Curhatku : SUCI 4


“Kalau di Drama Korea sebentar lagi kalian ciuman” < Raditya

Okelah sebelum SUCI 5 diselenggarakan yang berarti SUCI 4 bakalan basi saya jadi ingin curhat singkat terlebih dahulu. Saya akan bagi dalam beberapa point mumpung sedang semangat =D

1. Dodit Mulyanto Close Mic
Jujur saya sempat kaget begitu tahu Dodit close mic setelah stalking di Twitter. Tapi di satu sisi saya senang karena memang saya tidak mau Dodit juara. Banyak yang protes akan kepulangan Dodit membuat saya jadi penasaran apa yang salah dari penampilan Dodit sampai harus dipulangkan juri. Iyasih makin kemari penampilan Dodit makin datar melebihi mukanya yang datar kalau sedang tampil. Dodit membawakan materi fashion dan itu tidak bisa menolong banyak dirinya. Jadi merasa protes orang di twitter yang katanya tidak akan nonton SUCI 4 lagi agak berlebihan. Meski begitu moment close mic di SUCI 4 yang feelnya dapat banget itu ya waktu Dodit close mic. Dodit mengutip kata Raditya bahwa tipe komika ada 2, komika yang mencerdaskan dan komika yang ‘tok’ lucu. Sebagai komika Dodit memilih jadi lucu. Tanpa memilih pun saya akan tahu pilihan Dodit karena semuanya sudah terungkap di Speak Up Game. Kalau saya pribadi akan memilih komika mencerdaskan karena jika suatu waktu komika tidak lucu setidaknya materi yang dia bawakan masih mampu membuat penontonnya ber…oooohh dan itu saya temukan pada sosok Abdur serta sedikit sekali Dzawin.

2. David Nurbianto Juara SUCI 4
Banyak yang protes kenapa si “nugu” nyablak ini bisa menang di SUCI 4 termasuk saya. Memang sih materi Abdur dan David di Grand Final sama-sama lemah tapi ada satu segmen David yang saya tidak habiskan sewaktu streaming saking bosannya. Itulah kesan buruk saya pada David jadi saya coba menonton lagi performnya yang ternyata tidak terlalu buruk. Diawal Show si David ini memang agak garing dan saya sulit untuk percaya begitu tahu dirinya sudah beberapa kali wara wiri stand up di TV sebelum ikut SUCI. Astaga maunya sih jangan garing banget.
Sampai saya menonton Sebelas Duabelas di youtube sebuah acara yang dipandu Om Pandji menampilkan bintang tamu 3 besar SUCI 4. Serius… Saya lebih merasakan aura bintang pada sosok David ketika jadi bintang tamu di talkshow tersebut dibandingkan 2 temannya yang lain. Bagi saya Abdur masih malu-malu, Dzawin lumayan serius sementara David bawaannya santai sambil diselingi candaan membuat dia lebih lucu dari hostnya. Saat Pandji menanyakan proyek kedepan Trio Kasuari SUCI 4, saat Abdur Dzawin sama-sama berniat membuat show lain halnya dengan David yang punya jawaban sederhana yakni ingin menyegarkan materi Stand Up nya. Yailah David, jadikan aku Nyaimu. Nyaimu disini kakak David. Ngojek sama saya yuk, itu passion saya juga😀

3. Abdur & Dzawin
Serius saya cuma bisa cengengesan lihat mereka berdua. Skinship yang terjadi sangat menarik perhatian hahaha. Couple favorit saya di SUCI 4 deh pokoknya. Di acara Sebelas Duabelas kan Dzawin “disiksa” waktu game Truth or Dare. David bongkar rahasia Dzawin kalo Dzawin kagak pernah shalat jumat sedangkan Pandji bilang si Dzawin waktu syuting lagi tidak puasa. Giliran Abdur bongkar rahasia Dzawin si Abdur cuma nyuruh Dzawinranger tobat jadi fans Dzawin lol. Dzawin pas pura-pura pingsan Abdur langsung siaga nangkap Dzawin disampingnya terus pasang muka khawatir gitu. Saya cengengesan. Waktu Dzawin close mic si David sujud syukur karena bisa masuk 2 besar sementara Abdur langsung datang meluk Dzawin hihihi. Oh ya katanya si Abdur mau sujud syukur kalau nanti Dzawin close mic tapi batal dan Abdur ngaku kalau dia sempat menganggap enteng si Dzawin. Kalau lagi battle beberapa kali Dzawin kelihatan manggil Abdur “anj***”. Suka mengambil tagline seperti “Karo Opo Mase” yang pernah diucapkan Dzawin juga pernah dipakai Abdur. Hahaha saya normal kok saya hanya suka bromance keduanya saja. Toh Abdur sama Dzawin sudah punya pacar. Kumohon jangan berpisah😀

4. Dzawin Lebih “Jelek” Dari Yudha Keling

Radit kerap kali mem-bully tampang seorang Yudha Keling padahal bagi saya Yudha masih mendingan ketimbang Dzawin (maaf saya gak punya mata hati). Dzawin itu hitam banget di TV, kadang agak “huhu” dan kayaknya perokok deh. Dzawin ini tidak meyakinkan sebagai anak pesantren mungkin kalau David dan Hifdzi yang mengaku anak pesantren saya akan lebih percaya. Tapi Dzawin sendiri konsisten untuk mengaku tidak alim dan saya sangat menyukai khas Dzawin yang ini. Abdur pernah bilang kalau Dzawin pintar mengaji dan dimana kita bisa lihat Dzawin bisa mengaji? Hehehe Dzawin ganteng kok saya bercanda. Kalau pria yang berkulit gelap saja sudah terlihat good looking apalagi kalau putih. Beda kalau pria putih jadi berkulit gelap belum tentu good looking

saya mah gitu orangnya, kalau bercanda memang suka serius.

2 pemikiran pada “Curhatku : SUCI 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s