Chungking Express (1994)

Tanggal 1 Mei? Selamat Hari Buruh. Tapi sebelumnya saya akan mengingat bahwa 1 Mei itu identik dengan salah satu film yang saya jadikan judul entri ini, Chungking Express. Film Hongkong tahun 1994 yang di sutradarai Bapak Wong Kar Wai, sutradara yang punya ciri khas dalam tiap filmnya. Film yang turut menjadi awal Takeshi Kaneshiro bermain film lagi dan lagi hingga kini. Alasan saya menonton Chungking Express tentu saja karena Takeshi Kaneshiro dan yakinlah Chungking Express merupakan film yang jauh lebih indah jika dibandingkan dengan pesona Takeshi Kaneshiro.

Chungking Express sendiri adalah film yang memuat 2 pasangan sebagai tokohnya. Pasangan pertama ada Takeshi Kaneshiro dan Brigitte Lin, Takeshi Kaneshiro berperan sebagai polisi patah hati yang diputuskan pacarnya (May) pada hari April Fools. Sementara Brigitte Lin adalah seorang pemimpin penyelundupan obat-obatan terlarang. Brigitte frustasi ketika orang-orang India yang disuruhnya membawa obat-obatan malahan kabur dan di bar bertemulah dia dengan Takeshi. Keduanya menjadi dekat. Sementara kisah kedua ada Tony Leung dan Faye Wong. Tony juga polisi patah hati karena pacarnya yang pramugari telah meninggalkannya. Sementara Faye seorang pelayan di tempat jualan makanan yang sering dikunjungi Tony, Faye dengan karakter uniknya jatuh cinta pada Tony. Si pramugari sempat datang mengantarkan surat untuk sang polisi yang dimana surat itu juga ada kunci apartemen mereka berdua dulu. Si polisi tidak mau menerimanya dan Faye pun menggunakan kunci itu keluar masuk apartemen orang yang dicintainya.


Ingin menyembuhkan sakit hati?


Jatuh cinta lah lagi🙂

Film ini indah dan romantis yang cenderung manis akibat karakter tokohnya. Cinta hanya tahu cinta tanpa pandang bulu. Bagaimana Takeshi yang polisi bisa menyukai penyelundup semacam Brigitte. Bagaimana Faye rela merapikan apartemen Tony yang disukainya (maaf saya nyebutnya nama asli bukan nama peran, riweuh!). Chungking Express juga mempunyai banyak quote bagus dan adegan memorable, tak terkira. Ketika dalam masa patah hati, Takeshi memilih jogging agar semua air dalam tubuhnya keluar dan dia pun tidak punya air untuk menangisi May lagi. Joget-joget sederhana ala Faye ketika mendengarkan lagu California Dreamin sambil beberes kios makanan ataupun apartemen Tony. SIMPLE! Sekarang pun saya suka meniru kegiatan Faye satu ini, beres-beres rumah sambil dengar lagu California Dreamin. Ehm, Chungking itu nama tempat yang agak kumuh di Hongkong. Banyak pendatang asing, usaha terlarang jadi lebih mudah pokoknya semua berbaur. Kembali lagi Wong Kar Wai memperlihatkan kejeniusannya dalam hal memilih tempat. Belum lagi dalam hal beliau memilih soundtrack Chungking Express. Ada lagu Things In Life nya Dennis Brown ketika Brigitte sedang ada di bar. Ada lagu California Dreamin’ nya The Mamas and Papas yang merupakan lagu favorit Faye. Semuanya pas, pas sekali. Lagu yang dipilih untuk menjadi pengisi dalam tiap adegan Chungking Express membawa pengaruh sangat besar pada film ini, sebagai ruh. Daebak lah pokoknya. Apalagi katanya 3 hari dibutuhkan Wong Kar Wai untuk menulis cerita Chungking Express, beda dengan Kim Eun Hee yang merangkum naskahnya menjadi 3 hari dan jadilah Drama Korea 3 Days #eh

Saya menyukai semua pemain dan di antara ke-4 nya saya paling suka karakter Faye, salah satu karakter wanita terfavorit dalam film/drama. Faye itu unik, dia jatuh cinta penonton juga ikut jatuh cinta. Apalagi Tony Leung disini masih muda dan tampan banget. Karakter Takeshi Kaneshiro juga lucu, saya tetap tertawa mendengarkan narasinya yang unik dan meninggalkan rasa putus asa akibat patah hati sungguh teramat dalam. Kata-kata yang di ucapkan Takeshi hampir keren semua, salah satunya yang paling saya sukai “Kudengar alkohol dapat melancarkan pencernaan”. LOL. Brigitte Lin bad a** banget.

Awalnya saya ragu untuk menuliskan perihal Chungking Express ini, tapi demi 1 Mei dan Takeshi Kaneshiro saya melakukannya. Sebenarnya banyak lagi kesan-kesan Chungking Express yang ingin saya ungkapkan tapi takut ditengah blank sendiri (maklum bicarain film idola sendiri) dan menyempitnya sisa karakter di handphone membuat saya hanya bisa menyuruh kalian agar harus menonton Chungking Express. Diluar pergerakan kamera pada adegan pengejaran yang bikin kepala mumet tapi Wong Kar Wai banget serta tidak seimbangnya bagian pasangan pertama yang sedikit waktunya jika dibandingkan dengan pasangan kedua, percayalah Chungking Express harus kalian tonton. Sederhana, unik, manis dan GANTENG *uhuk*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s