Film : 12 Angry Men (1957)

12 Angry Men merupakan film maha terkenal, berpuluh-puluh blog berbahasa Indonesia telah membuat ulasan 12 Angry Men dan memuji film ini sebagai salah satu film terbaik di genre nya maupun masa nya. Saya ingin menjadi pembahas kesekian kali 12 Angry Men karena film ini menyentuh hati saya dan menunda jam mandi saya rabu siang kemarin (Ups). 12 Angry Men mencetak 3 rekor pada pengalaman menonton film saya yang masih seujung kuku itu, 1) 12 Angry Men adalah film paling cerewet yang pernah saya tonton setelah sebelumnya gelar itu dimiliki Pulp Fiction. Karena memang dialog adalah nyawa film ini 2) 12 Angry Men adalah film hitam putih pertama yang saya tonton dengan khusyuk dan 3) Butuh 2 hari penuh lamanya untuk mendownload 12 Angry Men, pagi siang sore malam begitu seterusnya hingga cukup 2 hari. Tidak pernah mendownload film sampai selama itu.

Singkat cerita di ruang juri yang panas ada 12 juror tengah berdiskusi mengenai nasib remaja terdakwa kasus pembunuhan berencana atas ayahnya sendiri. Jika 12 juror setuju bahwa si remaja bersalah, si remaja akan dihukum mati lewat perantara kursi listrik. Tapi ada 1 juror yang berpendapat si remaja tidak bersalah maka terjadilah diskusi terbaik yang pernah saya ikuti, oh ya saya adalah juri ke-13 asal tahu saja🙂
Bak Matematika. Mengerjakan soal matematika dengan hasil akhir benar tetapi prosesnya salah skornya nol, seperti itulah 12 Angry Men yang dengan mudah ditebak bahwa 11 juror lain akan berganti jalur tapi proses menuju itu sangat… Heartwarming.

12 Angry Men adalah indahnya proses. 12 Juror yang masing-masing tidak saling mengenal mulai saling berhubungan satu sama lain lewat diskusi nan alot yang membasahkan ketiak mereka. Betapa hal hal kecil begitu bermakna dan jika hal hal kecil itu disepelekan maka nyawa seseorang melayang.

Juror 1 : Seorang leader yang karakternya memang leader

Juror 2 : Ini Juror favorit saya. Orangnya santai, lucu dan seperti saya kalau sedang diskusi #eh

Juror 3 : Yang sepintas mirip Ryback. Juror keras kepala yang hatinya masih manusia.

Juror 4 : Juror mengagumkan lewat bagaimana dia mempertahankan pendapatnya. Satu-satunya Juror yang memakai jas dalam ruang juri

Juror 5 : Jangan rendahkan seseorang yang besar di lingkungan kumuh alias berandalan

Juror 6 : Seseorang yang hormat dengan orang tua, manusia langka

Juror 7 : Ah Juror annoying, paling tidak suka dengan beliau

Juror 8 : Namanya Davis, Arsitek dan “Troublemaker” di diskusi ini yang berusaha 100% yakin bahwa tertuduh adalah pelaku sebelum tertuduh ke kursi listrik

Juror 9 : Angle kamera si kakek selalu saja horror

Juror 10 : Kakek yang melemahkan kakek lain. Suka teriak-teriak tapi bikin kasihan hehehe

Juror 11 : Juror adem yang teliti pada isi diskusi. Ingatnya nama beliau seperti nama Rusia

Juror 12 : Tukang iklan, lumayan ganteng tapi sayangnya labil. Kenapa harus tukang iklan, kenapaaaaaa?

Meskipun dibeberapa penggantian frame (apa ya namanya) agak terasa ganjil, 12 Angry Men termasuk pencinta detail hebat yang mungkin disebabkan setting film hanya dalam satu ruangan. Atau mungkin disebabkan akting natural 12 pemain yang chemistry ke-12 nya sangat mengagumkan. Betapa detail 12 Angry Men ada pada voting pertama yang dilakukan 12 Juror, Juror yang mengalami keraguan untuk menyatakan bersalah seperti Juror 2, 5, 6, 9 dan 11 mengangkat tangan paling terakhir bahkan juror 9 yang paling terakhir sekali. Saya suka dengan karakter mereka yang konsisten masih sama seperti sebelumnya ditengah hebatnya perubahan sudut pandang di diskusi. Sebagai seorang penikmat bromance 12 Angry Men memanjakan saya. Sudah saya katakan bahwa 12 Angry Men bukan hanya film cerdas, saya akan lebih terkesan betapa heartwarming chemistry mereka ber-12.

Intinya hasil akhir saya terhadap 12 Angry Men sebelas duabelas dengan orang lain meski saya mengenang 12 Angry Men lewat kehangatan yang ditawarkannya dari gabungan kehidupan personal para 12. Tapi ada satu hal yang benar-benar mengganggu saya di 12 Angry Men yakni mata sayu si remaja tertuduh. Mata seperti itu adalah mata khas seorang pembunuh berdarah dingin, mata indah nan menyeramkan. Ada apa dengan mata itu? Mengingat 12 Angry Men sama sekali tidak menampilkan flashback plot twist merupakan hal yang benar-benar luar biasa jika berani ditampilkan. Di satu sisi saya kepo dan sisi lain saya bersyukur 12 Angry Men tetap tampil sederhana mengajak kita sebagai juror 13 bukannya menjadi pembaca pikiran sang tertuduh. Ah mata ituuuuuu >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s