Film Farewell My Concubine (1993)

Rasa penasaran saya kepada Leslie Cheung pasca A Better Tomorrow terus berlanjut. Saya pun mendapatkan judul film, Farewell My Concubine. Foto-fotonya memperlihatkan Leslie dalam balutan serta make up aktor opera Peking. Lah bukannya Leslie Hongkong kenapa mainnya film China? Nah menurut temuan saya di wikipedia film China ini bergenre Melodrama, genre yang sejujurnya kurang disenangi kala itu. Leslie Cheung pun dijadikan pemain mengingat memang Leslie merupakan bintang besar. Leslie beradu akting dengan Zhang Fengyi yang saya tahu sebagai pemeran Cao Cao di Red Cliff nya John Woo, hehehe Zhang Fengyi masih muda. Selain Zhang Fengyi ada pula Gong Li. Saya yang bukan penggemar film tapi sudah lama merasa tidak asing dengan nama Gong Li. Yep!

Film Farewell My Concubine dimulai ketika seorang PSK ingin memasukkan anaknya dikelompok Opera Peking. Anaknya yang bernama Xiao Douzi ini ternyata polidaktil alias berjari lebih dari 5 dan anak seperti itu tidak bisa menjadi aktor Opera sehingga sang ibu memotong jari anaknya lebih dulu. Douzi yang bertampang cute boy mulai belajar sebagai aktor Opera namun kawan-kawannya berat menerima Douzi karena ibu Douzi seorang PSK. Hanya ada satu anak yang menerima Douzi yakni Xiao Shitou membuat Douzi dan Shitou menjadi sangat dekat serta Douzi menganggap Shitou sebagai pahlawannya. Kejadian demi kejadian disertai pukulan dari pengajar selama belajar menjadi aktor semasa remaja membuat Douzi dan Shitou menjadi aktor terkenal saat mereka dewasa kini. Xiao Shitou punya nama panggung Duan Xiaolou dan Xiao Douzi bernama panggung Cheng Dieyi. Keduanya merupakan pasangan kondang dalam memainkan opera “Farewell My Concubine”, menceritakan tentang seorang raja dengan selir yang sangat disayanginya. Harapan Dieyi untuk terus memainkan Farewell My Concubine bersama Xiaolou terhalang karena Xiaolou memilih menikahi Ju Xian, seorang PSK. Dieyi begitu sakit hati pada Ju Xian karena Ju Xian telah “merebut” Xiaolou terlebih lagi pekerjaan Ju Xian sama dengan pekerjaan ibunya yang membuat Dieyi kecil dipandang hina oleh lingkungan. Pengaruh pemerintahan masa itu serta rasa cemburu Dieyi mengisi film karya sutradara Chen Kaige ini. Konfliknya alot hehehe.

Farewell My Concubine merupakan melodrama luar biasa karena saya menangis cukup banyak waktu menonton film ini. Apalagi diawal film saat Dieyi dan Xiaolou menjadi trainee aktor Opera Peking. Saya ingat saat menonton Kungfu Kids (lupa seri berapa) dimana ceritanya Chu Haa Foo menjadi aktor opera peking juga. Beratnya latihan para aktor muda ini sukses membuat saya menangis sedih dan Farewell My Concubine mengingatkan saya tentang itu membuat air yang keluar dimata saya volumenya nambah. Hiks, kenapa Opera Peking selalu digambarkan kejam begini. Saya begitu sedih saat Douzi dengan temannya kabur dari pondok Opera (meski akhirnya balik lagi) dan menonton pertunjukan Farewell My Concubine. Si teman dengan menangis berkata dia ingin seperti para aktor itu, tampak keren dipanggung juga dielu-elukan penonton. Tapi berapa banyak lagi mereka harus menerima pukulan dari pengajar mereka? Hikkss. Douzi dan temannya kembali pulang disambut hukuman berkayu membuat sang teman yang kabur bersama Douzi memilih bunuh diri. Hikkkss.

Cara mengajar seperti ini begitu menyakitkan dan Douzi lah yang begitu merasakannya. Douzi yang kini menjadi Dieyi begitu rapuh. Sedari kecil dia harus menjadi perempuan karena dirinya dilatih memerankan Concubine Yu. Sering kali Douzi salah ucap jika dia adalah laki-laki dan lewat latihan menyakitkan Douzi pun menjadi Concubine Yu hingga ke dunia nyata. Rasa yang dimiliki Dieyi untuk Xiaolou tentu bukan rasa terhadap abang dengan adiknya melainkan lebih intim dari itu. Lihat bagaimana Dieyi begitu tidak terkontrol lagi setelah Xiaolou menikah sampai Dieyi melarikan diri dengan menghisap candu. Faktor kuat untuk menangisi Dieyi bagi saya adalah Leslie Cheung itu sendiri. Sosok Dieyi seakan merupakan fotokopi Leslie Cheung dan kehidupan tragisnya. Oh no!!

Farewell My Concubine yang berdurasi 3 jam kurang 9 menit ini menyediakan berbagai konflik. Sebenarnya agak bertele-tele tapi masih asyik-asyik saja diikuti. Film ini kerap dikatakan sebagai film Mandarin terbaik loh dan juga memenangkan penghargaan tertinggi di Festival Film Cannes. Memang rasanya pantas dibilang begitu karena Farewell My Concubine punya cerita yang bagus juga sesuai genre. Tak lepas pula dari akting apik Zhang Fengyi, Ju Xian juga Leslie Cheung yang notabene nyawanya Farewell My Concubine. Tak ada karakter menyebalkan, saya suka malahan dengan Ju Xian. Xiaolou meski temperamental tapi dirinya pun tak kalah sakit dengan Dieyi. Kostum-kostum opera Peking nya saya suka. Leslie Cheung jadi sangat cantik dengan dandanan Concubine Yu. Leslie Cheung, tanggung jawab😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s