Menonton Mahabharata Demi Sangkuni

Yayayaya maaf ya akhir-akhir ini suka membahas serial India padahal saya sendiri bukan penonton garis keras serial India di ANTV. Buktinya saya terlambat menikmati Mahabharata dan saya menontonnya demi Sangkuni si penjahat.

Saya menonton Mahabharata saat terjadi permainan judi dadu antara Yudistira melawan Duryudana dengan Sangkuni sebagai bandarnya. Bukan permainan judi dadu biasa karena taruhannya bukan hanya harta benda tetapi juga para manusia yang dikasihi dan siap sedia menjadi budak. Sangkuni yang licik dan sakti berhasil mengelabuhi Yudistira sampai Yudistira kalah telak dan terjadilah peristiwa Drupadi tidak habis bajunya karena mendapat pertolongan dari dewa saat Drupadi hendak dibuka bajunya oleh Dursasana. Permainan judi dadu ini terjadi berkat taktik licik seorang Sengkuni yang entah kenapa saya seperti jatuh cinta dengannya. Sangkuni merupakan antagonis yang keren seperti Mishil di drama Korea The Great Queen Seondeok bahkan lebih keren dari Mishil. Sangkuni ya Sangkuni, dia memang cerdas namun kecerdasannya digunakan untuk hal-hal jahat. Sangkuni juga seorang yang setia, pandai berbuat tipu muslihat dan tak kalah menyebalkan yakni Sangkuni paling suka memanas-manasi orang. Mantapnya Sangkuni bukanlah penjahat yang patut mendapat belas kasihan namun justru kejahatan Sangkuni lah yang membuat saya dadakan ingin menonton Mahabharata dan dadakan pula memahami novel Nyoman S. Pendit. Saya kagum dengan Sangkuni dan rasanya tidak rela jika para penjahat Indonesia disebut sebagai para Sangkuni hahaha. Meski saya kagum sejujurnya saya lega juga melihat kematiannya di Perang Saudara dan sepertinya saya akan merindukan Sangkuni si penjahat buruk rupa. Taktik nan licik, kecerdasan, tukang kompor, kesetiaan serta watak Sangkuni lainnya dengan mudah membuat saya kagum apalagi saya kerap menyukai tokoh antagonis.


Ganteng adalah bonus

Saya yang kagum pada sosok Sangkuni tak lepas dari pengaruh pemeran Sangkuni versi Mahabharata di ANTV. Betapa kagetnya saya begitu tahu pemeran Sangkuni masih muda karena umurnya 34 tahun. Aktor itu bernama Praneet Bhat yang dalam pikiran saya pasti umurnya 37 atau 40an dan saya tertipu. Peran penting make up menjadikan Praneet begitu klop dengan sosok Sangkuni yang brewoknya berantakan, giginya ada yang hitam, cacat dan matanya yang spontan tertutup sendiri. Voila tanpa make up ternyata Praneet merupakan pria India yang sangat fresh juga cukup tampan. Masih muda tampan pintar akting dialah Praneet Bhat. Praneet katanya merupakan seorang aktor teater profesional jadi kalau begini tidak heran kenapa Praneet begitu mampu menghidupkan sosok Sangkuni. Bukan hanya Praneet namun juga semua aktor Mahabharata bermain sangat apik termasuk aktor Mahabharata yang hadir di Indonesia beberapa waktu lalu. Kalau memang begini saya kembali tak heran kenapa Mahabharata sangat disukai. Ternyata mampu membuat saya yang lambat untuk mengerti kisah Mahabharata. Ilmu saya bertambah.

2 pemikiran pada “Menonton Mahabharata Demi Sangkuni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s