Penonton Youtube SUCI 4

Maaf ya bahasnya beginian terus hehehe. Kenapa Evi menjadi penonton youtube SUCI 4? Karena televisi nya Evi tidak ada channel Kompas TV. Simple . Saya pun menontonnya di youtube jika ada kesempatan. Sejarah baru tercipta, saya mengikuti ajang pencarian bakat mingguan di Youtube. Yeahh padahal akses youtube disini tidaklah semudah facebook.

Sejak kapan tertarik dengan Stand Up Comedy? Sejak tahu Raditya Dika. Btw waktu pertama kali main twitter dialah yang menjadi objek alay saya dan kini saya malu kemudian unfollow twitternya dia. Saya memang tidak cocok follow twitter publik figur Indonesia termasuk twitter Pak SBY, hahaha ukuran nasionalis masa kini.

SUCI 4. Saya tidak tahu apa itu SUCI 1, 2 dan 3 jadi saya mengikuti SUCI 4 pakai sistem terbawa arus. Ketemu di youtube, nonton nonton dan nonton kemudian terwujudlah sejarah baru diatas. Saya mengikuti SUCI 4 dan saya menyukainya. Komedi Stand Up merupakan alternatif bagi anak muda untuk menikmati komedi yang beberapa waktu lalu didominasi komedi bully dan styrofoam. Komedi Stand Up datang membawa kesegaran di sanubari dengan tampil memparodikan orasi. Komedi Stand Up datang mengalahkan grup lawak yang mulai ketinggalan jaman. Meski terlihat simple karena hanya perlu satu badan untuk menyampaikan lawakan namun komedi stand up tetap membawa resiko. Bayangkan jika para komika membawakan materi tiba-tiba blank, siapa yang akan membantu mereka sadar secepatnya? Nah inilah mungkin kenapa Komedi Stand Up bisa cepat beradaptasi ke anak muda yang notabene suka tantangan. Para komika di SUCI 4 yang masih muda makin menambah faktor itu.

Para peserta SUCI 4. SUCI 4 punya seorang visual bernama Dodit Mulyanto dan saya senang pemenang SUCI 4 bukanlah Dodit. Dodit mengklaim dirinya adalah seorang Jawa yang memegang erat budaya Eropa. Jawanya dari wajah dan aksen sementara Eropanya dari biola dan kawat gigi. Tiap tampil Dodit konsisten dengan biola dan stand up nya yang lambat itu. Dodit ini absurd sekali namun justru itulah yang menjadi rejeki dimana Dodit akan susah dilupakan dan tentu penonton tertawa. Saya paling suka waktu Dodit membawakan materi perempuan yang dibarengi pembalasan pada Raditya Dika. Hahaha saya ikut puas melihat Dodit membuat Radit salah tingkah dengan gantengnya (Husss!!). Kalau tidak salah Dodit close mic pada saat memasuki 5 besar dan saya setuju karena materi yang dibawakan Dodit sangat datar sekali melebihi ekspresi datarnya ketika sedang Stand Up. Walau begitu Dodit tetaplah visual, dialah yang paling banyak punya fans dan followers.
Yang menarik perhatian saya selanjutnya adalah si anak pesantren bernama Dzawin. Laki-laki yang kerap dikata banci karena tidak suka nonton bola. Heol. Dzawin bibirnya tipis apa tebal ya? Soalnya sekena saya dialah salah satu komika paling cerewet di SUCI 4. Tapi cerewetnya Dzawin tidak dibarengi pernafasan yang baik karena dia suka ngos-ngosan kalau lagi Stand Up. Mungkin kurang olahraga atau bahkan tidak pernah olahraga, kayak saya. Dzawin kerap mengikutkan kehidupan pesantrennya dalam materi stand up dan saya suka itu meski sering juga materinya garing. Saya suka saat dia membahas Pesantren Rock n Roll dan Caleg tapi saya paling suka kalau Dzawin melakukan battle siapapun lawannya karena pasti Dzawin pojokkan semaksimal mungkin. Termasuk Abdur, bromance Dzawin yang Dzawin katakan sebagai “Komodo Jablay”. Alhamdulillah Dzawin juara 3.
Jika ditanya komika favorit mungkin Abdur. Sosoknya mengingatkan saya pada Faraitody Wangge tokoh utama novel Ashadi Siregar berjudul Kugapai Cintamu. Faraitody Wangge merupakan anak NTT yang menjadi mahasiswa di UGM tapi bedanya Abdur merupakan anak NTT yang menjadi mahasiswa di Malang dan Abdur masuk ke SUCI lewat audisi Surabaya. Bukan aksen khas yang membuat saya suka Abdur melainkan materinya tentang Timur itu terasa sangat nyata meski saya bukan orang Timur. Jika dipikir memang lebay saat Abdur membahas orang tuanya senang main kapak dan parang tapi nyatanya dikeseharian saya benar seperti itu hahahah tapi kita bukan orang anarkis. Abdur juga paling pandai menyampaikan kritik sosial dan politik makanya susah memilih materi Abdur yang paling saya suka. Couple favorit saya di SUCI 4 ialah Abdur dan Dzawin. Mereka peringkatnya berdekatan, Dzawin juara 3 dan Abdur juara 2.
Juara 1 SUCI 4 ialah David Nurbiyanto seorang yang nyablak dan saya anggap nugu (siapa) di SUCI 4. Materinya memang asik tapi jujur saja dia mudah dilupakan apalagi buat penonton Youtube macam saya. Dibandingkan Sri Rahayu fangirl setia Radit dari Makassar, Arif, Pras Teguh, Yuda Keling, Lian, Hifdzi NAH SIAPA SI DAVID NURBIYANTO INI? Tenang.. Menurut saya dia cocok kok Juara 1. Nyainya tidak kalah menarik dengan Ursula Marten si Abdur. Dia nyablak tapi tidak mengganggu, tidak seperti Dzawin😀

Nyaris 5000 karakter yang terlalu banyak untuk handphone saya. Terimakasih telah bersedia membaca. Maaf tidak ada kado.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s