FanFiction : Lee Tae Baek Love Baek Ji Yoon Part 2

lee tae baek baek ji yoon

Jam sudah menunjukkan pukul 6.15 . Lee Tae Baek terbangun dan tidak mendapati keberadaan Baek Ji Yoon disampingnya. Lalu dimana Ji Yoon?
“Selamat pagi suamiku. Bagaimana tidurmu, nyenyak?” Ji Yoon yang masih memakai piyama berteriak kegirangan. Ditangannya terdapat pisau cukur lengkap dengan krim cukurnya
“Ini benar kau Copy Baek?” Tae Baek melongo melihat tingkah istrinya yang aneh
“Hei Tae Baek. Kau bilang jika aku yang harus mencukur bulu diwajah mu itu kan? Baiklah akan kulakukan” sahut Ji Yoon memelankan suaranya.
Ji Yoon lalu melompat ke ranjang dan duduk dipangkuan suaminya. Hal ini tentu membuat Tae Baek kaget. Kini Ji Yoon mengolesi krim di wajah Tae Baek kemudian mencukurnya. Perlahan Ji Yoon memajukan wajahnya dengan bibir berada di dekat telinga. Wajah Tae Baek jadi memerah.
“Kau tahu, semalam aku ingin menciummu. Tapi aku terganggu melihat wajahmu itu. Hihi” Ji Yoon berbisik dengan sangat pelan.
Tae Baek yang iseng langsung memeluk erat pinggang istrinya.
Diperlakukan seperti itu Ji Yoon seketika panik lalu tanpa sengaja pisau cukur yang dipegangnya mengenai pipi Tae Baek.
“Darah… Itu berdarah” Ji Yoon semakin panik.

Kini Tae Baek dengan wajah yang sudah dicukur bercermin merapikan pakaiannya. Sementara Ji Yoon terduduk ditepi ranjang sambil terdiam dengan masih mengenakan piyama.
“Sudahlah, jangan seperti ini. Aku sendiri juga yang tak enak” sahut Tae Baek yang duduk disamping istrinya.
“Bagaimana bisa “sudah”, aku telah melukai wajahmu. Aku istri yang tak bisa apa-apa” Ji Yoon terisak.
“Hei, kita akan menempati rumah baru. Apa kau tega memulai hari ini dengan kesedihan?” perkataan Tae Baek membuat Ji Yoon menunduk terdiam.
“Lebih baik kau tempel ini” lanjut Tae Baek sambil menyerahkan perban.
Ji Yoon menuruti saja perkataan suaminya, dia menempel perban dibekas luka yang terkena pisau cukur dan Ji Yoon mengecup pipi Tae Baek yang ditempeli perban.
“Turunlah lebih dulu lalu bicara pada ayah. Aku ingin mandi. Semangat Tae Baek Semangat!!!” Ji Yoon bangkit dari duduknya kemudian pergi meninggalkan Tae Baek yang tak berhenti tersenyum.

Tae Baek kini duduk diruang tamu bersama ayah.
“kenapa kau ingin pindah? Apakah kau tak menyukai rumah ini” Ayah membuka pembicaraan
“bukan begitu. Kami hanya ingin untuk tak merepotkan ayah. Kami ingin mencoba mandiri” Tae Baek tersenyum
“memang kau yakin bisa menghidupi hyun jin kami? Karirmu jadi pengiklan tak akan selamanya bisa memberi uang” ayah memasang wajah ketusnya
“tapi ayah..” Tae Baek berwajah tegang
“cukup cintai dan jaga anakku dengan baik. Kau tahu selama kau pergi Hyun Jin tak berhenti mencuci motormu. Dia tak pernah ingin memakai mobil kalau keluar rumah. Aku yakin tekad kuatmu bisa mencukupi kebutuhan Hyun Jin” ayah tertawa
“terimakasih ayah.. Terimakasih” Tae Baek berlutut membuat ayah salah tingkah
“Kau ini menantu, turuti kata mertuamu. Cepat kembali ketempatmu” ayah ketus—

“Ayo, sini masuk rumah” Tae Baek merendeng Ji Yoon menuju rumah mereka. Yoon Jin langsung terpana dengan rumah impiannya tersebut. Tae Baek melihat istrinya dengan senyum bangga.
“Ini ruang tamu kita. Kau suka kan?” kata Tae Baek yang dijawab anggukan pasti oleh Ji Yoon
“apa kau tak ingin melihat kamar pengantin kita?” Tae Baek lalu mengajak istrinya kesana. Ji Yoon kembali terpana. Cat dinding putih dengan selimut putih membuat indah kamar tersebut.
“Coba lihat ranjang itu. Kau ingat ranjang yang pernah kita coba berdua saat mengerjakan iklan mebel?” Tae Baek kembali tersenyum
“ah, kenapa ranjang ini bisa ada disini? Hahah” Ji Yoon tertawa menyembunyikan keterkejutannya.
Mereka kini menuju ruang tengah, telah terlihat foto-foto rekan kerja mereka dulu. Baik dari GRC sampai BK Group. Foto ketika Tae Baek berfoto dengan tim BK sambil memeluk bahu Ji Yoon dicetak paling besar. Ji Yoon sampai malu dibuatnya sementara Tae Baek tersipu malu.

Di belakang rumah, Ji Yoon melihat sesuatu yang ganjil di dinding rumah yang lebih tinggi. Tae Baek mengikuti arah pandang Ji Yoon terkejut
“TAE BAEK CEPAT CIUM ISTRIMU” tulisan yang sangat besar itu membuat Ji Yoon malu.
“Kau ini. Ini perbuatanmu kan?” Ji Yoon mendelik kesal
“Bukan aku. Bukan aku yang mengecat. Yang mengecat itu Hasan dan Yi Chan. Sungguh” Tae Baek menjelaskan.
“Aku tak mau tahu, bersihkan dinding itu cepat” Ji Yoon berjalan masuk dalam rumah. Tae Baek pasrah.

“Ayah, hari ini aku tidak bisa pulang. Ada sesuatu yang ingin kukerjakan bersama Tae Baek. Jaga diri Ayah”
Ji Yoon mengirim SMS untuk ayahnya

“Kau sudah siap?” Sahut Tae Baek yang membawa kaleng cat
“iya, aku siap. Semangat!” Ji Yoon mengepalkan tangannya.

Kini keduanya mengenakan tali pengaman lalu bergelantungan didinding. Mereka mengecat rumah dengan serius. Sore menjelang, Rumah pun selesai dicat. Tae Baek tersenyum puas, Ji Yoon yang bergelantungan disamping meraih pipi Tae Baek lalu mencium suaminya.

~HABIS~

Satu pemikiran pada “FanFiction : Lee Tae Baek Love Baek Ji Yoon Part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s