Curhatku : Jodha Akbar Episode 372

Hahahahaha ceritanya mendadak. Saya penasaran ingin menonton Jodha Akbar episode 372 yang tayang 11 November kemarin dikarenakan foto kemesraan Jodha Jalal pada episode tersebut diposting admin facebook Jodha Akbar Fans Club Indonesia. Saya sih tidak update banyak tentang Jodha Akbar yang tayang di Zee Tv cuma berusaha update kalau ada adegan Jodha Jalal romantis bareng. Hahaha penonton macam apa ini.

Adegan romantisnya terdapat dimenit awal episode 372. Jodha mengoleskan krim obat pada setiap luka menganga yang terdapat ditubuh suaminya. Ekspresi Jodha seperti tidak senang dan memang benar karena setelahnya Jodha memarahi Jalal yang tidak mengatakan apapun bagaimana Jalal mendidik Salim. Saat akan pergi Jalal menahan tangan Jodha, menyuruhnya duduk dan meminta Jodha mengobati lukanya yang lain jadi Jodha diminta untuk mendekat. Jodha mencari luka Jalal tapi tidak menemukannya. Jalal memegang tangan Ratu Jodha dan menaruh tangan Ratu Jodha didadanya membuat Jodha tersenyum. Jalal berkata ada luka didalam sini, luka yang dibuat Jodha saat keduanya pertama kali bertemu, pantulan wajah di danau, Jodha yang tidak ingin disentuh sampai Jodha memberikan hatinya pada Jalal. Jodha memukul pelan dada Jalal disambut racauan “ouch” yang membuat Jodha khawatir. Jalal tetap minta kepada Jodha untuk diobati “luka”nya. Keduanya hanyut dalam suasana nostalgia kemudian Jodha berbaring disamping Jalal. Jalal mencium tangan Jodha sementara Jodha mengusap pipi Jalal. Keduanya berbaring dalam satu bantal sambil memejamkan mata. Romantis😀

Kali ini Rajat dan Paridhi nampak jauh lebih baik melakukan adegan romantis terutama Paridhi yang kelihatan jauh lebih nyaman dan tidak kaku bahkan ketika harus memegang dada terbuka Rajat. Lumayanlah cuma sayangnya kurang lama -_-

~~~

Jalal memejamkan matanya lalu aku juga mengikutinya. Kudengar Jalal berbisik ditelingaku.

"Jodha, kau sudah tertidur?" ini geli ditelingaku.

Kupertahankan mataku agar tak terbuka dan kurasakan seperti ada sesuatu mengenai bibirku. Refleks kubuka mataku dan kudapati bibir Jalal menempel dibibirku.

"Apa yang kau lakukan?" Aku terduduk dan kupegang bibirku.

"Hahahaha. Kumohon lain kali jangan menggodaku dengan pura-pura tertidur" Jalal tertawa puas. Aku kesal dan aku ingin membalas perlakuannya tadi.

Kuputuskan untuk kembali berbaring. Kuletakkan kepalaku didada Jalal, kupeluk erat bahunya dan kutindih kakinya dengan kakiku. Jalal nampak kesakitan.

"Hentikan. Apa gunanya mengolesi obat ke luka jika kau masih membuat luka baru? Ini menyiksaku Ratu Jodha" nada suaranya membuatku iba tapi tetap kupertahankan posisiku meski sedikit aku longgarkan.

"Sudahlah diam saja. Aku tengah menikmati irama jantungmu, berdegup keras sekali" kudengar sambil sesekali kugesek kepalaku didadanya. Terus kulakukan dengan sengaja tapi Jalal tidak menanggapi apapun dan tubuhnya turut tidak merespon. Tiba-tiba dia bangkit duduk mengangkat dadanya tanpa peduli kepalaku tadi nyaman disitu. Kukira dia tertidur. Ada apa ini, kenapa Jalal diam saja. Apakah dia marah? Aku tentu takut.

"Berhentilah menggodaku Ratu Jodha. Jangan ledek degupan jantungku yang kencang karena aku mencintaimu" Jalal menatapku dengan serius. Aku jadi takut tetapi tiba-tiba Jalal menaruh tangannya didadaku.

"Jantungmu pun berdetak kencang juga Ratu Jodha, tidak kalah kencang dengan jantungku" Jalal tetap serius. Aku heran sekaligus bingung dengan perilakunya. Jalal melepaskan tangannya dari dadaku kemudian dia berbaring kembali.

"Kemari Ratu Jodha. Berbaringlah disampingku". Dengan takut takut aku menuruti permintaannya. Aku tidur miring disamping Jalal dan kubuat sedikit jarak. Dengan kasar Jalal menarikku, dia juga ikut tidur miring sehingga tubuh kami berdua sangat dekat. Tangan Jalal memelukku dan kedua tanganku kulipat sehingga membatasi dadaku dengan dada Jalal.

"Begini jauh lebih baik. Tidurlah yang nyenyak Ratu Jodha dan jangan beranjak dari posisi ini. Aku tidak apa-apa. Aku suamimu jadi jangan takut". Aku yakin Jalal sengaja mengucapkan itu tepat didepan bibirku. Tiap Jalal berkata-kata sedikit bagian bibir kami akan bertemu. Selamat malam Jalal, kau sangat menyiksa.

Maaf cuma Fanfiction.

~~~

7 pemikiran pada “Curhatku : Jodha Akbar Episode 372

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s