Indonesia Masa Lalu di Kamera Film Jadul

adanya channel festival di tv saya akhir-akhir ini membuat kira-kiranya satu bulan saya diisi dengan menyaksikan film-film Indonesia. Tapi berhubung saya orangnya sok perfect jadi saya menyaksikan channel itu jika memutar film jadul saja yang sekitaran tahun 70an dan 80an. Banyak film yang diputar dan semuanya rata-rata film Roy Marten. Akakakakakak.

Suatu hari saya menyaksikan salah satu film jadul yang berjudul “Dimana Kau Ibu?” yang dirilis tahun 1973 (ah takeshi baru lahir). Saya mengenali pemainnya, ada Rano Karno yang masih anak-anak berperan sebagai Yatim. Disitu Rano Karno kurus sekali, mungkin karena tuntutan peran. Selain kurus, Rano Karno juga berpenampilan hitam dan dekil tapi tak mengurangi ketampanannya sebagai anak kecil. Yang menarik ketika Yatim pergi mencari ibunya di Jakarta. Yatim tampak sangat kagum dengan keadaan Jakarta yang punya gedung tinggi banyak sekali. Ketika Yatim pergi ke tempat pembuangan sampah, (Bantar Gebang?) sampahnya pun juga tak kalah tinggi dan banyak seperti gedung-gedung tadi. Yatim menyusuri Jakarta yang saya lihat di TV pasti panas sekali. Bahkan Yatim dinasehati bahwa Jakarta itu kota susah. Tapi semiris apapun kondisi Jakarta di film tersebut tetap tak kalah miris sama kondisi Jakarta di film Bernafas Dalam Lumpur (1970). Dimana (ceritanya) Supinah diperkosa bergilir ketika mencari suaminya di Jakarta. Separah inikah Jakarta, kalau begitu apa bedanya Jakarta dulu dan Jakarta sekarang? Kenapa selalu digambarkan bahwa Jakarta itu buruk? Namanya juga lewat “kamera” film.

Keindahan menyaksikan film jadul lainnya terletak di pakaiannya dan juga mobilnya. Pria mengenakan kemeja dengan 3 kancing atas terbuka dengan celana kain yang dibawahnya lebar. Sementara perempuannya dengan baju rok berwarna cerah dengan motif polkadot. Lol lucu sekali. Selain itu kita juga bisa melihat tampang aktor-aktor yang sudah berumur dikala masih muda. Yang membuat kaget tentu saja Roy Marten, karena beliau di masa mudanya sangat ganteng sekali. Hahahaha jatuh cinta pada zaman yang salah. Lol.

Saya menonton film Roy Marten yang judulnya banyak saya tidak tahu. Saya hanya tahu Kabut Sutra Ungu, Roda-Roda Gila, Pasukan Berani Mati, Rahasia Perkawinan dll. Film Roy Marten yang saya lihat kebanyakan beliau berpasangan dengan Jenny Rachman. Setelah googling katanya ada 16 film yang mempertemukan Roy Marten dan Jenny Rachman. Tapi saya paling suka melihat pasangan ini di film Kabut Sutra Ungu. Kabut Sutra Ungu sendiri bercerita tentang Janda yang ditinggal mati suaminya jatuh cinta sama si adik ipar atau istilahnya “turun ranjang”. Saya sudah beberapa kali mendengar istilah ini tapi baru betul-betul mengerti setelah mendengar penjelasan kakak dan menyaksikan film ini. Yaaa filmnya bagus untuk ukuran film dulu. Selain aktor Roy Marten yang gantengnya melegenda itu, ada juga aktor lain seperti alm Farouk Afero, alm Dicky Zulkarnaen dan Barry Prima. Aktrisnya saya tak tahu namanya. Saya hanya familiar sama Yati Octavia dan Eva Arnaz. Film jadul Indonesia walaupun terlihat membosankan tapi tetap tak menutupi keunikannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s