Wu Xia – Dragon (2011)

Saya masih ingat betul awal 2013 lalu saya tidak berhenti memikirkan aktor Takeshi Kaneshiro karena film berjudul Wu Xia ini. Tak terhitung berapa kali saya mererun Wu Xia kala itu jadi ada sedikit rasa bersalah jika film yang berbekas di hati ini tidak meninggalkan jejak di blog saya ^_^

Pada tahun 1917 di suatu desa ada keluarga kecil bahagia yang dikepalai pria bernama Liu Jinxi, istrinya bernama Ayu dan kedua anak mereka Xiao Feng dari pernikahan pertama Ayu dan Xiao Tian dari pernikahan keduanya dengan Jinxi. Suatu hari Liu Jinxi berhasil membunuh 2 perampok kelas kakap yang terkenal berkemampuan bela diri tinggi. Detektif dari kota bernama Xu Baijiu diutus menyelidiki kasus ini. Naluri detektifnya justru meraba hal-hal lain, “Bagaimana bisa pria biasa mengalahkan 2 petarung perampok berpengalaman?”. Xu Baijiu lewat pandangannya menyelidiki Liu Jinxi dan ketahuanlah asal usul Jinxi yang bukan penduduk asli desa itu serta keterlibatan Jinxi saat masih bernama Tang Long pada kelompok 72 iblis pimpinan ayahnya. Secara tidak langsung informasi yang diperoleh Xu Baijiu diketahui oleh ayah Jinxi, Jinxi pun diminta kembali pada 72 Iblis tapi Jinxi memang sudah benar ingin insyaf. Gantian keselamatan keluarga yang terancam. Dengan bantuan Xu Baijiu mampukah Jinxi tetap berpegang teguh pada kemauannya?

Sapi berada di atap rumah bisa dibilang sebagai sesuatu yang tak terlupakan dari Wu Xia. Semakin sering menonton Wu Xia semakin banyak beberapa kesalahan film yang akan kita tahu. Hehehe filmnya menurutku bagus tanpa kata “banget”. Kita ikut merasakan dilema Jinxi dan rasa penasaran Xu Baijiu dibawah tekanan masa lalunya yang buruk. Tang Long insyaf, Tang Long mengganti namanya dengan Liu Jinxi, Jinxi berumah tangga dan bahagia. Sementara itu datanglah Xu Baijiu yang agak mirip orang Skizofrenia, menjunjung tinggi hukum sampai memenjarakan mertua dan meninggalkan istri sendiri. Xu Baijiu pernah hampir mati diracun dan itulah yang membuat dirinya tidak mempercayai rasa kemanusiaan lagi. Xu Baijiu menemukan Liu Jinxi tapi naasnya bagi Baijiu karena dia bertemu orang yang bukan lagi penjahat tapi pria dengan hidup baru dan kepala keluarga baik-baik. Keduanya saling membantu dan terciptalah cerita menuju ending yang indah. Saya benar suka dengan ending Wu Xia yang cukup realistis. “Murid mengalahkan gurunya, anak membunuh ayahnya” memang masuk akal tapi dengan bagusnya Peter Chan meramu ending Wu Xia dengan melanggar kalimat diatas tanpa menghasilkan sad ending bagi Jinxi. Sayang sekali sad ending itu berpindah kepada Xu Baijiu.

Keseluruhan film Wu Xia menurutku masih punya cukup banyak kekurangan tetapi music scoring Wu Xia sungguh sempurna sekali, JUARA. Saya sangaaaaaatt mencintai musik pengiringnya selama Wu Xia tayang dengan durasi 1 jam 55 menit. Musiknya pas sekali sangat mendukung latar cerita tahun 10-an yang digunakan Wu Xia. Meskipun Donnie Yen pemeran utama tetapi film Wu Xia cukup minim adegan laga. Begitu koreagrafi laga yang diatur Donnie Yen sendiri tetap berhasil memukau jika adegan pertarungan muncul dan ditambah musik latar yang sempurna sekali, pokoknya matching menjadikan tiap adegan aksi film Wu Xia sangat indah sekali. Feelnya dapat, adegan indah sekali. Nilai plus tersendiri.

Untuk akting pemain semuanya bagus dan membuat saya jadi menyukai para pemain film Mandarin. Donnie Yen tampil lumayan, tidak buruk. Tang Wei walaupun karakternya tidak terlalu ditonjolkan tapi tetap memikat. Saya yang dulunya bukan fangirl om-om Jepang kini jadi fangirl Takeshi Kaneshiro. Penampilan singkat Kara Hui dan Jimmy Wang Yu pun sangat memukau. Senior dalam film laga mandarin tapi skillnya masih mengagumkan. Sudahlah saya ngantuk, pokoknya Takeshi Kaneshiro is the best :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s