Film Korea : Roaring Currents (2014)

Roaring Currents merupakan film Korea yang banyak dibicarakan warga Indonesia layaknya Miss Granny. Apalagi katanya Indonesia merupakan negara Asia ke-2 tempat Roaring Currents diputar setelah Korea Selatan, wow keren kan? Saya sendiri termasuk korban promosi gencar-gencaran Roaring Currents di Facebook, saya menemukan berbagai video BTS film ini dan komentar para selebriti Korea sehabis menyaksikan Roaring Currents yang tentu komentar bagus.

Bisa dibilang Roaring Currents merupakan film yang personal artinya hanya warga Korea saja bisa mengerti dengan baik kisah film ini, seorang Laksamana Yi Sun Shin dengan semangat heroik bermodal puluhan kapal melawan ratusan kapal penjajah yakni Jepang. Saya yakin remaja yang mengaku cinta Korea sekalipun pasti ada saja yang tidak tahu tentang Perang Imjin buktinya saya sendiri. Kalau mendengar Yi Sun Shin mereka tidak tahu itu nama Jenderal melainkan salah satu nama peran Lee Ji Eun aka IU. Lalu apakah filmnya memang personal hanya Korea yang bisa menikmatinya? Tentu tidak, dengan polesan konflik dramatis puluhan menit awal Roaring Currents berjalan nyaris membosankan setidaknya kita merasakan betapa susahnya Yi Sun Shin kala itu. Yi Sun Shin sakit-sakitan, sebagian prajuritnya dirundung ketakutan, dukungan dari Raja (btw Raja nya Seonjo loh :p) nyaris tidak ada bahkan terbakarnya kapal kura kura sakti yang sukses bikin saya ikut stress. Stress.. Sangat stress..

Sebagai sebuah film perang Roaring Currents mengingatkan saya dan banyak orang lainnya pada Red Cliff. Tentu film Red Cliff masih besar bila dibandingkan dengan Roaring Currents tapi jujur gregetnya lebih dapat Roaring Currents karena saya termakan sesi dramatis diawal film. Setidaknya Red Cliff punya Zhuge Liang (uhuk), dia cerdas dan tidak sakit-sakitan sementara Yi Sun Shin dengan segala kesusahannya bisakah dia menang?
Yi Sun Shin adalah Jenderal yang pantas dihormati. Dengan segenap kekuatan terbakarnya Kapal Kura-Kura masih bisa dia terima serta tetap tampil ganas melawan ratusan kapal Jepang. Apalagi Jepang tidak seperkasa yang diduga, Jepang sendiri pun sebenarnya takut dengan Yi Sun Shin akibat kekalahan masa lalu. Seketika itu juga diperlihatkan tentara Korea yang mundur dan warga sipil dengan kerennya membantu Yi Sun Shin manakala kapal Jepang terjebak dipusaran air deras.

Untuk saya Roaring Currents merupakan film yang bagus lebih tepatnya memenuhi ekspektasi, adegan perang Roaring Currents tidak terasa mempunyai durasi 1 jam. Padahal awalnya saya ragu Roaring Currents akan tidak seperti ekspektasi saya yang sebenarnya tidak tinggi-tinggi amat tapi ternyata pas tidak kurang tidak lebih. Dramatisasi berlebihan agak mengganggu tapi tidak mau ambil pusing toh saya ada dalam posisi termakan.

Keraguan saya bukan hanya soal ekspektasi saja melainkan juga pemainnya. Pantaskah seorang Choi Min Sik memerankan Yi Sun Shin? Itu terus berkutat dipikiran saya tapi melihat beliau sebagai Yi Sun Shin akhirnya baru kali ini saya menyadari Choi Min Sik cocok dengan peran apapun. Tidak ada kesan kejam melainkan tegas yang ditampilkan Yi Sun Shin versi Choi Min Sik. Selain Choi Min Sik ada aktor Ryu Seung Ryong sebagai Jenderal Jepang. Apa jangan-jangan peran Ryu Seung Ryong ini juga tampil di K-Drama The King’s Face? Ah sedang malas untuk mencari tahu. Juga ada aktor Jin Gu sebagai salah satu tokoh dramatis dan No Min Woo sebagai penembak jitu pihak Jepang. Ada yang bilang aktor Korea yang memainkan tokoh Jepang waktu bicara di dubbing? Memang benar? Perasaan aktor Korea ini bisa bahasa Jepang kok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s