Disini Cinta Pertama Kali Bersemi (1980)

Disini Cinta Pertama Kali Bersemi2
Ada yang tahu mereka berdua ini siapa nama aslinya?

Kegilaan saya terhadap Opa ganteng Roy Marten kembali berlanjut. Membaca filmografi beliau saya dibuat tertarik dengan judul film “Disini Cinta Pertama Kali Bersemi” tahun 1980. Disini opa Roy Marten dipasangkan dengan oma Widyawati. Makin Penasaran lah saya sampai bela-belain bangun jam 2 pagi supaya streaming lancar di youtube. Sebenarnya saya mau mendownload tapi apa daya jika nanti saya ketahuan menonton film opa Roy Marten sambil senyum-senyum. Senyum-senyum menonton film Takeshi Kaneshiro saja saya sudah diledeki habis-habisan T___T

Film ini diawali dengan murid-murid salah satu SMP Kristen diantaranya ada Melia dan Leo. Keduanya menjadi dekat berkat Leo yang selalu menjadi penolong Melia. Ketahuan berjalan-jalan oleh Suster mereka, Melia dan Leo pun seakan tak mampu bertahan lagi di SMP itu. Mereka berdua keluar, Melia menetap di Bandung sementara Leo dikirim ayahnya ke Sydney. Bertahun-tahun kemudian, Leo yang kini sudah dewasa (cielah Roy Marten ganteng) kembali ke Indonesia dengan tujuan berlibur. Melia menjemput Leo dan mereka berdua yang kini sudah dewasa mulai menyadari bahwa keduanya saling mencintai. Sampai Melia hamil kemudian Leo kembali ke Sydney, penderitaan segera dimulai. Melia memberitahukan kehamilannya pada ayah Leo dan beliau meminta Melia jangan memberitahu kabar ini agar Leo tidak terganggu dengan studinya. Belum lagi ayah Leo sangat ingin anaknya bisa mewarisi perusahaan mereka. Melia sadar diri. Tekanan terjadi ketika ayah Melia meminta anaknya untuk menikah dengan Ridwan, hartawan yang merupakan partner bisnis ayah Melia dan ayah Leo. Pernikahan Melia dengan Ridwan membuat Leo menjadi tak terurus. Patah hati, dia diurusi oleh seorang pelacur Sydney. Makin hancurlah hati Leo ketika mengetahui ayahnya meninggal karena dibuat bankrut oleh Ridwan, suami Melia. Leo pun mulai merencanakan balas dendamnya terlebih saat Leo tahu usaha Ridwan ialah sebagai penyelundup mobil. Leo bekerja sebagai gigolo sang pelacur untuk mendapatkan uang. Leo berhasil mengumpulkan bukti-bukti dan mengancam Ridwan akan masuk penjara jika tidak menceraikan Melia. Melia menjadi tak senang dengan tindakan Leo. Sebaliknya Ridwan yang akhirnya menyadari Ari bukan anaknya mengirimkan Ari ke keluarga tidak baik agar bisa jadi penjahat. Melia kecewa kemudian bercerai dengan Ridwan. Sementara Ridwan dipenjara atas kejahatannya. Melia kembali ke Gereja untuk menjadi biarawati. Leo menyusul dan membujuk Melia tapi tak digubris sampai ketika Leo membawa Ari anak mereka, Melia pun luluh. Tamat.

Disini Cinta Pertama Kali Bersemi1

Suka suka suka banget sama Scene Melia dan Leo waktu mereka masih SMP. Lucu banget cinta monyet nya.
Disini Cinta Pertama Kali Bersemi, disini yang dimaksud tampaknya gereja itu deh. Disitu awalnya cinta monyet mereka dan disitu pula awalnya cinta abadi mereka. Filmnya memuaskan lah. Alurnya cepat walau masih ada beberapa yang kurang jelas dan bagusnya tidak ada hal-hal yang patut ditertawakan seperti ketika saya menonton film jadul yang lain. Sutradara Wim Umboh sukses membuat film ini berbeda dengan film jadul lainnya. Good job deh!

Suka juga sama akting oma Widyawati. Natural jadi membuat saya nyaman dengan oma cantik ini. Tidak terkesan lebay, apa adanya dan keren. Walaupun tampilannya tidak se Wow tante Yenny Rachman, oma Widyawati tetap patut diacungi jempol. Chemistry sama opa Roy Marten juga lumayan. Walaupun ketika menonton saya dibayang-bayangi dengan tante Yenny Rachman dan alm. opa Sophan Sophian. Hahahaha

Untuk opa Roy Marten, hemmh beliau sangat ganteng. Tak kalah ganteng ketika memerankan Dimas di Kabut Sutra Ungu. Mau dor rasanya ketika melihat om Roy menatap tante Widyawati. Sangat dalam, berkharisma dan ganteng sekali. Huh kegantengan om Roy tereksplor dengan jelas membuat saya keranjingan sendiri ditengah malam. Apalagi disini om Roy perannya bad boy baik hati. Ahh rasanya saya mau gila. Yang membuat kecewa, bisa tidak cukup menangis ketika sedih daripada memukul tembok sambil menandukkan kepala? Kelihatannya pria dengan “tjap tjengeng” sangat tidak diinginkan ya dijaman dahulu. Om Roy Marten daebak!! Semuanya daebak!!

3 pemikiran pada “Disini Cinta Pertama Kali Bersemi (1980)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s