Fanfiction : OPPA

Judul : OPPA
Rating : 15 Tahun
Pemain :
– Park Na Rae
– Yang Yo Seob

SMA itu sepi sekali tapi Park Narae melangkah pasti melewati gerbang sekolahnya. Tepat jam 9 pagi, Narae memikul ranselnya dengan rambut panjang sebahu berponi. Seragamnya berwarna putih dengan rok krem mulai agak kusut. Terlihat wajah manis Narae memucat. Dia ingat ketika pingsan saat apel pagi tadi dan guru memperbolehkannya pulang ke rumah. Tapi langkah Narae sama sekali bukan langkah orang sakit, langkahnya tegas dan terburu-buru. Pura-purakah dia tapi wajahnya cukup pucat atau ada sesuatu yang mengacaukan pikirannya?

Narae ternyata tidak pulang kerumah. Dia melap keringat didahinya dengan punggung tangan sesekali mengibaskan tangannya membuat rambut hitam indah itu sedikit bergoyang. Narae duduk dibawah pohon besar yang rindang dan cocok dijadikan tempat berteduh setelah berjalan cukup lama menghabiskan 37 menit. Didepan Narae terdapat hamparan danau cukup luas. Danau kecil yang tidak butuh waktu lama untuk menyeberang keujungnya. Danau yang diterpa terik matahari pagi, pemandangannya begitu indah.

“Oppa.. Kau tahu kan kalau sekarang musim dingin. Kenapa kita kemari?” Narae dengan mantel tebal memeluk badannya sendiri. Lalu didepannya ada seorang pria tampan dengan mantel tebal pula.

“Narae sayang, kau tahu ketika aku masih kecil dulu aku pernah hampir mati tenggelam di danau ini.” Pria tampan yang merupakan pacar Narae itu menatap danau didepannya

“Huh, kenapa baru bilang?” Narae kini menatap tajam oppanya. Oppanya pun ikut menatap Narae

“Aku memang tak ingin mengatakannya karena aku pikir itu kejadian biasa toh aku akan panjang umur dan akan menikahimu. Tapi aku salah.. Aku mendahului Tuhan”

“Maksudmu Oppa?” Narae jadi makin serius

“Setelah kejadian tenggelam itu, aku yang tidak pernah kerumah sakit akhirnya tahu bahwa aku punya jalan maut yang lain. Narae, Oppa terkena kanker” Narae pingsan didepan oppanya.

Narae tak kuasa menahan air matanya yang mengucur deras membayangkan kejadian 3 tahun lalu saat oppa memberitahu mengenai penyakit itu.

“Oppa, aku datang kemari. Kenapa kau kejam sekali. Aku ujian ketika kau di operasi, aku masih ujian ketika kau meninggal dirumah sakit. Oppa aku menuntut janjimu. Mana surat perpisahan yang ingin kau berikan?? Oppa… Oppaaaaaaaaa…. Aku merindukanmu. Kau mendengarkanku??” Narae berteriak didepan danau dengan tangisan. Narae lemas, hidungnya memerah.

Narae terbangun. Dia bersender dipohon yang diteduhinya. Samar-samar Narae melihat ada lelaki dengan seragam SMA yang berbeda dengan seragamnya tengah menghadap kedanau. Narae melihat jam tangannya, sudah jam 11. Huh setelah menangis apa yang dia lakukan sampai-sampai masih ada disini? Lelaki itu berbalik dan tersenyum menuju tempat Narae terbangun.

“Ah.. Kau sudah sadar” Lelaki itu dengan wajah habis menangis tersenyum menghampiri Narae.

“Siapa kau?” Narae agak mundur sedikit

“Kenalkan namaku Yang Yoseob” Pria dengan seragam SMA hitam itu duduk disamping Narae. Yoseob melanjutkan…

“Kau pasti heran siapa aku, kenapa aku bisa berada ditempat yang penuh kenangan. Daripada bingung lebih baik kau baca ini.” Yoseob mengulurkan surat krem dari saku seragamnya, diberikan kepada Narae. Narae kaget, itu surat oppanya. Tak kuasa Narae kembali menangis membaca surat itu.

Narae menunduk menyembunyikan air matanya. Yoseob yang tak tahan kemudian memeluk Narae, menenangkannya. Narae tak membalas pelukan Yoseob.

“Sudah.. Jangan menangis. Oppa berpesan bahwa kau jangan menangis agar dia bisa bahagia” Yoseob mengusap punggung Narae, air matanya jatuh perlahan. Yoseob melepaskan pelukannya.

“Oppa memintaku menyerahkan ini padamu 3 tahun setelah dia meninggal. Usiamu sudah 18 tahun kan? Jadi oppa berharap kau sudah mengerti bahwa memang oppa harus pergi. Oppa juga memintaku agar menjagamu dan menggantikan posisinya. Aku yakin kau masih mencintai oppa ku. Jadi aku tidak menuntutmu untuk menjadi pacarku apalagi memintamu mencintaiku. Kau sudah baca suratnya dengan baik kan? Aku mohon jangan menangis lagi demi oppa.” Yoseob mengusap air mata Narae dengan jarinya. Yoseob bangkit dari duduknya dan meninggalkan Narae. Dia tak ingin mengganggu gadis itu lebih lama bersama surat yang telah lama ditunggunya.

“Narae sayang bagaimana ujianmu? Jangan katakan kau pacar Oppa kalau nilai ujianmu rendah ya^^ . Maaf jika surat yang aku janjikan baru sampai ditanganmu. Aku yakin pasti adik lelaki kesayanganku telah menjelaskan alasannya padamu. Bagaimana dia, tampan kan? Oppa harap dia bisa menggantikan oppa sebagai oppa barumu. Hahaha oppa tahu oppa tak akan tergantikan tapi alangkah senangnya oppa jika kau mau jadi pacarnya. Dialah yang menyelamatkan oppa ketika hampir mati didanau ini padahal dia jauh lebih muda dari oppa. Oppa terlalu tua ya? Makanya oppa suka malu tiap jalan dengan kamu yang manis. Narae, setelah oppa tiada tetaplah berbuat baik dan jangan hancurkan dirimu. Oppa akan operasi, oppa sayang Narae. Oppa cinta Narae❤ "

4 pemikiran pada “Fanfiction : OPPA

      1. anonymous

        ho, sama-sama🙂
        saya sebelumnya gatau siapa na rae sampe akhirnya saya googling dulu sebelum baca hahaha
        ternyata spica toh
        dan ternyata finalis superstar k3 juga??? wah wah…
        ternyata anggotanya spica memang gak bisa diremehin ya?
        saya baru tau o.O

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s