Curhatku : Jodha Akbar (8)

Salah satu weekend terindah bagi fans Jodha Akbar karena segmen Atifa telah resmi berakhir semalam. Jadi selamat weekend semuanya dan kembali ada alasan kenapa weekend harus stay dirumah masing-masing. Asik asik!!!

Pernikahan raja paling fenomenal pasalnya dilaksanakan pada atau berdekatan Hari Raya. Sudah jangan dikaitkan dengan agama toh kita semua mengerti. Sebelumnya menonton sekmen Atifa menikah dengan Jalal entah kenapa jauh lebih greget saat menonton untuk kedua kalinya malam tadi. Saat Jalal palsu mati Atifa alias Sakina yang cantik jelita (serius ini pujian) menyeringai dengan banyak darah disekitar lehernya. Maham Anga panik akan kematian Jalal pasalnya Maham Anga sendiri tidak meminta Atifa untuk membunuh Jalal. Rencana Jalal berjalan lancar, dengan puluhan saksi mata Maham Anga menunjukkan wajah aslinya yang ingin Jalal turun tahta tapi tidak menghendaki kematian Jalal.

Berbeda dengan sekmen Benazir pada sekmen Atifa penonton diarahkan pada dua sudut pandang yakni Jodha dan Jalal. Awal mula kedatangan Atifa kita dibawa untuk bersedih pada Jodha yang cemburu karena Jalal menyukai Atifa tanpa tahu Jalal punya modus lain. Sementara saat misinya berjalan baik Jalal menjelaskan segala sesuatu pada yang hadir dipernikahannya bahwa dia punya modus. Jalal bertindak sejauh itu sampai menikahi Atifa bukan pula semata-mata menjebak Atifa tapi juga menjebak Maham Anga. Saya yang awalnya merasa kasihan pada Jodha perlahan mengerti segala perbuatan Jalal dan ini hebat sebab mampu mengubah saya atau juga penonton lain dalam waktu singkat. Namun karena saya termasuk tipe penonton yang tidak menyukai Jodha jika tidak bersama Jalal maupun sebaliknya tetap saja ini terlalu menyakitkan dilalui keduanya, penghalang romance seperti ini susah untuk diampuni sekaligus saya jadi tidak menyukai apa yang dilakukan masing-masing Jodha dan Jalal :p

Detail merupakan omong kosong di Jodha Akbar dan tidak bisa menyalahkan juga kenapa rencana penjebakan Atifa oleh Jalal jatuhnya malah maksa. Jika semua itu untuk keperluan dramatisasi jadi mau apa lagi hehehe. Intinya adegan pernikahan berdarah ini lumayan keren karena didukung oleh mimik jahat Atifa, akting hebat pemeran Maham Anga dan Jalal asli yang menyamar jadi pemuka agama berbaju seperti pendekar wing chun. Tetapi yang mengganggu di adegan ini adalah Paridhi Sharma alias Ratu Jodha sendiri, ekspresi wajahnya saat Atifa dan Maham Anga ketahuan itu kayak…. Sorry to say…. seperti ibu-ibu jahat maksa di sinetron Indonesia. Saat Jalal berbicara dengan Ratu Jodha dibelakangnya sambil mesem-mesem tidak jelas sangat menganggu sekali, ganggu level 2 pangkat 5. Alangkah lebih baik jika Ratu Jodha kaget sampai mau mati melihat suaminya mempermainkan kekhawatirannya. Kaki ratu Jodha tidak kuat lagi untuk berdiri, dia malah menangis sembari bersyukur Jalal tidak mati. Hahaha dramatis ala Evi banget.

Heran ya karena sekmen Atifa saya jadi lebih lunak ke Rukaiya. Jleb deh serius waktu Rukaiya bilang ke Jodha bahwa Jodha merasakan apa yang Rukaiya rasakan saat Jalal berpaling darinya. Rukaiya senang Jodha merasakan itu tapi Rukaiya tidak rela Jalal menikah lagi dan ikut menangis dengan apa yang terjadi pasca kehadiran Atifa. Hmmm saya tidak mau bilang Jodha ratu yang egois melainkan ini penyebab besarnya cinta Jodha pada Jalal. Hanya saja Jodha belum mampu mengendalikan cinta besarnya itu jadilah Jodha gampang cemburuan dan terkesan ingin memiliki Jalal sendiri. Baik buruknya Jodha sebenarnya 11 12 dengan Jalal oleh sebab itu saya akan menyukai karakter mereka jika mereka bersama bukannya terpisah-pisah seperti di sekmen Atifa. Jodha ada untuk Jalal dan Jalal ada untuk Jodha. Mereka bersama ditengah perbedaan dan harus bersama sampai akhir agar penonton Jodha Akbar jika berumah tangga bisa langgeng sampai kakek nenek. Hehe apa hubungannya.

Hampir lupa dengan Khaibar. Raksasa yang membawa nuansa Beauty and Beast ala India dan saya menikmati momen antara Jodha Khaibar *poor Jalal*. Khaibar bisa foto bareng Jodha sementara Jalal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s