FanFiction : Jodha Jalal dan Atifa

Jodha Akbar yang tayang di TV sudah memasuki episode Atifa dan tampaknya rating Jodha Akbar perlahan akan turun karena memang banyak fans kurang menyenangi sekmen Atifa😀. Sama seperti mereka saya banyak tidak tahu apa yang terjadi antara Jalal dan Atifa karena memang saya melakukan banyak skip. Sampai sekarang saya tidak mengerti kenapa Atifa bisa sembarangan masuk kamar mandi dan Jalal harus melakukan hal tidak perlu untuk mengungkap kejahatan Atifa yang tentu mengundang rasa cemburu Jodha. Tapi harus diakui kedatangan Atifa tentunya membawa keyakinan baru untuk lebih percaya bagi pasangan Jodha Jalal maka dari itu saya malah kepikiran membuat fanfiction Jodha Akbar dengan Atifa sebagai tokoh tambahannya. Ingat ya kalau saya bikin FF sebenarnya untuk konsumsi pribadi dan FF ini saya mau membuatnya jadi rating 17 hehehe.

~~~

Jalal tengah bermesraan dengan Atifa dikamar Jalal, sudah beberapa waktu malam ini Atifa menguasai kamar Jalal. Atifa dengan pakaian warna hijau yang merupakan kesukaan Jalal terlihat tengah menyandarkan kepalanya di bahu Jalal. Tiba-tiba Ratu Jodha datang dengan baju hijau tidak kalah bersinarnya, Jodha membawa nampan dengan satu gelas dan meletakkan gelas itu didepan keduanya.

“Tidak ada yang memintamu kemari Ratu Jodha, aku sedang bersama Raja jadi jangan ganggu kami” Atifa menegur Jodha

“Aku tidak ingin minumanmu, singkirkan ini” Jalal menghempaskan gelas tapi mengenai baju Atifa. Jodha dan Jalal kaget sementara Atifa terlihat kesal.

“Maafkan aku.. Ini semua karena Ratu Jodha mengacaukan kebersamaan kita” Jalal terlihat membersihkan pakaian Atifa yang basah.

“Tidak yang mulia, tidak apa-apa. Aku akan ke kamar mandi sebentar. Salam” Atifa perlahan mundur meninggalkan keduanya sementara Jalal tersenyum manis membalas salam Atifa.

Sorot mata Ratu Jodha tidak berhenti memperlihatkan kecemburuan. Begitu Atifa meninggalkan kamar Jalal, Jodha bergegas menutup pintu dan jendela membuat Jalal kebingungan. Jodha melihat Jalal dengan penuh amarah, Jodha melepas dupatanya dan melepas ikatan bajunya. Jalal benar-benar kaget.

“Lihat aku Jalal. Lihat aku. Nafsu yang membuatmu ingin memiliki Atifa kan? Apakah aku kurang menggairahkan untukmu?” Jodha meninggikan nada suaranya menantang Jalal

“Ratu Jodha.. Apa ini…” Jalal berdiri mematung

“Ayo kita tidur bersama malam ini. Akan kubuktikan bahwa aku lebih baik dari Atifa. Tujuan nafsumu adalah aku dan akulah yang berhak memilikimu” Jodha maju mendekati Jalal. Jodha melepas satu persatu perhiasannya.

Jodha membuka sedikit bajunya hingga nampak bahu mulus Ratu Jodha. Jalal sampai menelan ludah melihatnya. Jalal kini tampak tidak berdaya dan terbaring di ranjang. Jodha ikut naik ke ranjang berada diatas Jalal. Perlahan Jodha berbisik,

“Jika cara ini tidak berhasil, tidak peduli langit masih hitam aku akan pergi meninggalkan istana ini” Jalal memejamkan matanya tidak kuat dibisiki desahan Jodha

Jalal meraih bahu Jodha, mengelusnya, menciumnya hingga ada bercak merah. Nafas Jodha memburu memejamkan matanya. Tangan Jalal mengusap punggung Jodha dengan lembut dan masuk kedalam baju Jodha yang terbuka. Jalal mencium leher Jodha naik ke dagu…

“Jalal.. Apa kau masih didalam? Aku akan membuka pintu” Pintu dibuka Atifa dan kagetlah Atifa melihat Jodha dan Jalal diatas ranjang. Menyadari itu Jalal buru-buru menghempaskan ratu Jodha hingga Jodha terbaring di kasur, pelupuk mata Jodha berair.

Jalal merapikan pakaiannya dan buru-buru memeluk Atifa.

“Tidak seperti itu Atifa. Ratu Jodha yang menggodaku” Jalal dengan sinis menunjuk Jodha. Jodha berdiri dengan wajah merah padam dan tangan terkepal Jodha meninggalkan kamar Jalal.

Jodha membawa jubah dari kamarnya dan mengambil kuda pengawal untuk meninggalkan kerajaan Jalal. Jodha terlalu malu untuk pulang kerumahnya jadi Jodha memilih ke danau tempatnya ingin mengakhiri hidup dulu. Jodha terduduk menangis menutupi tubuhnya dengan jubah dipinggir danau.

“Dewa maafkan aku, aku khilaf melakukan hal tadi. Kumohon maafkan aku” Jodha menangis dengan sangat keras.

Jodha menundukkan wajahnya ketika tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, Raja Jalal.

“Misiku sudah selesai. Ayo kita pulang, Atifa sudah masuk ke penjara istana” Jalal belum melepaskan pelukannya sementara Jodha menggeliat melepas pelukan Jalal

“Maksudmu kejahatan apa?” Jodha bertanya dengan tatapan menuntut

“Karena membuat Ratu Jodha ku merasa malu hingga harus memohon maaf pada dewa. Bukan-bukan… Dia punya niat jahat jadi aku harus mendekatinya. Ceritanya panjang” Jalal menjelaskan yang sebenarnya tapi tangisan Jodha semakin menjadi.

“Maafkan aku telah menyakitimu Ratu Jodha” Jalal membuka jubah Ratu Jodha dan mendapati tali baju ratu Jodha belum diikat. Jalal mengikatnya kemudian memeluk Ratu Jodha dari belakang.

Jubah Ratu Jodha memeluk keduanya. Begitu tangisan Jodha mereda gantian Jalal yang menangis penuh penyesalan.

~~~

2 pemikiran pada “FanFiction : Jodha Jalal dan Atifa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s