WS Rendra – Sajak Joki Tobing Untuk Widuri dan Sajak Widuri Untuk Joki Tobing

Terminal Cinta
(sumber : indonesiacinematheque)

Masih ada hubungannya dengan post sebelumnya, tentang trilogi novel Cintaku Di Kampus Biru. Tapi lebih khusus ke novel Terminal Cinta Terakhir, yang dibuat filmnya tahun 1977.

Akhir-akhir ini saya dibuat kagum dengan sosok WS Rendra, iya yang namanya sering kita lihat dalam buku Bahasa Indonesia bersama sajak yang telah dibuatnya. Hanya saja kala itu saya tak terlalu serius, saya hanya tahu WS Rendra itu penulis sajak tapi saya tak tahu apa saja karya-karya beliau. Sampai ketika saya baru-baru ini menonton film Yang Muda Yang Bercinta, saya pun sadar betapa keren sajak buatan WS Rendra itu dan betapa keren beliau membaca sajak-sajaknya. Nah kebetulan sekali saya habis membaca novel Terminal Cinta Terakhir dan saya pun penasaran siapa pemeran Joki Tobing dalam filmnya. Jika Anton Rorimpandey dimainkan Roy Marten, Faraitody Wangge dimainkan Cok Simbara, tokoh Joki Tobing dimainkan oleh WS Rendra. wow

Sayang sekali saya belum menonton filmnya. Meski begitu saya menemukan satu fakta menarik yakni WS Rendra membuatkan sebuah sajak untuk kedua tokoh utama, Joki Tobing dan Widuri. Yap, WS Rendra memang jenius. Ini bisa menjadi poin plus dimana dalam novel tidak ada sajak yang diberikan bung Ashadi Siregar😀 . Terima kasih kepada banyak sekali blog yang telah mempostingnya. Jadi bisa copypaste #duh

– SAJAK JOKI TOBING UNTUK WIDURI

Dengan latar belakang gubug-gubug karton,
aku terkenang akan wajahmu.
Di atas debu kemiskinan,
aku berdiri menghadapmu.
Usaplah wajahku, Widuri.
Mimpi remajaku gugur
di atas padang pengangguran.
Ciliwung keruh,
wajah-wajah nelayan keruh,
lalu muncullah rambutmu yang berkibaran
Kemiskinan dan kelaparan,
membangkitkan keangkuhanku.
Wajah indah dan rambutmu
menjadi pelangi di cakrawalaku.

– SAJAK WIDURI UNTUK JOKI TOBING

Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir.
Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba.
Orang-orang miskin menentang kemelaratan.
Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu,
kerna wajahmu muncul dalam mimpiku.
Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu
karena terlibat aku di dalam napasmu.
Dari bis kota ke bis kota
kamu memburuku.
Kita duduk bersandingan,
menyaksikan hidup yang kumal.
Dan perlahan tersirap darah kita,
melihat sekuntum bunga telah mekar,
dari puingan masa yang putus asa.

R O M A N T I S !
Sajak-sajak ini indah sekali, sangat mewakilkan perasaan Joki dan Widuri. Makin menambah suasana romantis diantara keduanya. Jadi tambah kepingin nonton filmnya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s