FanFiction : Sensible Cute – California


Fanfiction “Sensible Cute” Edisi California. Jang Ki Tae dan Kim Yi Ri.

Daun-daun hijau mengering kecoklatan sementara langit mendung. Jang Ki Tae dan Kim Yi Ri berjalan santai ditepi jalan yang sepi. Karena seperti akan hujan Yi Ri mempercepat langkahnya sementara Ki Tae… Tiba-tiba dia berlutut simpul jari seperti berdo’a. Yi Ri bengong.

“Ki Taeeeeee. Apa yang kau lakukan, sebentar lagi hujan” Yi Ri menggoyang tubuh Ki Tae dengan sedikit membungkuk. Tapi Ki Tae tetap diam.. Memejamkan mata.

“Kalau kau sedang berdo’a apakah kau sedang berdo’a untukku?” Yi Ri mulai narsis tapi hujan pun turun. Ki Tae tersadar dan berlari dengan Yi Ri mencari tempat berteduh

~~~

Sepi. Mendung sudah lama jadi orang-orang enggan keluar rumah kecuali Yi Ri dan Ki Tae. Kini keduanya basah kuyup dan berteduh disebuah rumah kecil.

“Ki Tae.. Kau tadi berdo’a kan? Berdo’a apa?” Yi Ri menggigil

“Iya. Aku berdo’a agar hujan turun” jawab Ki Tae dengan santai

“Apaaaa, Ki Tae sialan. Kau tidak tahu kemarin aku demam karena tercebur didanau terus kau meminta hujan agar aku demam lagi, begitu?” hujan yang deras gagal menyamarkan gelegar kemarahan Yi Ri ke Ki Tae

“Tidak Yi Ri. Ini sebagian dari rencanaku dan syukurlah Tuhan merestuinya. Aku bisa melindungimu jadi aku ingin menghangatkanmu” Ki Tae menengok ke Yi Ri

“Menghangat…kan?? Hmmm” Yi Ri berpikir tapi terlambat karena Ki Tae sudah menciumnya. Tidak lama Ki Tae melepas ciumannya.

“Seperti itu. Kau merasa hangat?” Ki Tae berkata dengan lembut

“Bibirmu dingin, tidak ada api di bibirmu jadi mana mungkin bisa hangat?” Yi Ri memegang bibirnya

“Oh begitu ya…” Ki Tae termenung suasana hening

~~~

Keduanya terdiam dengan telapak tangan diketiak masing-masing. Hujan masih ganas, kalau mereka pulang sama saja membasahkan diri lagi. Yi Ri memecah kesunyian.

“Ki Tae.. Ciuman apa yang tadi kita lakukan?” Yi Ri bertanya dengan ragu-ragu

“Ungkapan bahwa aku mencintaimu. Biasanya ciuman tadi akan membuatmu aman dan hangat jika kau melakukannya dengan orang yang kau cintai. Jujur.. Aku mencobanya padamu aku merasa hangat tapi kamu..” Ki Tae menatap Yi Ri

“Ki Tae.. Bibirmu dingin sekali tadi.. Aku khawatir. Bukankah rasa khawatir juga pertanda cinta bukan hanya ciuman..” Yi Ri berubah sedih

“Yi Ri.. Kau mencintaiku?” Ki Tae memegang tangan Yi Ri yang dingin

“Ya.. Aku mencintaimu” Yi Ri membalas genggaman tangan Ki Tae membuat Ki Tae tersenyum sumringah.

“Akhirnya Yi Ri ku mengatakan Aku Mencintai Ki Tae. Ini Mimpi Ini Mimpi. Terimakasih Tuhan, Tuhan mengabulkan permintaanku” Ki Tae berteriak semangat

“Permintaan?? Bukannya kau meminta hujan?” Yi Ri kebingungan

“Aku berdo’a agar kau berkata itu dengan cara turunnya hujan” Ki Tae ceria seperti biasa dan Yi Ri ikut tertawa.

Keduanya berpelukan gembira.

~~~

Hujan berubah jadi gerimis. Keduanya berjalan pulang sambil bergandengan tangan. Mereka membeli 2 kaleng bir untung menghangatkan diri. Yi Ri kesusahan membuka kaleng birnya.

“Pegang birku.. Sini aku yang buka” Ki Tae menawarkan bantuan.

Ki Tae berhasil membuka kaleng bir dan buru-buru menyerahkannya pada Yi Ri. Yi Ri cepat meminum bir yang tertumpah dan tanpa pertanda apapun Ki Tae mencium bibir Yi Ri singkat.

“Ki Tae kenapa disini? Yi Ri memandang tajam Ki Tae

“Karena aku mencintai Yi Ri ku. Oh ya aku mohon jangan pergunakan bela diri mu untuk kali ini. Chuu~”

Ki Tae memegang pipi Yi Ri dan mencium Yi Ri lebih lama. Yi Ri ingin membalas ciuman Ki Tae tapi bukannya dibalas justru Yi Ri mengarahkan kaleng bir Ki Tae ditangan kanannya ke kepala Ki Tae~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s