Day 2 : Min Hyuk dan Yoo Jung

Mengetahui Yoo Jung tengah hamil, Min Hyuk memaksa istrinya agar meneruskan libur padahal Yoo Jung sangat ingin membuat roti. Yoo Jung kesal.

“Apa hakmu untuk kesal, HAH? Kau yang berniat menyembunyikan kehamilanmu, harusnya aku yang kesal” Min Hyuk mengereskan suaranya.

“Bukan begitu maksudku Min Hyuk. Tapi ya aku memang salah, aku mengerti apa yang kau rasakan. Jadi ayo duduklah” Yoo Jung membujuk dengan memegang tangan Min Hyuk, Min Hyuk pun luluh.

Kini keduanya duduk diam didepan meja tempat biasa Yoo Jung membuat adonan. Mejanya bersih tidak ada bekas tepung sedikitpun. Suasananya canggung sampai bel berbunyi. Min Hyuk beranjak untuk membuka pintu.

“Ada tamu agung” Min Hyuk berteriak ceria ke Yoo Jung

“Ah, jangan bilang begitu. Aku kan malu” sang tamu yang masih didepan pintu menyahut.

“Ah, Evi kau ternyata yang datang. Aku senang sekali” Yoo Jung menyambut Evi.

“Hei, kau sedang hamil. Siapa yang menyuruhmu kemari? Jangan banyak bergerak” Min Hyuk kembali berteriak.

“Huh, Yoo Jung kau hamil?” Evi terbelalak

“Ya, kau lihat kakak iparmu ini. Aku suaminya tapi dia terlambat memberitahuku perihal kehamilannya” Yoo Jung menunduk ditunjuk Min Hyuk

“Sudah sudah. Kalian tidak mau memerintahkan ku masuk malah asyik adu mulut” Evi ikut membalas.

“Ya, itu yang aku mau daritadi” Yoo Jung bernada ngambek dan ketiganya pun tertawa lalu masuk kerumah.

Evi datang mengenakan kaos bergambar Guns n Roses berwarna biru dan celana garis-garis hitam oranye. Ketiganya kompak duduk didepan TV.

“Min Hyuk begitulah perempuan. Kita ini istimewa, suka memberi kejutan kepada orang yang kita cintai. Yoo Jung mencintaimu dan ku yakin dia tidak berniat menyembunyikan kehamilannya padamu. Kita perempuan lebih mengerti momen ketimbang pria. HAHAHAHAHA” Evi tertawa keras, Yoo Jung ikut tertawa sementara Min Hyuk bengong.

“Oh begitu ya. Lalu kenapa kau tidak menikah saja dengan perempuan?” Min Hyuk balik menunjuk Evi, entah sejak kapan Min Hyuk suka menunjuk lawan bicaranya.

“Kalau bisa aku pasti akan menikahi perempuan. Aku akan menikah dengan Yoo Jung. Aku akan menafkahi anak kalian berdua” Evi merebut tangan Yoo Jung, memegangnya dengan erat melanjutkan tawanya.

“Diamlah kau pengangguran” Min Hyuk merebut tangan Yoo Jung, ketiganya tertawa.

~~~

“Pengangguran, apa yang membawamu kemari?” Yoo Jung berusaha menggoda Evi.

“Ah terserah. Aku kemari ingin memberitahu bahwa Ji Sung dan Hwang Jung Eum reuni di drama Kill Me Heal Me” Evi mulai serius

“Ah iya, aku lupa memberitahumu kemarin” Yoo Jung memegang dahinya.

“Kemarin kami berdua senang sekali. Kami excited sampai Yoo Jung memberi tahu kehamilannya…” Min Hyuk menghentikan kata-katanya.

“Kalian tahu, waktu aku mendapat beritanya di situs hancinema, perilaku ku lebih ekstrim lagi. Aku langsung ke WC” Evi tidak mengubah nada seriusnya.

“Ah kau mengada-ada. Hanya karena Ji Sung Hwang Jung Eum reuni perutmu sakit?” Yoo Jung menatap Evi dengan serius. Evi memutus tatapannya.

“Ah tidak, itu karena perutku memang sakit makan mie terus. HAHAHAHA” Evi tertawa tapi tidak dengan Min Hyuk dan Yoo Jung.

“Kalian tahu Park Seo Jun? Dia juga bermain di drama itu. Aku jadi makin semangat menantikan dramanya yang siap tayang Januari” Evi sumringah.

“Oh, dia yang bermain di drama One Warm Word itu kan?” Min Hyuk mengangkat telunjuknya.

“Ya, betul sekali. Ngomong-ngomong soal One Warm Word membuatku sedih. Blogger Indonesia yang menulis sinopsis One Warm Word namanya Ayu baru saja dipanggil Tuhan. Dia meninggal dan aku tidak tahu apapun tentang dia karena kami tidak mengenal. Tanpa tulisannya mungkin aku bakal biasa saja dengan Park Seo Jun”😦

“Ah, Evi aku turut berduka pada temanmu. Sekarang dia telah menjadi manusia yang sempurna” Yoo Jung memegang pundak Evi menenangkannya.

“Dia orang yang baik. Dia menulis yang membuat pembacanya senang. Itu membahagiakan” Min Hyuk tersenyum.

“Hmmm kalian punya Chivas Regal? Kalau tidak bisakah aku minta kopi?” Evi merapikan rambutnya yang kusut.

“Heh anak muda jangan berlagak bak pengangguran tanggung. Sejak kapan kau suka mabuk? Lebih baik kubuatkan kau kopi” Min Hyuk beranjak dari sofanya.

Min Hyuk tiba membawa kopi yang tiba-tiba Yoo Jung merasa mual. Yoo Jung lari ke kamar mandi dan tanpa mempedulikan tamunya Min Hyuk menyusul Yoo Jung. Min Hyuk menepuk punggung Yoo Jung dengan lembut. Yoo Jung muntah di wastafel. Setelah semuanya baik Min Hyuk dan Yoo Jung melihat ke cermin. Min Hyuk mengecup pipi Yoo Jung.

“Yoo Jung, maafkan aku”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s