FanFiction : Jodha Akbar – Reinkarnasi (part 2)

“Apa yang kalian lakukan berdua tadi?” tanya Ram menggaruk kepalanya

Didepan meja kerja Ram duduk Rajat dan Paridhi dengan pakaian biasa. Ram lalu menunjukkan video penampilan mereka yang direkam salah satu staff, Rajat dan Paridhi shock saling memendang satu sama lain.

“Kenapa huh, kalian kaget?” Ram memajukan kepalanya kearah Rajat Paridhi

“Apa kalian ini pengidap DID jadi kalian tidak menyadari kesalahan kalian huh? Ingat pementasan teater kita sebentar lagi” Ram meninggikan suaranya tapi tidak terlihat marah sungguhan

Hening sejenak. Rajat dan Paridhi tetap memilih diam didepan Ram. Mereka terlalu bingung menjelaskan spontanitas di video itu.

“Ya sudahlah. Paridhi pelajari lagi naskahmu dan kau Rajat antar Paridhi pulang. Aku pikir kalian butuh waktu berdua membicarakan penampilan kalian tadi” Ram meninggalkan ruang kerjanya

Ram membonceng Paridhi dimana keduanya masih kikuk

“Kau mau pulang ke kost mu?” Rajat agak berteriak karena bisingnya kendaraan lain

“Hmm tidak. Aku ingin ke tempat latihan pedang, aku ingin berlatih lebih keras lagi” jawab Paridhi

“Kau ikut latihan pedang? Aku juga sering latihan disana” Rajat takjub

“Iya, Ratu Jodha akan punya adegan bermain pedang dengan Raja Jalal” Paridhi menimpali

“Ah lebih baik kita latihan bersama saja” Rajat berbelok ke tempat latihan pedang

Sore hari tempat latihan pedang jadi sepi. Rajat dan Paridhi berganti baju dan keduanya takjub dengan penampilan pasangan pedang mereka. Rajat mengenakan baju besi sedangkan Paridhi bercadar putih. Mereka mulai latihan, lebih tepatnya seakan saling membunuh satu sama lain. Rajat kewalahan beradu pedang dengan Paridhi sementara Paridhi tersenyum dibalik cadarnya. Rajat terjatuh dan Paridhi mengarahkan pedangnya ke leher Rajat. Keduanya tertawa.

“Ah betapa malunya aku dikalahkan oleh perempuan” Rajat tertawa sambil makan es krim

“Tidak perlu seperti itu. Aku senang dengan kemampuan pedangku rasanya sudah bisa diandalkan jika tampil nanti” Paridhi lanjut memakan eskrimnya

Keduanya duduk bersantai didepan Taj Mahal. Keduanya larut dalam suasana malam di Taj Mahal yang indah.

“Lihatlah bulan dan bintang. Luasnya gelap tapi masih ada seberkas cahaya. Segalak apapun Ram tadi aslinya dia orang yang baik” Rajat menunjuk langit

“Ya aku paham. Sewaktu aku ikut casting dia selalu tersenyum melihatku. Lantas aku bingung apakah aku orangnya lucu” Paridhi menghabiskan es krim nya

“Tidak.. Itu karena kau cantik. Cantik sekali” Rajat menoleh ke arah Paridhi, melihat ujung bibir Paridhi masih ada sisa es krim Rajat menghapus dengan ibu jarinya

Keduanya terdiam. Masing-masing kepala terasa panas, aliran darah ditangan berdesir. Jantung menggelepar. Rajat meraih wajah Paridhi kemudian memeluk Paridhi dengan erat. Awalnya Paridhi kaget tapi dia membalas pelukan Rajat.

“Aku tidak ingin menutupinya lagi. Paridhi aku jatuh cinta padamu” tangan Rajat memegang tangan Paridhi

“Aku juga Rajat… Tetapi” Paridhi terbata

“Tetapi apa?” Rajat mengeratkan genggamannya

“Aku… Bertunangan” Paridhi menundukkan wajahnya tapi Rajat tidak melepaskan genggamannya

“Aku akui.. Aku juga sudah punya pacar dengan restu orang tua sudah kami dapatkan. Tapi kau benar jatuh cinta padaku kan? Jujurlah” Rajat tidak gentar

“Hmm iya.. Seluruh diriku bertindak aneh saat ini, saat kita bersama” Paridhi tetap tertunduk

“Kita masih bisa bertemu kan?” tanya Rajat penuh harap dan Paridhi terdiam

“Kencan kita belum selesai. Ayo kita pergi, aku ingin menunjukkanmu suatu tempat” Rajat berdiri

“Kencan?” Paridhi terheran tapi Rajat sudah menyalakan motornya mereka pun pergi meninggalkan Taj Mahal

Rajat dan Paridhi berduaan lagi di suatu tempat. Tiba di kafe Rajat mengajak Paridhi berdansa. Lagu dinyalakan…

Khwaabo mein ho tum Jeevan mein ho tum Pyar ho tum mera….. Preet kaa ye rang Ab tere sang Aur bhi ho gya gehra!

Keduanya berdansa dengan sangat mesra. Menikmati alunan lagu yang hanya keduanya tahu.

“Paridhi aku tidak mengerti kenapa aku bisa menyukaimu dalam waktu singkat” Rajat menaruh dagunya di bahu Paridhi

“Aku tidak tahu, aku pun merasakan hal yang sama” Paridhi melanjutkan dansanya

“Rajat.. Aku duga kita adalah jodoh di masa lalu.. Aku pernah membaca dibuku jika orang bertemu langsung jatuh cinta mereka adalah pasangan di masa lalu” Paridhi melanjutkan

“Aku bingung. Kalau benar kita jodoh di masa lalu apakah disaat ini kita bukan jodoh?” Rajat bertanya sendu

“Berat kukatakan tapi mungkin saja benar” Paridhi tidak kalah sendunya

“Paridhi lupakanlah. Ayo kita lanjutkan cinta ini tanpa menyakiti pasangan kita masing-masing. Caranya tampil maksimal di panggung” Rajat menghentikan dansanya dengan memegang bahu Paridhi

Rajat memajukan wajahnya seakan ingin mencium Paridhi. Wajah mereka berdekatan tapi Paridhi bergegas mencium pipi Rajat.

“Aku setuju, kencan selesai ayo pulang” Paridhi berbisik dan Rajat tertawa renyah.

2 pemikiran pada “FanFiction : Jodha Akbar – Reinkarnasi (part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s