Ada Apa Dengan Cinta? (2002)

Saat itu saya tengah menonton salah satu penampilan Abdur SUCI 4 membawakan tema musik. Abdur membahas sasando tapi karena Abdur tidak bisa main sasando jadi dia bermain gitar sambil memparodikan puisi terkenal film Ada Apa Dengan Cinta (AADC). Saat itu juga saya baru sadar bahwa film terkenal yang berkali-kali saya temukan sedang tayang di TV ini belum satu kali pun saya menontonnya dengan penuh. Tentu ada rasa tidak enak jadi saya langsung nonton AADC begitu ada kesempatan.

AADC ini sebenarnya klise tapi klasik dan begitu dekat dengan kehidupan sekolah saya dulu (meskipun saya bukan generasi penikmat AADC semasa sekolah karena saya masih SD :P). Cinta, Alya, Maura, Karmen dan Milly merupakan sahabat se-gank. Mereka juga pengurus Majalah dinding di SMA. Sejak saya SD saya sudah sangat anti membentuk atau gabung ke sebuah gank ya karena memang saya paling cupu diantara teman sekelas😀. Teman saya punya gank dengan nama Bahasa Inggris tapi mereka tetap tak pandai berbahasa Inggris. Yang membuat saya anti dengan gank yakni saya kerap kali menyaksikan atau menjadi teman curhat salah satu anggota gank akan masalah gank mereka yang menurut saya tidak perlu dan sangat kekanakan. Persahabatan macam apa itu ketika teman gank mempermalukan teman satu ganknya. Nah gank di AADC ini untung saja tidak sebodoh gank buatan teman saya. Mereka aktif jadi pengurus mading dan kebetulan sekali waktu SMA saya juga salah satu pengurus mading. Tapi sayangnya mading kami tidak didukung dengan biaya mumpuni dan yang terpenting mading kami juga tidak didukung pihak guru. Mading kami mati suri dan ah sudahlah😀. Diantara Cinta, Alya, Maura, Karmen dan Milly saya paling mirip dengan Cinta karena kami berdua sama-sama jago membuat puisi. HAHAHAHAHA kidding.

Mau cerita apa lagi ya? Hahaha langsung saja. Setelah menonton AADC saya pun sadar bahwa film ini memang pantas untuk dikenang hingga kini. Konflik yang dihadirkan meski cenderung klise tapi sangat menghangatkan hati. Menontonnya ditahun 2014 saja film ini sudah bagus apalagi yang menontonnya beberapa tahun lalu sembari menikmati masa sekolah wah pasti indah.

Kita bisa memandang AADC dari 2 sudut yakni sudut persahabatan dan cinta. Kehadiran Rangga tentu akan mengganggu jika kita mengutamakan persahabatan Cinta tapi jika melihat dari cintanya Cinta kita akan meminta agar para sahabat ini mulai mencoba mandiri. Konflik klasik yakni pacar merusak persahabatan diselesaikan dengan menyentuh oleh AADC tanpa menyakiti pihak apapun dan bahwa Cinta membutuhkan keduanya agar tetap ada yang namanya cinta. Ehm sempat-sempatnya pula permasalahan keluarga yang masuk pada AADC dan bagusnya lagi ini bukan tempelan walau persahabatan serta cinta tetap mendominasi AADC.

Jadi lewat sudut pandang apa saya menonton AADC? Karena didunia nyata saya tidak begitu meyakini hubungan persahabatan yang selalu menyakiti saya memandang dari sudut romance saja, sebuah sudut yang belum banyak saya rasakan. Tapi ya bukan berarti saya tidak suka dengan sahabat Cinta, saya malah tersentuh dengan segala perhatian mereka di ending film. Okesip… Jika saja waktu Rangga mengucapkan terimakasih kepada Cinta perihal buku Aku karya sutradara Sjumandjaja tanpa bergaya seperti bangsawan Inggris mungkin saya tidak akan jatuh cinta dengan Rangga. Hahaha disitu Rangga keren sekali cute sekali. Tapi saya sadar kok hanya Cinta yang mampu menghangatkan hati Rangga. Meski saya dan Cinta sama-sama pandai membuat puisi tapi Cinta jauh lebih pandai ketimbang saya Hahahaha. Hubungan Rangga dan Cinta sangat saya nikmati itu tak lepas dari para pemerannya. Astaga ketampanan melegenda seorang Nicholas Saputra sudah saya buktikan sendiri. Dia memang tampan, tampan sekali. Tapi ya untuk urusan akting Dian Sastrowardoyo (typo gak nih) lah jagonya padahal penampilan Dian disini cukup butek hehehe. Gestur tubuh Dian bersama Nicho benar-benar mirip orang jatuh cinta. Bagaimana Dian kerap menggigit bibirnya dan menautkan rambutnya ditelinga sangat alami sekali. Nicholas mampu mengimbangi akting luar biasa Dian maka terciptalah chemistry kuat itu, tipe chemistry yang mustahil anak SMA bisa lakukan. Soal kissing scene di bandara hihi luar biasa daebak!! Keluhan saya cuma satu.. Kenapa waktu ciuman tidak di-zoom lagi biar jelas. Hahahaha. Rangga… Rangga…

Kini saya sangat mengerti kenapa AADC bisa sangat melegenda. Walau film ini banyak kurangnya tapi belum ada film remaja Indonesia milenium yang mampu mengalahkan AADC bahkan menyamainya seingat saya. Film yang tidak hanya romantis tapi juga hangat. OST dan BGM nya juara sekali. Lagu-lagu Melly Goeslaw (typo gak nih) memang tidak ada matinya.

Efek tersebar AADC untuk saya? Saya suka buku jadul dan bekas dan saya mau ke Kwitang. Saya mau cari buku Aku karena sebelum AADC saya sudah lama mencari buku ini, serius

4 pemikiran pada “Ada Apa Dengan Cinta? (2002)

  1. Hahahaha setuju ama evi kalo dian sastro butek difilm ini, beda jauh bgt sama sekarang yg luar biasa cantik! Hmmm!
    AADC disebut2 kebangkitan kembali Film Indonesia setelah lama vakum ya..saya sendiri suka banget A2DC, dance Cinta dkk asik juga, sempat diputar diberbagai negara termasuk Jepang, mereka pada kaget lo liat film ini. Coz anak2 SMA udah pada bawa mobil, di Jepang kan msih ngontel sepeda hahahaha
    Boleh lah request film2 indonesia favorit evi? Hhihihihihi
    Apa udah ada ya postingan nya?

    1. Yep soalnya film Indonesia tahun 90an itu suram. Mungkin karena awal 90an itu sudah umum TV sama kaset jadi film kurang diminati lagi makanya film Indo 90an byk yg mesum plus berbudget rendah. Itulah kerennya Jepang, negara mereka pandai bikin mobil tapi yang bawa mobil duluan justru negara mana HAHAHAHAHA.

      Film Indonesia favorit? Sama kayak novel, film Indo yang saya pernah nonton juga baru sedikit sekali jadi gak ah. Jangan ngambek ya Kristina *peluk* *kabur*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s