Lagu Fatwa Pujangga A La Reza

Saya mau mengakui bahwa saya rutin menonton D Academy 2, sebuah ajang pencarian bakat yang hina tapi saya tetap mengikutinya. Masa bodoh dengan selera tinggi Evi sebab faktanya saya dan dia suka menonton acara ini bersama-sama jadi Evi jangan marah.

Jika siangmu hujan niscaya malammu akan sejuk. Saya menangis siang tadi atas kekalahan terhadap alter ego Evi yang lain bernama Evil alias setan. Terornya terhadap jiwa saya luar biasa terkutuknya serasa dihati jadi berlubang. Mari lupakan saja, sedih ada untuk modal kesenangan. Kesenangan atau rasa bahagia tepatnya hadir malam ini lewat acara hina Dangdut Academy.

Penampilan yang paling saya tunggu adalah Reza walaupun saya bukan fans dia. Saya hanya sebatas menyukai tanpa mendekati rasa cinta. Ukuran dari rasa cinta pada peserta ajang pencarian bakat adalah dengan menyisihkan pulsa 2.200 kan? Saya belum pernah berbuat itu selama menonton talent search. Cinta dengan mengorbankan pulsa, lucu sekali cinta selalu berhubungan dengan nominal apapun jalannya.

Reza tampil menyanyikan sebuah lagu Melayu, sebuah lagu tidak asing. Fatwa Pujangga? Dan tebakan saya benar. Tahun 2014 lalu rasa ingin tahu saya mengantarkan pada sesosok orang hebat bernama Said Effendi, membawa saya pada lagu-lagu Melayu Klasik milik beliau dan salah satu favorit saya setelah Seroja adalah Fatwa Pujangga. Apa ada remaja selain saya yang mendengarkan lagu Said Effendi? Semoga ada. Karya Said Effendi merupakan keindahan yang harus dikenang bukannya mengenang kegelisahan hidup. Saya harus sadar bukan hanya mengucapkan saja.

Melihat ekspresi khas seorang Reza saat bernyanyi ditambah suara Reza nan menyayat hati itu… Saya tidak berdaya. Saya larut dalam nyanyian Reza bahkan jantung saya berdebar sangat kencang pertanda saya tidak sesakit yang saya kira. Alangkah bagusnya jika lagu Fatwa Pujangga diiringi Akordeon tapi versi Reza tadi menonjolkan gendang melayu. Saya cukup menyayangkannya tapi saya tetap puas, mendengar nyanyian Fatwa Pujangga milik Reza saya seakan lahir kembali. Evi…. Kumohon SMS lah dia…

Salam, York

2 pemikiran pada “Lagu Fatwa Pujangga A La Reza

  1. Mia Jensen

    Saya memang penyuka music karena bagi saya music bisa menjadi penyeimbang dlm hidup yng makin rame. apapun jenis musiknya bagi saya music klasik cocok dengan jiwa dan umur saya yng tidak muda lagi. Bicara soal music , dangdut klasik enak juga tuk penyejuk hati, tapi sayang achir2 ini marak lagu dangdut heboh yng di lantunkan dng gaya yng eksotis. Membuat kita malu tuk mendengarkan apalagi melihat tayangannya. Namun dengan adanya Dangdut Academi ini membuat saya berharap dangdut kembali Jaya bukan karena goyang erotisnya , tapi karena lagu dan musicnya. Untuk itu harapan saya sangat besar pd peserta dari Bandung, yaitu REZA. Karena music dangdut bisa menjadi music yng berkelas kalau penyanyinya seperti REZA yng elegant dalam membawakan setiap lagu. Untuk itu saya rela keluar fulsa tuk suport yng menurut saya berkwalitas, tidak peduli saya di tertawakan anak dan menantu saya, karena saya dianggap menggila ber SMS. Mudah2an suport saya membawa manfaat. dan saya hanya bisa pesan GOOD LUCK REZA and I WILL ALWAYS SUPORT YOU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s