A Better Tomorrow (1986)


HEI ANAK KECIL!!!

Bisa dibilang ini merupakan film gangster Hongkong terbaik yang saya tonton, judulnya A Better Tomorrow karya sutradara John Woo.

Mark (Chow Yun Fat) dan Ho (Ti Lung) merupakan anggota mafia besar di Hongkong. Mark menikmati pekerjaan kotornya sementara Ho mengalami dilema karena pekerjaan tersebut dirahasiakan dari adiknya yang dikasihi, Kit (Leslie Cheung). Ayah mereka meminta agar Ho segera berhenti jadi mafia karena sang adik sebentar lagi ingin jadi polisi. Saat menjalankan sebuah misi serta demi melindungi temannya dari kepungan polisi, Ho secara sukarela menyerahkan diri. Kit yang idealis begitu terpukul akibat kakaknya ternyata penjahat ditambah lagi kematian ayah menyebabkan Kit jadi membenci Ho. Mark kesepian, ketika menjalankan misi seorang diri dia terluka pada kakinya menyebabkan dirinya dibuang dari kelompok mafia. Ho bebas dari penjara dan begitu sedih ketika Kit yang telah menjadi polisi begitu membencinya. Masa lalu membuat Ho begitu sulit mendapat pekerjaan namun dirinya diselamatkan oleh mantan napi pemilik perusahaan taksi lalu Ho bekerja disitu. Begitu sedih Ho saat mendapati temannya Mark yang kini bak gelandangan. Mark masih ingin kembali jadi mafia sementara Ho sudah mantap untuk bertobat. Masalah muncul ketika teman Ho yang kabur dari polisi dan kini menjadi ketua mafia meminta Ho untuk kembali lagi pada mereka. Hufhht kenapa saya kalau menulis sinopsis selalu berantakan😦

Demam Takeshi Kaneshiro yang melanda saya 2 tahun lalu begitu besar efeknya. Saya mencari hal-hal berbau Takeshi sampai orang film yang pernah terlibat dengan Takeshi. Adalah John Woo, sutradara yang mengarahkan Takeshi Kaneshiro pada film Red Cliff. Ketika googling John Woo, salah satunya yang keluar adalah A Better Tomorrow. Sebuah film Hongkong tahun 1986 yang sangat berpengaruh pada film-film mafia Hongkong lainnya. Filmnya bagus sekali dan untung saja TV swasta memutarnya mengingatkan saya agar A Better Tomorrow harus ada di blog ini.


Ganteng Sekali *_*

Bisakah saya mengatakan kalau saya lebih menyukai A Better Tomorrow daripada Red Cliff?

Film ini sangat keren juga memuaskan. Saya tidak merasakan berjalannya waktu saat menikmati A Better Tomorrow. Film ini pun agak banyak darahnya memang tapi percayalah saya menontonnya serasa menonton melodrama. Bisa dibilang kecintaan saya terhadap Bromance makin menguat akibat A Better Tomorrow. Masih ingat sekali pada pertemuan pertama Ho dan Mark yang sangat sedih itu, tanpa sengaja saya menangis. Pada final scene penuh darah dan api saya menyempatkan untuk menangis karena memang adegannya sedih sekali. A Better Tomorrow bukan film yang cengeng melainkan saya yang cengeng.

Memuaskan dari A Better Tomorrow ada pada bagaimana seimbangnya film ini. Part action serta drama dibawakan seimbang. 3 tokoh utama ditambah 1 penjahat punya porsi pas untuk karakter yang mereka bawakan. Bahkan pemilik perusahaan taksi pun bukan tokoh tempelan hehehe. Chemistry Chow Yun Fat-Ti Lung-Leslie Cheung sangat lovely sekali. Saat menjadi kakak adik Ti Lung-Leslie Cheung tampil sangat meyakinkan. Saat kakak adik ini berantem ada Mark sebagai penengah yang membela Ho karena Kit begitu tak mengerti perasaan kakaknya. Bromance bromance bromance dimana-mana🙂

Ikon A Better Tomorrow adalah Chow Yun Fat padahal rasanya Mark bukan pusat cerita yang sebenarnya. Tapi segala hal memorable A Better Tomorrow berasal dari Mark terutama ketika dia menyalakan rokok dengan uang dollar terbakar. Gaya Mark menggigit korek kini begitu melekat pada Chow Yun Fat. Mark ini bad ass sekaligus tokoh paling disayangi hihi saya sendiri suka gemes sama Mark. Ti Lung itu keren, akting beliau luar biasa. Mampu membangun chemistry dengan 2 pria lainnya dan kalau diperhatikan agak-agak mirip Jo In Sung #eh. Sedangkan almarhum Leslie Cheung imut banget. Ceritanya kan si Kit ini punya pacar dan dia so sweet banget sama sang pacar tapi saya cemburu hehe. Aktingnya bagus dan rasa dilema yang dia bawakan tidak kalah dengan 2 tokoh lain. Mau meluk Leslie Cheung cuma sayang dia “bekasnya” Tony Leung😦

Saya bingung ingin berkata apa lagi perihal A Better Tomorrow. Yang jelas A Better Tomorrow berhasil menampilkan bromance menyentuh hati, membuat perih mata tanpa drama berlebihan. Saya sangat mencintai film ini, serius.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s