Film India : The Lunchbox (2013)

Happy Anniversary. Hari ini sudah resmi satu tahun The Lunchbox rilis di India dan dengan sengaja saya menulisnya tepat setahun perayaannya yeay. Sangat bahagia karena saya tidak begitu lama melewatkan The Lunchbox.

Nawazuddin Siddiqui mengantarkan saya pada The Lunchbox dan The Lunchbox pula yang mengantarkan Nawazuddin Siddiqui meraih penghargaan pemeran pembantu pria terbaik di Filmfare 2014 kalau tidak salah. Sementara itu The Lunchbox sendiri berkisah tentang akuntan tua bernama Saajan Fernandez yang tengah menikmati hari-hari terakhirnya bekerja karena dia akan segera pensiun lalu digantikan Shaikh. Dalam kantor dan lingkungannya Saajan dikenal sebagai orang yang serius dan dingin karena istrinya telah meninggal dunia. Ya, Saajan kesepian sebenarnya. Suatu hari Saajan menerima kotak makan siang yang diantar lewat jasa Dabbawala seperti biasa. Dabbawala yang sudah terbukti akurat oleh pihak Universitas Harvard tetapi ternyata masih bisa salah antar kotak makanan dan itu dialami Ila. Ila merupakan ibu muda beranak satu yang menggunakan jasa Dabbawala untuk mengirimkan kotak makan siang kepada sang suami. Kotak makan siang ini begitu berharga bagi Ila karena makanan spesial itu diharapkan mampu mengubah suami Ila agar perhatian lagi padanya. Namun takdir berkata lain karena kotak makan siang Ila justru diterima Saajan. Tak lama keduanya menyadari hal ini lalu terjadilah surat menyurat lewat rantang oleh Saajan dan Ila yang mampu menemani juga mengubah mereka.

Yaasssss!!!
Saya suka film ini. The Lunchbox bagi saya bukanlah film Bollywood melainkan film India. The Lunchbox sangat sederhana se-sederhana India yang kita lihat diberita, tidak semegah film B(H)ollywood dengan 3 Khan sebagai bintangnya. Sepanjang film yang tidak panjang kita merasakan chemistry jarak jauh antara Ila dan Saajan. Tanpa telefon melainkan surat. Tanpa suara yang mampu memberi kesan lebih kuat karena penekanan nadanya agar lebih intim melainkan tulisan tangan beserta kata-kata cerdas yang ternyata mampu lebih intim dibandingkan suara. Astaga film ini romantis sekali.

Biasanya anak muda akan merasa bosan menyaksikan bagaimana para orang dewasa sedang in love terkecuali The Lunchbox karena saya berhasil senyum-senyum sendiri berkat film ini. Bukan karena saya jatuh cinta pada tokohnya melainkan saya merasakan cinta mereka. Hemm begitulah cinta. Siapapun yang sedang jatuh cinta pasti akan bahagia dan merasa jauh lebih muda seperti Saajan Fernandez meski Saajan sudah tua HAHAHA. Oh ya kata “cinta” yang saya sebutkan diatas sebenarnya kurang tepat menggambarkan suasana Saajan dan Ila disini melainkan itu hanya imajinasi liar saya belaka. Percayalah Saajan dan Ila sudah dewasa jadi tidak ada yang namanya gombal melainkan isi surat cerdas nan dalam itu. Tidak ada perselingkuhan, sekali lagi tidak ada. Pokoknya wajib nonton deh. Kehadiran Shaikh menambah kelucuan The Lunchbox.

Yang kurang dari The Lunchbox? Mungkin endingnya. The Lunchbox akan saya katakan sempurna jika endingnya mampu tampil lebih serta memuaskan imajinasi saya HAHAHA. Mungkin inilah efek samping dari keinginan sutradaranya untuk terus menampilkan THE LUNCHBOX dengan sederhana hingga akhir. Berkat endingnya juga rasa-rasanya baru seumur hidup ini saya mengeluh kenapa film India tampil dengan durasi minim, tidak kurang 3 jam seperti film India Bollywood pada umumnya. Durasi The Lunchbox kurang dari 2 jam. Ya ampun ini mengagetkan sekali.

Irrfan Khan memerankan Saajan Fernandez dengan baik. Irrfan Khan memang aktor yang bagus di India sana. Nimrat Khaur sebagai Ila tampil dengan memuaskan juga meski tidak terlalu cantik seperti artis Bollywood :p . Tetapi yang benar-benar memukau saya tentu Nawazuddin Siddiqui lewat perannya sebagai Shaikh. Nawazuddin seperti punya banyak wajah karena penampilannya sebagai Shaikh sangat berbeda ketika di Kahaani dulu. Shaikh pun sangat menghibur dengan perilaku dan kehidupannya, penyeimbang yang baik antara Saajan dan Ila. Tak lupa pula ada bibi yang tinggal dilantai atas tempat tinggal Ila. Bibi ini selalu membantu Ila dan yang unik bibi ini tidak pernah muncul dilayar melainkan hanya suaranya saja yang terdengar. Mengingatkan saya pada sosok komputer HAL 9000 di film 2001 A Space Odyssey HAHAHAHA. Yaas tidak tahu harus berkata apalagi tentang The Lunchbox. Nonton saja filmnya sendiri, filmnya sangat sangat sangat sangat romantis. Hehehe saya lebay.

6 pemikiran pada “Film India : The Lunchbox (2013)

  1. 3 khan siapa aja vi?
    Sudah lama saya ga nonton film india padahal dulu rajin banget, banyak juga yang bagus2,
    Eehh vi tadi saya sekeluarga nonton film roma irama di tran 7 apa sih tadi jdulnya lupa, masa emak saya bilang roma tu kalo maen film sambil berdakwah, tapi setelah maen film biasanya lawan maen cewek nya itu kalo ga dipacarin dinikahin, hahahahahahaaa
    Pantas bini nya banyak! :p

    1. 3 Khan : Amir Khan, Salman Khan dan Shahrukh Khan hehehe. Pokoknya wajib deh nonton film India satu ini.

      Kalau gak salah yg tayang di trans7 malam tadi judulnya “Kemilau Cinta Di Langit Jingga”. Filmnya Rhoma mah emang gitu, satu tipe semua. Dakwah oke percintaan lancar jaya. LOL.

  2. dira

    hahahaha so simple but its evi
    thanks a lot ya vi^^
    cerita evi seperti kata kristina emang bisa membentang dari ujung amerika sampai ke indonesia😛

  3. readlead

    setuju banget, filmny bagus bnget. aq awalny direkomendasikan sama satu tmn india, dan ternyta emang bagus… irrfan khan keren aktingny, sala satu aktor favorit aq🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s