Autumn In Paris

Meskipun saya bukanlah orang yang tahu banyak tentang novel tapi saya akui sudah lama saya tahu Ilana Tan beserta novel 4 musim nya ini. Novel Ilana Tan memang sudah terkenal sekali dikalangan anak remaja apalagi ketika Hallyu melanda Indonesia, dengan bangga teman saya memamerkan novel barunya yang berjudul Summer In Seoul. Tapi saya belum membaca novel Summer In Seoul sih beserta 3 novel lainnya, cukup tahu ini novel tetralogi yang sangat terkenal karangan Ilana Tan.

Hobi membaca ebook kembali mengantarkan saya pada novel-novel Ilana Tan. Rasanya kurang afdol sebagai remaja Indonesia tapi belum membaca novel Ilana Tan. Saya coba mendownload dan entah kenapa link-linknya serba tidak bisa download kecuali link novel Autumn In Paris. Jadilah saya membaca Autumn In Paris lebih dulu padahal seharusnya jika ingin maraton tetralogi Ilana Tan ada baiknya dibaca berurutan mulai dari Summer In Seoul. Yasudahlah, baca saja apa yang ada.

Autumn In Paris menceritakan tentang Tara Dupont, wanita keturunan Indonesia Prancis yang bekerja sebagai penyiar radio di Paris. Menurut sepupu saya yang sudah membaca Summer In Seoul, Tara Dupont ini sepupunya Sandy si tokoh utama wanita novel Summer In Seoul. Orang tua Tara telah bercerai jadi hanya ada ayahnya saja di Paris. Tara dekat dengan Sebastien, Tara menyukai Sebastien tapi si pria menganggap Tara sudah seperti adik sendiri. Sebastien memperkenalkan Tara kepada Tatsuya Fujisawa (assem namanya hampir mirip sama aktor Tatsuya Fujiwara jadi takut tertukar) lalu keduanya pun menjadi dekat dan saling mencintai. Sayangnya masa lalu ayah Tara tidak menghendaki Tatsuya dan Tara untuk melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius. Bagi yang membaca postingan ini tapi belum diberi kesempatan membaca novel Autumn In Paris pasti tahu yang saya maksudkan.

Spoiler ga yah Spoiler ga yah. Mending tidak usah ya toh sangat mudah menemukan spoiler ending Autumn In Paris disitus lain. Tanggapan saya? Novelnya bagus euy tapi kurang memuaskan. Yang saya paling sukai dari Autumn In Paris ini yakni bagaimana Ilana Tan membuat novel ini jadi sangat enak dibaca. Feel Paris nya juga bagus sekali, serasa kita ada di Paris benaran dengan angin musim gugur romantis yang menjatuhkan dedaunan. Suka juga cara Ilana Tan menggambarkan tokoh-tokoh novelnya serta penggunaan kata-kata sangat rapi sekali. Ilana Tan pun menyajikan Autumn In Paris dengan sangat pas, tidak cepat tidak lambat tidak lapar tidak kenyang. Jadi enak kalau menghabiskan Autumn In Paris dalam satu kali baca. Oh bagian kurang memuaskan itu ada pada endingnya. Meski sejujurnya saya kurang begitu merasakan chemistry Tara Tatsuya (tidak berhasil membuat saya meringis kuda seperti chemistry Tesa Pasha) tapi endingnya cukup membuat saya tidak enak alias sakit hati sedikit. Agak tidak normal ya karena saya kurang menikmati chemistry Tara Tatsuya, itu karena memang dari awal saya tidak menghendaki Tara jatuh cinta dengan Tatsuya. Jika kehendak penulis tetap Tara jatuh cinta pada Tatsuya Autumn In Paris pasti jadi novel monoton. Autumn In Paris memang monoton tapi konflik cinta Tara dan Tatsuya itu lebih mengerikan daripada konflik pasangan terkena penyakit mematikan. Mengerikan walaupun endingnya bisa ditebak tetap saya sakit hati. Ya, Autumn In Paris bukanlah novel bertema Cinta tak harus memiliki karena cinta Tara dengan Tatsuya merupakan cinta besar yang harus dibagi dengan orang yang dicintai. Monoton tapi rumit. Bayangkan jika chemistry Tara Tatsuya bisa bikin meringis kuda, pasti saya akan lebih dalam sakit hatinya.

Tatsuya Fujisawa memang keren hanya sebatas keren tidak sampai membuat saya terkagum. Tatsuya terlalu baik sehingga terlalu mudah untuk jatuh dan esungguhnya Tatsuya jauh lebih rapuh dibandingkan Tara. Alasan Tatsuya untuk membenci musim gugur terasa begitu dipaksakan oleh Ilana Tan. Oh malangnya nasib Tatsuya, karena terlalu baik jadi tidak bisa menyentuh hati saya sampai tidak bisa membayangkan bagaimana wajah Tatsuya si Jepang keturunan Prancis. Kalau Tara, karakternya mengundang simpati dan gadis ceria yang sayangnya juga biasa saja. Tokoh-tokoh lain juga ada dengan porsi pas oleh kehebatan Ilana Tan. Walau chemistry Tara Tatsuya tidak cukup kuat untuk saya tapi ketika Tatsuya bersandar dibahu Tara dan Tatsuya memeluk Tara dengan jaketnya sangat memorable. Saya suka banget saya suka banget.

Overall meski monoton tapi Autumn In Paris sangat cocok menjadi teman berkhayal bagaimana musim gugur di Paris dan Autumn In Paris termasuk novel yang wajib baca apalagi untuk peminat cerita cinta. Tidak heran karya-karya Ilana Tan sangat dikenal oleh berbagai kalangan, novelnya sangat enak untuk dibaca. Btw kalau saya lanjut membaca Winter In Tokyo apakah saya bisa tahu sedikit keadaan Tara Dupont?

5 pemikiran pada “Autumn In Paris

  1. dira

    firstly, thanks a lot buat evi yang mau berbagi ceritanya di sini haha
    ga nyangka saya bisa dapet sinopnya dari blog evi
    dan jadi tau apa yang dilakuin evi selain tidur 3kali LOL

    ada satu temen karib saya yang paling suka sama cerita ini dibanding keempat novel lainnya
    saya sendiri baru baca se.ki.las yang summer in seoul (saking bukan tipenya :P)
    tapi udah tau dikit gimana endingnya winter in tokyo wkwkwk

    evi udah baca eiffel tolong? itu saya banget hahaha
    heroik, extreme tapi gak ketinggalan romantisnya
    yah cuma sayangnya saya ga suka keromantisa di luar negeri, mohon maklum ^^”
    lagi memburu novelnya kak windhy tahun ini belum sempet beli awal tahun kemaren wkwkwk

    1. Eiffel Tolong? Wah baru dengar tuh berarti saya belum baca. Kalau saya sih demen banget sama Tesa, novel cinta di luar negeri juga tapi tokohnya orang Indonesia kok. Ditunggu rekomendasi novelnya, hahahahaha *Evi mabok*

  2. acarin03

    Saya termasuk fans hardcore Illana Tan, smw karyanya saya suka, walaupun autumn in paris bukan yang favoriteku tapi cukup buat nangis hehe.. Emang mau bgmnpun fakta tara dan tatsuya ga bsa bersatu cima bisa klo terlahirkan kembali hahah… Pas tau itu udah hopeless aku sama endingnua haha tp itu malah yg bagus menurutku karena novel dgn ending yang bgtu yang menarik bagiku… Revommended novelnya yg winter in tokyo dgn sunshine becomes you (paling favoriteku) hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s