Olimpiade Indonesia Cerdas Episode 39 (Semifinal Jumat Ronde 1)


Raffel dan Pribadi dari SMA 13 Jakarta, penampilannya paling khas

Jam 19.00 merupakan jam yang penting bagi para penonton TV macam saya karena biasanya akan ada acara unggulan (entah itu sinetron, ajang pencarian bakat dsb) di jam segitu. Perlahan seiring makin turunnya kualitas acara TV ditambah adanya internet, saya bukan lagi tidak menonton TV jam 19 melainkan saya nyaris tidak pernah menonton TV seharian. Nah untung saja setelah sekian lama akhirnya ada acara TV tayang pukul 19 yang layak untuk disaksikan. Settingnya sama dengan yang kebanyakan yakni melibatkan remaja sekolahan tapi bukan sinetron melainkan sebuah acara dengan format cerdas cermat bernama Olimpiade Indonesia Cerdas. Berkat acara ini saya kembali jadi penonton TV setia jam 19.

Saya pribadi tidak mengikuti OIC dari awal, saya mulai mengikutinya waktu sudah masuk babak penyisihan ke-3. Tibalah semifinal OIC yang meloloskan 6 sekolah yakni MAN Insan Cendekia, SMA Global Prestasi, SMA 39 Jakarta, SMA 13 Jakarta, SMA 1 Depok dan SMA 28 Jakarta. Pada hari kamis kemarin 3 sekolah yang lebih dulu saya sebutkan telah melaksanakan semifinal mereka sendiri tapi saya tidak menontonnya karena hujan petir. Yaa padahal sudah penasaran sekali sama MAN Insan Cendekia, mereka lolos ke Grand Final dan rasanya saya belum pernah melihat mereka bertanding. Jadi kali ini saya mau mencurhatkan semifinal 3 sekolah tersisa yang tayang beberapa jam lalu; SMA 13 vs SMA 1 vs SMA 28.

Selama mengikuti OIC saya merasa jika 3 sekolah diatas masing-masing punya peluang juara bila dibandingkan tim lain. Nah tapi mereka sudah bertemu di 3 besar yang artinya akan ada sekolah gagal masuk ke final. Pertarungan yang seru, bukan? Olimpiade Indonesia Cerdas Episode 39 Semifinal Jumat Ronde 1 dimulai.


SMA 13 sebagai TIM A dengan punggawa mereka; Raffel, Pribadi dan Afifah.

Pada babak yang kalau tidak salah bernama Cepat Tepat Tim A tidak memperoleh skor apapun tapi mampu membalikkan keadaan di babak Mini Kotak Katik dengan meraih skor 90. Cepat Cermat Tim A dimana tugasnya menyentuh bendera 5 negara pertama yang bergabung di Uni Eropa berhasil menebak 4 negara saja. Babak Kotak Katik Tim A tidak tampil maksimal seperti sebelum-sebelumnya jadi tidak berhasil membuat garis. Tim A menurun nih, apa mungkin kurang mantap di strategi? Saking turunnya Afifah yang biasa ikut tampil hanya berkontribusi sedikit, untung saja Raffel tidak nyaris seperti Afifah. Semangat SMA 13, ada ronde 2 dan saya yakin kalian bisa. Total skor yang diperoleh SMA 13 adalah 170.


Tim B yakni SMA 1 Depok yang suka bikin rekor, beranggotakan Jundi, Rafli dan Edo.

Di babak pertama SMA 1 tampil cemerlang dengan meraih skor tertinggi begitu juga pada mini kotak katik meski harus kalah dari SMA 13. Paling suka waktu TIM B disuruh menebak 5 negara Afrika yang memakai mata uang Franc, Tim B sapu bersih dengan memperoleh skor 70. Babak Kotak Katik format baru mereka mendapat skor 120 kalau tidak salah. Total skor diakhir acara 290, wow. SMA 1 semakin pintar-pintar saja. Tingkatkan ya!


Tim C berisi 3 siswa SMA 28 bernama Rifa, Nafla dan Alif. Btw kalau penasaran sama penampilan saya saat SMA dulu, suruh Nafla buka kacamata dan itulah saya😀

SMA 28 tampil masih seperti mereka yang sebelum-sebelumnya. Penurunan Tim A membuat Tim C lebih unggul, Rifa biasanya diam tapi ada Afifah yang jauh lebih “diam” pada episode kali ini. Walau Tim C belum ada peningkatan mencolok namun Tim C punya strategi yang bagus membuat mereka meraih selisih 10 poin dengan Tim A di skor akhir dengan meraih skor 180. Maju terus Rifa Nafla Alif.

OIC Episode 39 berjalan lumayan seru untuk battle 3 sekolah yang selama ini saya tandai sebagai pemenang. Semoga SMA 13 mampu memperbaiki di ronde 2. Spesial di babak semifinal ini sekolah masing-masing menampilkan kesenian. SMA 1 dengan tari saman, gendang dan gitar modern plus penyanyi cantik. SMA 13 menghadirkan 3 penari tradisional dan SMA 28 menyajikan versi acapella lagu Bohemian Rhapsody nya Queen dengan Alif di bagian akustik. Lucu-lucu tiap kesenian muncul karena 3 sekolah lambai-lambai dibelakang kayak penonton bayaran. Btw paling suka penampilan SMA 1 apalagi suporter SMA 1 kacau banget suka nyapa-nyapa suporter lawan, hahahaha.

Game semifinal baru plus format baru Kotak Katik tanpa pengurangan nilai, kok bisa ya? Intinya suka deh dengan penambahan-penambahan yang menekankan bahwa ada beda antara semifinal kali ini dengan babak sebelumnya. Sampai ketemu di ronde 2 SMA 13, SMA 1 dan SMA 28, you guys the best!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s