Film Badai Pasti Berlalu (1977)

Tampaknya saya sudah sering bercerita tentang Badai Pasti Berlalu bahwa saya kurang menyukai novelnya yang lambat dan saya lebih suka versi filmnya. Jadi disini saya mau membahas versi film Badai Pasti Berlalu yang dirilis tahun 1977 dan disutradarai oleh Teguh Karya.

Versi film Badai Pasti Berlalu seperti rangkuman dari versi novelnya yang panjang padat tersebut. Sayangnya untuk ukuran sebuah rangkuman Teguh Karya kurang membuat filmnya menjadi padat singkat juga jelas. Saya menyuruh sepupu yang belum membaca novel Badai Pasti Berlalu untuk menonton versi film ini dan hasilnya ada beberapa pertanyaan kebingungan dari sepupu saya. Pertanyaan tersebut akan terjawab jika kita sudah membaca novelnya jadi yang belum membaca novel karya Marga T ini kemungkinan besar bakalan kebingungan dengan cerita Badai Pasti Berlalu kenapa bisa begini begitu. Meski saya sudah baca novelnya dengan jujur saya juga ikut merasakan penyebab kebingungan dari sepupu. Apakah film yang saya temukan di youtube mengalami pemotongan? Harusnya Badai Pasti Berlalu berdurasi 2 jam mengingat novel satu ini sangat panjang sekali. 30 menit awal pergantian adegan terjadi secara berantakan dan itu cukup bikin kaget jika benar sutradaranya Teguh Karya. Jadi panjangnya novel Badai Pasti Berlalu yang membuat pembaca bosan tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Untung saja setelah itu Badai Pasti Berlalu “berlalu” dengan rapi terutama setelah pertemuan Siska dan Helmy. Waktu adegan Siska lari dari rumah Helmy itu bikin frustasi banget dimana lambang-lambang tertentu semacam bunyi lonceng gereja, tali putus dan gasing berputar-putar sukses bikin saya se-stress Siska. Yang jelas intinya karena saya kurang suka novel panjang tapi detail dari Badai Pasti Berlalu jadi saya tetap menyukai versi film ini walaupun kurang memuaskan. Kalau saya belum baca novelnya tidak tahu film yang meski disutradarai Teguh Karya ini bakalan bagus atau jelek. Pada tahu kan Badai Pasti Berlalu dibuat remake-nya pada tahun 2007? Saya mau menontonnya tapi setelah tahu kebun karet diganti jadi Pulau Bali, hahahaha nggak usah deh. Makasih.

Siska mengasingkan diri dan hatinya pasca sang tunangan yang kuliah di luar negeri memutuskan kawin dengan teman Siska. Undangan sudah disebar, pernikahan batal dan Siska jadi gunung es juga anti pada yang namanya laki-laki. Leo memasuki kehidupan Siska atas maksud memenangkan taruhan 100 ribu dari temannya dengan syarat bisa bertunangan dengan Siska. Pada suatu pesta salah satu teman Leo berseloroh bahwa Leo seorang penderita diabetes. Seorang diabet tidak bisa menikah dengan diabet, Siska yang diberitahu dokter bahwa dirinya positif diabetes beberapa waktu lalu sangat terpukul bahwa dirinya yang telah mencintai Leo namun tetap tidak bisa jadi suami Siska. Begitu rahasia taruhan terbongkar Siska memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjauhi Leo dan Leo salah paham jika Siska tidak mengerti perasaannya yang kini jadi betul-betul menyukai Siska diluar taruhan tersebut. Kemudian Siska bertemu Helmy dan cukup mudah Siska berbaur dengan Helmy sampai ketahuan sudah modus Helmy mendekati Siska. Siska jadi jijik tapi demi kebahagiaan keluarga terpaksa Siska menikahi Helmy. Anak bernama Cosa hadir ditengah-tengah mereka tapi itu tidak bisa menyelamatkan rumah tangga Siska dan Helmy.

Badai Pasti Berlalu merupakan cerita yang tidak bisa dilewatkan begitu saja karena ceritanya memang bagus. Walau karakternya jauh dari kata keren tapi tidak ada karakter menyebalkan termasuk Helmy. Saya kasihan pada Helmy di ending cerita walau nyatanya dia memang salah karena tidak memberi rumah tangganya dengan Siska sebuah privasi. Dan btw Slamet Rahardjo tidak happy ending dengan Christine Hakim itu sakit TT. Christine Hakim bening seperti biasanya walau saya lebih suka lihat beliau di Cinta Pertama. Roy Marten mah selalu keren sumpah dia ganteng banget disini. Jadi dokter muda yang jago karate kan keren. Terimakasih Teguh Karya karena Roy Marten bisa bermain di film Badai Pasti Berlalu mengingat kayaknya inilah satu-satu film Roy Marten dengan sutradara Teguh Karya. OST nya juara banget. Saya sudah lama lope lope dengan Album Soundtrack Eros Djarot, favorit saya Merpati Putih🙂

3 pemikiran pada “Film Badai Pasti Berlalu (1977)

  1. indra wb

    Satu2-nya film nasional yang bener2 saya nantikan rilisannya kembali, entah itu dalam bentuk DVD ataupun Blueray termasuk Soundtrack-nya (versi 1977), kemaren saya baru dapat CD Soundtrack-nya meski ternyata bukan versi remasternya (kwalitasnya gak bagus) namun saya tetap puas karena saya termasuk orang yang suka mengumpulkan benda2 favorite dan Badai Pasti Berlalu merupakan salah satunya (saya telah membeli kasetnya sebanyak 2x karena yang pertama dipinjam teman dan gak kembali dan alhamdulillah setelah hunting dan tidak terlalu sulit saya mendapatkannya kembali).
    Dan sekarang saya senantiasa hunting untuk versi film-nya dan sama seperti anda untuk versi remake-nya saya samasekali tidak tertarik, saya akan tetap setia pada versi 1977.
    Pertanyaannya kenapa film sebagus itu tidak ada satupun investor di negeri ini yang mau invest untuk sesuatu yang benar2 berharga bagi karya perfilman nasional ya?

    1. Wuih kece nih komennya.

      Saya termasuk gembira banget wkt tau film jadul 3 Dara mau tayang lagi di bioskop karena remake nya juga akan rilis. Ngarep semoga nantinya beberapa film jadul juga menyusul, ya salah satunya BPB. Bakalan asik banget kalau nonton di bioskop dengan kualitas yg udah bagus. Industri film emang bikin dilema, selalu mentok dalam soal dana

  2. Anastacia W

    Seneng banget ketemu para fans setia Badai Pasti Berlalu. Berhubung saya penggemar tulisan Marga T (cuma untuk beberapa novel awal yg ditulis BPB, Karmila, Gema Sebuah Hati, SetangkaicEidelweiss sisa novelnya yg puluhan ga ada yg sreg lagi) happy bukan main ketemu full movie Badai Pasti Berlalu di youtube yang memang baru di upload beberapa bulan lalu oleh seseorang yg sungguh baik hati…, kualitas filmnya sangat menyedihkan, salah kita juga ya pengarsipan film ga serius.

    Dari sisi cerita script ditulis ulang supaya lebih menarik karena di novel, Marga T menjelaskan panjang lebar kehidupan tokoh terus kita mengambil kesimpulan bahwa finally mereka (Leo dan Siska) jadian terus secepat itu pula bubar lagi😦 Script film ada adegan tambahan mereka berdua pacaran di Cibodas dan buat rencana serius untuk menikah.
    Ada beberapa perbedaan antara cerita dibuku dan film tapi menurut saya sah aja berhubung film ini kan kudu men summarize buku setebal sekian ratus halaman yg isinya banyak adegan mahasiswa kedokteran.

    Akting pemain semuanya top, senang melihat review anak2 muda yg beda generasi dengan saya bangga nonton film ini. Komentarnya kebanyakan muji akting para pemain, Christine Hakim, Slamet Raharjo itu memang orang Teater Populer yang pendirinya adalah sang sutradara Teguh Karya (nama2 lain dari Teater Populer muncul dalam film ini tapi berperan dibalik layar Tuty Indra Malaon yg laen lupa)Roy Marten juga keren banget baik akting maupun tampang hehehehe..
    Saya penasaran sama pemain lainnya saya tahu Herman Masduki pemeran Jonny yang kemudian juga main dibeberapa film Teguh Karya, tapi setelah itu hilang sama sekali ga pernah kedengeran kabarnya. Pemeran Nani, Miki itu siapa ya ?
    Film ini dibuat dengan serius secara sutradaranya emang sangat qualified, punya selera dan sangat serius kalau bikin film.

    Kalau urusan musik jangan ditanya sound track film ini sudah menjadi legacy untuk khasanah musik Indonesia. I adore all the songs,as simple as that hehehehehe. Lucunya baca comment di Wikipedia Teguh Karya tadinya nolak waktu denger demo musik Eros terutama waktu denger suara Berlian Hutauruk katanya ini penyanyi apa,kuntilanak LOL..Eros ngambek kalo bukan Berlian lebih baik ga usah sebab sutradara prefer Anna Manthovani. Ternyata instink Eros emang tajam berkat lengkingansuara Berlian ditambah vokal alm. Chrisye album ini sungguh cetar.

    Pernah baca bahwa album ini susah di remake karena pembagian royalty diantara para pencipta konon katanya semua merasa punya andil ,well banyak nama-nama besar yang terlibat untuk album ini selain Eros Djarot ada FAriz RM juga anak-anak gank pegangsaan.

    I wish dengan setulus-tulusnya semoga film ini bisa di remake seperti film Tiga Dara tempo hari tidak lupa albumnya punya kesempatan di remake lagi.
    Semoga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s