Curhatku : The King’s Face Episode 16 dan 17


ABS = Asal Bapak Senang😀

(Kalau tidak salah) Setahun setelah perang Imjin pamor Gwanghae Seja meningkat drastis membuat Raja Seonjo jadi marah sekaligus cemburu. Akibatnya Seonjo suka tidur berjalan . Gwanghae Seja dengan kumis baru membawa tentara relawan ke istana. Banyak perubahan, kematian menjemput Pangeran Shinsung sehingga dia digantikan oleh kakaknya yakni Pangeran Jungwon yang tidak kalah mirip sama sang ibunda Gwiin Kim. Dengan alasan berbeda dengan yang dulu Imhae tetap sama ambisinya ingin menjadi Putera Mahkota. Ckckck.

Pengakuan sebagai pahlawan negara karena telah melawan Jepang yang hendak ditujukan pada Tentara Relawan dan Gwanghae tidak mendapatkan izin dari Yang Mulia. Gwanghae memohon demi tentara relawan sementara tentara relawan juga berencana memohon agar Raja mengakui Gwanghae bukannya Jungwon dan Shinsung. Voila, Kim Do Chi memberitahu Raja bahwa tentara relawan berencana melakukan kudeta agar Gwanghae jadi Raja. Tentara relawan ditangkap, Do Chi memberitahu 1 tentara bahwa dia harus menjawab Gwanghae Seja jika ditanya soal rencana pengkhianatan agar tentara tersebut selamat.

Gwanghae menyadari rencana Do Chi membuat Do Chi ditangkap pihak istana tapi dengan mudah pula dia bebas. Gwanghae yang menanti kepulangan Ga Hee dari Manchuria harus menerima kenyataan pahit bahwa Ga Hee atas bujukan Permasuiri sekaligus berkorban menyelamatkan Gwanghae memilih menjadi wanita Yang Mulia. Kehadiran Ga Hee langsung memberikan Yang Mulia keceriaan dan kesembuhan dari tidur berjalan. Gwanghae jatuh sakit karena patah hati tapi Permaisuri sakit-sakitan yang meninggal dunia. Atas pengakuan permaisuri sebelum meninggal, Gwanghae berusaha move on. Episode ini berakhir pada Gwanghae menyelamatkan cendekiawan Joseon yang menolong Ga Hee di Manchuria.

Episode 16 dan 17 saya menikmatinya. Kim Do Chi semakin membuat kesal saja karena dia jadi suka menghasut. Mudah saja apalagi rajanya adalah Seonjo. Baguslah episode 17 tidak menampilkan kegalauan luar biasa dari Gwanghae. Semoga Gwanghae mengingat kalau dia sudah punya istri. Atas nama “selama orang yang aku cintai bahagia”, Ga Hee akhirnya jadi wanita Seonjo padahal sebelum itu saya mewanti-wanti Ga Hee akan terlibat cinta dengan cendekiawan narsis. Walau sebenarnya Gwanghae dengan tangan terikat akan diinterogasi kurang kuat menjadi alasan Ga Hee untuk menuju istana, sejauh ini saya mendukung Ga Hee. Dia tidak berucap juga tidak bertindak menyebalkan dan berhasil menghentikan tamparan Gwiin Kim. Seonjo benar-benar bahagia dengan Ga Hee diistananya. Sosok Ga Hee memang cocok untuk Seonjo disaat dominasi Gwiin Kim yang diperkuat Kim Do Chi apalagi Permaisuri meninggal dunia. Tapi kalau ingat intro episode 1 hal ini membuat saya agak parno. Imhae.. Imhae.. Kamu kapan berubah sih?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s