Dilema Di Balik Berita Eksklusif

Lusa tahun 2014 resmi berganti tahun 2015, karena saking kurang semangatnya saya jadi tidak merasakan pergantian tahun semakin dekat, hari-hari berlalu ya sudahlah. Hal itu pun ikut berdampak pada kebingungan saya apakah ingin menulis artikel sejenis Kaleidoskop dan paling penting mengenai Drama Korea favorit di 2014. Semuanya kurang semangat karena jujur Drama Korea 2014 rasanya tidak ada yang sreg bila dijadikan peringkat 1 dan ditambah lagi Peristiwa Kecelakaan Pesawat Terbang terjadi lagi diakhir tahun. Turut berduka cita dari lubuk hati paling dalam. Hanya bisa berdo’a.

Media beraksi. Apa yang ditampilkan media akan menjadi perhatian kami semua. Para media TV saling beradu mengisi laporan kecelakaan pesawat. Yang menakutkan terjadi yakni para media mulai semaunya saja seperti shoot tanpa perasaan pada keluarga korban yang menolak di shoot sampai paksaan untuk melakukan wawancara sana sini. Mulai tidak beres. Miris sekali.

Puncaknya pada siang tadi. Alhamdulillah dugaan saya terbantah, ada titik terang pada kasus pesawat jatuh kali ini membuat Anchor maupun Reporter saling menahan tangis saat menjalankan tugas mereka. Berita eksklusif disebuah stasiun TV menampilkan korban mengapung di lautan luas dengan pakaian hilang entah mengapa, tanpa sensor saking terburu-buru. Kabarnya pada saat berita eksklusif stasiun TV itu ditonton keluarga korban banyak yang shock sampai pingsan. Alasan stasiun TV itu sendiri demi menekankan pembenaran bahwa korban benar ditemukan tapi tentu saja alasan tersebut plus permintaan maaf dari anchor tetap tidak mampu menghalau kecaman.

Disisi lain saat saya menyaksikan berita eksklusif itu saya mengalami dilema. Di sebelah sisi saya bersyukur melihat berita itu untuk memuaskan rasa kepo saya dan sisi sebelah saya malu dan mau menangis membayangkan bagaimana perasaan keluarga korban.

Kejadian demi kejadian ini mengingatkan saya pada Drama Pinocchio. Tiap reporter sudah pasti mengidam-idamkan berita eksklusif yang mereka harapkan hanya bisa dilihat pemirsa di stasiun TV mereka bekerja, reporter Pinocchio memperlihatkannya dan liputan ekslusif siang tadi membuktikannya langsung. Tinggal bagaimana para reporter menjadikan berita ekslusif tersebut jadi menarik tanpa lupa untuk memikirkan perasaan yang bersangkutan saat mereka menayangkan berita ekslusif. Ini menyedihkan manakala stasiun TV tersebut seakan hilang rasa peduli pada keluarga korban demi berita eksklusif dan mirisnya liputan ekslusif tersebut tetap kita nikmati bersama mau tidak mau. Semoga saja media menyadari dan mulai membatasi ini agar tiada Song Cha Ok pada reporter kita plus tiada lagi acara selebriti berbahagia live pada suasana duka di TV kita. Ah malu sama Korea Selatan.

2 pemikiran pada “Dilema Di Balik Berita Eksklusif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s