FanFiction : Jodha Akbar – Reinkarnasi (part 1)

Rajat terbaring kelelahan sehabis latihan pedang. Bulir keringat ada ditubuhnya kemudian ponsel Rajat berbunyi, ada telfon dari Ram.

“Rajat.. Kau ada dimana?” Ram bertanya dari seberang telfon

“Aku baru selesai ditempat biasa aku berlatih pedang. Memangnya ada apa?” nada suara Rajat lemah tanda kelelahan

“Kita sudah mendapatkan pasanganmu untuk teater Jodha Akbar. Namanya Paridhi, dia mahasiswi Bahasa Inggris” Ram kegirangan

“Paridhi…. Hmmm” sorot mata Rajat berubah

“Ah, tidak usah bertanya-tanya karena aku yakin kau tidak kenal dia. Dia menawarkan diri untuk memerankan Ratu Jodha dan setelah kita tes dia sangat cocok” Ram masih kegirangan

“Kenapa tidak minta persetujuanku lebih dulu? Aku harus melihat dan memastikannya sendiri apa dia cocok untukku” Rajat bangun

“Nah kebetulan.. Karena aku tidak ada kendaraan kau jemputlah Paridhi di kost nya. Alamatnya nanti aku kirim lewat sms. Bye” Ram memutus telefon membuat Rajat mendengus kesal

Cepat-cepat Rajat memakai baju, menjalankan motornya dan mencari alamat kost Paridhi. Rajat sampai dan diteras rumah Rajat melihat sesosok gadis yang mengenakan pakaian ala Ratu Jodha. Rajat terkesima.

“Hei.. Kau Rajat mahasiswa sastra India kan? Apa yang membuatmu kemari?” Paridhi menghampiri Rajat yang masih duduk diatas motornya

“Huh kau mengenalku?” Rajat melongo

“Tentu saja, dikelasku kau sangat terkenal. Teman-temanku mengidolakanmu” Paridhi membalas dengan senyum

“Oh.. Apa kau Paridhi yang terpilih memerankan Ratu Jodha di teater kampus kita?” tanya Rajat linglung

“Hmm iya” Paridhi menjawab datar

“Tampaknya kau tidak tahu kalau akulah pasanganmu di teater Jodha Akbar” kesadaran Rajat kembali

“Oh kau… Ram tidak memberitahuku” Paridhi nampak bersalah

“Ah… Dasar anak itu.. Ayo kita pergi, aku disuruh menjemputmu ke tempat teater kita untuk latihan, kita harus sering latihan sekarang ini” Rajat memberikan Paridhi helm

Karena memakai pakaian Ratu Jodha Paridhi nampak kesusahan memakai helm apalagi untuk duduk di motor ninja Rajat. Rajat kelihatan iba.

“Memang siapa yang menyuruhmu memakai pakaian itu?” Rajat kesal

“Ram..” Paridhi menjawab menambah kekesalan Rajat

Kini keduanya diatas motor dan sukses menarik perhatian pengguna jalan. Karena padatnya jalan Rajat memelankan motornya.

“Hati-hati pakaianmu dan pegangan agar kau tidak jatuh” Rajat berbicara dengan tetap fokus berkendara

Paridhi kebingungan dan memegang pinggang baju Rajat

“Paridhi.. Demi keselamatan kita berdua pegang pinggangku bukan bajuku” Paridhi langsung memeluk pinggang Rajat. Rajat kaget dan seutas senyum muncul dibibirnya.

Mereka telat mengikuti rapat. Ram nampak kesal melihat Rajat dan Paridhi baru datang.

“Kenapa kalian terlambat sampai selama ini? Rajat sungguh tidak becus ya mencari alamat” menyadari Paridhi ada disitu Ram langsung tersenyum

“Jalanan padat dan kau meminta Paridhi mengenakan pakaian ini lalu dengan mudahnya kau menyalahkanku?” Rajat berkacak pinggang

“Ya baiklah aku juga salah. Rajat cepatlah kau ke ruang ganti dan kau Paridhi kalau bisa hafalkan naskah ini secepatnya, 15 menit lagi kita akan latihan. Cepat cepaaat” Ram bertepuk tangan menginstruksikan pada semuanya. Ya, Ram adalah ketua panitia yang bertanggung jawab penuh atas teater kampus mereka.

Anggota teater dan panitia sibuk menyiapkan segala keperluan. Paridhi serta lainnya sibuk menghafal naskah sementara panitia lain mengecek sound system. Ram meniup peluit tanda meminta semua pendukung acara mendekatinya.

“Ini adalah latihan yang penting karena akan ada penonton. Jadi saatnya bagi kalian yang demam panggung untuk melatih mental kalau perlu anggap latihan ini pertunjukan sesungguhnya. Sebelum itu mari kita berdo’a. Do’a dimulai” semua mengikuti perintah Ram.

“Do’a selesai. Ayo semangaaaaat!!” Ram tepuk tangan membakar semangat anggotanya.

Paridhi ikut bertepuk tangan dan kaget melihat Rajat dengan pakaian Raja Jalal didepannya juga bertepuk tangan. Paridhi gugup kepalanya pusing dan Paridhi menarik nafas panjang.

Latihan dimulai. Giliran Paridhi dan Rajat diatas panggung. Keduanya masing-masing menatap canggung, Ram jadi khawatir. Paridhi seperti lupa naskahnya, menyadari itu Rajat berusaha menolong.

“Ada apa Ratu Jodha? Katakanlah apa maumu” Rajat berkata lembut

“Yang Mulia… Aku lupa ingin berkata apa. Aku gugup” Paridhi menjawab sementara Ram dibelakang panggung memegang kepalanya karena ucapan Paridhi tidak sesuai naskah

“Aku mengerti. Mendekatlah Ratu Jodha, aku akan membantu menghilangkan rasa gugupmu” Rajat menarik tangan Paridhi lalu memeluknya

Ram menggaruk kepalanya karena respon Rajat pun tidak sesuai naskah. Ram menengok ke arah penonton dan nampak jelas penonton kebingungan. Tiba-tiba ada penonton perempuan memberikan tepuk tangan berdiri yang disusul penonton lainnya. Teater menjadi ramai tepuk tangan, Ram kebingungan dan Paridhi Rajat masih pelukan tanpa disadari sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s