Keistimewaan Film Klasik Indonesia


Siapa aktris Indonesia tercantik menurutmu? Yessy Gusman *anti mainstream*

Dalam menghadapi era yang minim tontonan lokal menghibur perlahan film-film klasik alias jadul Indonesia mulai memasuki TV kita lagi. Mulai dari Warkop DKI, Suzzanna sampai roman Rhoma Irama yang untung saja bukan film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S/PKI. Bisa dibilang dulu saya hanya menjadikan film Klasik sebagai bahan tertawaan karena memang filmnya yang sederhana karena minim semuanya menjadikan film klasik lebih mampu mengundang tawa ketimbang film Indonesia masa kini. Nah dari sisi nyeleneh saja sudah ada yang membuat film klasik itu istimewa apalagi jika kita mencoba mendalaminya🙂. Saya akan coba tulis per poin yang tentu bukan jawaban mutlak jika ada pertanyaan “Keistimewaan apa sajakah yang dimiliki film klasik Indonesia?”

1. Teguh Karya merupakan Sutradara Terbaik Indonesia menurut saya. Beliau mempunyai Teater Populer yang menghasilkan aktor aktris (kini senior) berkualitas seperti Alex Komang, Slamet Rahardjo dan mungkin Christine Hakim. Ke-3 nama ini pun pemain langganan film-film Teguh Karya. Teguh Karya sendiri sudah membuat film seperti Badai Pasti Berlalu, November 1828, Doea Tanda Mata, Ibunda, Usia 18, Ranjang Pengantin, Cinta Pertama dll. Film Teguh Karya lah yang paling mampu dilihat kekhasannya diantara Sutradara Indonesia lain. Begitulah film-film beliau anti mainstream seperti tidak tersentuh film klasik Indonesia yang booming pada jamannya.

2. Warkop DKI turut pula eksis diperfilman dengan memulai debut pada tahun 1979 lewat film Mana Tahan. Menghadirkan aktris dangdut Elvi Sukaesih yang kemudian pada film selanjutnya yakni Gengsi Dong kembali menghadirkan aktris dangdut Camelia Malik. Setelahnya Warkop tampil dengan banyak perempuan seperti Eva Arnaz, Meriam Belina, Kiki Fatmala dll dan saya kurang suka film-film Warkop dengan perempuan itu. Memang lucu tapi ya sudahlah. Ada juga film-film Ateng dan saya kurang tertarik. Saya lebih tertarik film-film Benyamin S.

3. Rhoma Irama eksis pula lewat film roman yang memasangkan dirinya dengan Yati Octavia, Ricca Rachim dll. Saya sangat menyukai Rhoma sebagai seorang musisi tapi sebagai aktor tentu sangat lucu ditambah film cintanya yang tidak menyentuh sama sekali. Hahahaha kejam ya. Mungkin film Rhoma yang mendingan itu Berkelana 1 dan 2 walau tetap lucunya banyak. Btw saya lebih suka kalau Rhoma berpasangan dengan Yati Octavia ketimbang Ricca. Suatu anugerah bisa menampilkan cinta segitiga Rhoma-Ani-Rika lewat sekuel film Gitar Tua berjudul Sebuah Pengorbanan. Untuk saingan Rhoma difilm saya paling suka dengan Sultan Saladin yang identik dengan nama Herman😀

4. Sisworo Gautama Putra merupakan sutradara Horror terbaik di Indonesia. Meski terkadang beliau melakukan rip off film luar tapi setidaknya Sisworo punya niat untuk membuat film itu bagus dan diterima. Pengabdi Setan lah yang merupakan karya melegenda seorang Sisworo belum lagi film Sisworo bersama Ratu Horror Suzzanna. Tidak semuanya bagus namun tetap layak tonton. Memorable.

5. Banyak film Klasik Indonesia yang mengadaptasi novel. Biasanya pemain seperti Roy Marten, Yenny Rachman, Widyawati, Rano Karno, WS Rendra kerap mengisi film novel ini dan film-film roman non Rhoma lainnya. Hasilnya? Bagus… Bagus sekali. Ternyata film Indonesia juga mampu tampil dengan romantis tanpa alay seperti film jaman sekarang.

6. Banyak dari Sutradara film Klasik Indonesia merupakan lulusan kuliah dari luar negeri. Seingat saya seperti itu termasuk Sisworo Gautama Putra dan Ami Priyono. Makanya karya-karya mereka walaupun pas-pasan tapi kita mampu merasakan ada perjuangan dibalik terbuatnya film-film mereka. Sutradara seperti Syumandjaya, Teguh Karya dengan Arifin C. Noer… Kenapa tidak ada lagi yang menyamai mereka.

7. Barry Prima, Advent Bangun, Dicky Zulkarnaen, WD Mochtar, George Rudy merupakan jagoan dari Indonesia yang kadang pula menemani Suzzanna bermain film. Kadang pula bermain film rip off non Sisworo tentunya. Dicky Zulkarnaen merupakan aktor berbakat karena eksis difilm apapun. Beliau begitu berkharisma ketika memakai jas apalagi kalau menjadi jagoan Pitung dan bengisnya minta ampun kalau menjadi kompeni atau macam-macam villain. Hebat kan aktor ini. Multitalent. WD Mochtar juga sama hebatnya.

8. Best couple itu jatuh kepada Roy Marten dan Yenny Rachman, couple dengan bayaran 5 Juta. Produser rutin memasangkan mereka dengan harapan filmnya akan sukses. Nah chemistry keduanya tidak perlu diragukan lagi sih. Selain itu ada Slamet Rahardjo Christine Hakim, Rhoma Irama Yati Octavia (what) sampai pasangan muda Rano Karno Yessy Gusman.

Stop. Saya kira postingan ini akan semewah yang ada dipikiran saya tapi nyatanya tidak. Kalau ada yang bertanya apa keistimewaan film Klasik Indonesia, jawaban simpelnya karena film Klasik itu klasik mengisi masa lalu dan menjadi ajang nostalgia tak tergantikan sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s