Curhatku : The King’s Face Episode 22 dan 23 (ENDING)

Drama tamat minggu ini selain Valid Love ialah The King’s Face. Ya episodenya dikurangi 1 dari semula rencana 24 episode jadi 23 episode. Mungkin karena ratingnya rendah atau apapun itu saya harus mengakui saya menyukai ending The King’s Face. Goodbye King’s Face, Goodbye Lee Sung Jae ajusshi🙂

Kematian Kasim Song dan kaburnya Kim Do Chi dimalam sebelum eksekusi jadi pembuka episode 22. 6 tahun kemudian dimasa terakhir kepemimpinan Raja Seonjo ada yang berubah seperti gelar baru Gwiin Kim sebagai Inbin Kim dan Heo Gyun memperoleh posisi sekretaris istana. Sementara anggota Daedong terkena demam jabatan membuatnya meninggalkan Gwanghae dan beralih ke sisi Raja. Pengangkatan isu lama yakni rencana Gwanghae berkhianat pada Raja dengan bantuan Jurchen terlaksana dan isu bertambah runyam karena kedatangan pimpinan Jurchen yang berhasil dibaca Kim Do Chi. Itulah yang menjadi latar kejadian diawal episode 1.

Di episode 1 sungguh menyeramkan cara Gwanghae diturunkan dengan anak istrinya diseret sampai dayang istana harus mati sia sia. Tapi oh, tidak semenyeramkan itu yang terlihat diawal episode 23. Senyum Ga Hee kepada Seonjo adalah tipuan untuk penonton dan Seonjo sendiri.

Ga Hee meracuni Raja dan meracuni dirinya juga, sungguh sangat diluar dugaan. Otomatis kematian Raja membatalkan Gwanghae dari pelengseran. Sungguh sakit hati Gwanghae manakala mengetahui Ga Hee membunuh ayahnya apalagi Ga Hee menghilang entah dalam kondisi hidup atau mati. Gwanghae berpikir jernih dengan menyalahkan Kim Do Chi sebagai penyebab kekacauan ini dan meminta Ratu Inmok menyurati Kim Do Chi agar segera datang ke istana bersama ambisinya untuk menjadi raja. Dengan persiapan 6 tahun Kim Do Chi datang penuh percaya diri ke istana, berduel dengan Gwanghae tapi tetap saja Kim Do Chi kalah membuat Do Chi bunuh diri didepan Gwanghae. Gwanghae menjadi raja dengan mempertahankan Ratu Inmok dan Inbin Kim dalam istana. Gwanghae menemukan Ga Hee di Kuil yang mungkin tempat mereka berdua pernah bertemu semasa kecil, Ga Hee dengan status pendosa memilih bersembahyang sepanjang hidupnya untuk Seonjo. Gwanghae menjadi raja bijaksana yang disegani para menteri. Tamat.

Kesalahan besar SW nim The King’s Face adalah tetap ngototnya dia untuk membuat penonton pro Ga Hee dan Gwanghae. Kita diperlihatkan pertemuan keduanya semasa kecil, saat keduanya mengenakan hanbok laki-laki sampai pengorbanan Ga Hee menjadikan Gwanghae seorang raja, terus tujuan SW nim apa menampilkan itu semua kalau bukan karena berharap penonton terenyuh dengan kisah cinta Gwanghae Ga Hee? Yang terjadi justru sebagian penonton dari awal kurang suka dengan mereka namun SW nim tetap berusaha menonjolkan romansa mereka hingga akhir. Menyebalkan sih, banyaknya usaha tersebut saya tetap tidak kuat tersentuh akan kisah kedua anak manusia ini. Salah Seo In Guk dan Jo Yoon Hee juga karena tidak kuat dalam chemistry ditambah karakter mereka menghadapi cinta yang tidak sesuai harapan saya. Hmm awas saja kalau pasangan ini dapat penghargaan Best Couple >.<.

Saya jadi penasaran mau menonton film Masquerade nya Lee Byung Hyun setelah menamatkan The King's Face. Gwanghae memelihara Inbin Kim tetap tidak akan merubah Inbin Kim kan? Begitulah kehidupan di istana, cara penghuni istana bertahan banyak yang mengakui mirip cara bertahan di hutan. Saya sih ok ok saja dengan Inbin Kim apalagi Jungwon ternyata tidak seburuk Shinshung tapi kenapa Gwanghae mempertahankan Ratu Inmok? Aslinya Ratu Inmok ditendang keluar kan dari istana? Kesal banget sama Ratu satu ini waktu dia dengan lancangnya memukuli betis Ga Hee, kesal meskipun anaknya menggemaskan. Untung lah Gwanghae menjadi Raja di episode akhir karena kematian Raja Seonjo tentu tidak menutup datangnya kesengsaraan di istana.

Sebenarnya saya suka Ga Hee terlebih tindakannya meracuni Seonjo yang tidak terduga itu memang keren dan sangat diperlukan. Tapi alangkah baiknya kalau Ga Hee mati juga😀. Bertahannya Ratu Inmok juga jelek nan cemennya duel pamungkas Kim Do Chi melawan Gwanghae merupakan poin besar bagian ending The King's Face yang saya tidak suka. Selain poin besar diatas saya menyukai ending drama ini karena sangat lumayan untuk drama Sageuk dengan ekspektasi awal sangat rendah. Drama membosankan tapi punya alasan aneh kenapa harus dilanjutkan sampai habis. Selamat atas rating 9.1% sebagai rating paling besar sepanjang penayangan The King's Face sekaligus menjadi drama kedua dari 3 drama rabu kamis.

Selama kepemimpinan Raja Seonjo banyak muncul tokoh penting sejarah Korea seperti Yi Sun Shin, Hur Jun dan penulis novel Hong Gil Dong Heo Gyun. Kaget euy waktu tahu Heo Gyun yang agak gila itu penulis novel, hehehe. Ehm bagaimana dengan Imhae? Dia jadi pecundang dari awal hingga akhir The King's Face, sangat disayangkan.

10 pemikiran pada “Curhatku : The King’s Face Episode 22 dan 23 (ENDING)

  1. Hahahaha, jd ga enak nih ama evi dan dira, baru muncul skrg :p
    Mian….mian…

    Jdi…The King’s Face, itu…hmmm
    Susah2 gampang untuk dijabarkan, masalahnya diawal saya ga terlalu suka, tapi berharap penuh sama Gwanghae dan Ga Hee tentu saja perihal romance nya, meski ending nya tak seperti yg diharapkan itu bkn masalah hanya saja Gwanghae dan Ga Hee tdk meninggal kan kesan mendalam setelah semua yg mereka lalui,
    itu yg bikin nyebelin

    Hehehhe, drama satu ini ga berkesan sih dihati saya jd ga gatel mau ngomentarin😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s