jon juga paling klop waktu sama Ygritte kok bukan sama Dany hahaha dihajar juga nih. Dany sama Ser Jorah aja *tergaplok*

Oiya, yang paling gila tentu couple majikan dan peliharaan nya Ramsay Bolton sama Theon Greyjoy alias Reek. Sayang ya gak nemu orang yang bikin fanfiction mereka dalam bahasa Indonesia. Sosis sebagai kata kunci (huek). Bahkan pada romantisme pun, GoT menyajikan pilihan beragam. Gak ada couple baik-baik, yang anehnya malah bikin saya demen hahaha, kedemenan yang tak saya dapatkan pada tontonan yang emang niatnya cinta-cintaan. Ayo couple GoT mana lagi yang seru? Jon sama Ygritte tak usah diragukan lagi ya. Terus apakah hanya saya juga yang melihat GRRM ini feminis? Hehe~~

Awali Hari dengan Byun Yo Han


Saat menonton Misaeng, saya termasuk orang yang terkesan pada pandangan pertama dengan Byun Yo Han yang waktu itu memamerkan jidat lebar disertai karakternya yang menyebalkan saya pribadi. Lalu lama kelamaan kesan saya padanya membaik saat menyadari kegantengannya di Six Flying Dragons cenderung mirip almarhum Leslie Cheung di Ashes of Time. Bedanya Byun Yo Han berjanggut dan kekonsistenan janggutnya itulah yang sangat mencuci mata saya selama ini, tiap membuka fanpage resmi yang kerap mengupload foto foto Byun Yo Han, diselang belum adanya drama baru dari dirinya. Alhamdulillah di Mr. Sunshine, lagi-lagi Byun Yo Han berjanggut, Yoo Yeon Suk juga hanya Lee Byung Hun yang tidak.

Saya berpikir membatasi kepo pada Mr Sunshine adalah hal terbaik yang perlu saya lakukan, disamping masih dilema apakah saya harus mengikuti dramanya semasa tayang atau menunggu tamat dulu baru ditonton (ada saran untuk ini?). Karakter poster para pemain utama sudah dirilis, bebeb Kim Tae Ri juga, paling membahagiakan ya karakter posternya Byun Yo Han. Janggutan, bercerutu, sekilas karakternya bakal bagaimana sudah nampak, slengean yang manis sekali, subhanallah Byun Yo Han.

Byun Yo Han yang ganteng, gak usah cukuran masss uwu uwu~~