Reza dan Surga Di Telapak Kaki Ibu

Malam tadi adalah malam yang religius di TV tapi baru pagi-pagi saya merasakannya. Siapa sangka acara “sampah” seperti Dangdut Academy 2 mampu menampilkan sesuatu yang sangat sakti live di TV?

Konser Result nya Reza D’Academy 2 resmi diselenggarakan yang mana saya sudah melihat Reza latihan untuk konsernya kali ini Reza mengenakan syal menandakan bahwa Reza sedang sakit (saya pun heran kenapa di perform senin Reza seperti sehat-sehat saja). Saya tidak terlalu memperdulikan kondisinya yang tidak fit karena toh beberapa waktu lalu Reza tetap menyanyikan “Bunga Dahlia” dengan baik pada saat dia sakit juga. Sampai penyakit bernama radang tenggorokan itu ternyata berdampak buruk pada penampilannya.

Reza membawakan lagu pertama berjudul Setetes Air Hina, salah satu lagu Rhoma Irama favorit saya. Dipertengahan lagu blasss suara Reza hilang muncul lagi lalu hilang dan muncul lagi. Sebuah kejadian yang menyedihkan dalam sebuah kompetisi, saya ingin memarahi Reza karena dia tidak ke dokter, saya ingin memarahi juri karena tetap menuntut Reza untuk tampil bak orang sehat dan saya lebih-lebih ingin memarahi Ikan terbang sebab mengajak Reza seharian berkeliling Dufan padahal besoknya Reza tampil. Juri memberikan keringanan pada Reza tentu bukanlah jalan keluar terbaik dari masalah ini sehingga hadirlah sebuah obat mujarab seorang wanita penuh keriput bernama IBU.

Reza mengunjungi ibunya yang nampak khawatir di bangku penonton. Reza memeluk ibunya memohon do’a restu sekalian meminum air putih yang dibawakan oleh sang ibu. Saya sangat menyukai Reza yang tidak menangis banyak pada momen-momen haru seperti ini jadi cukup seluruh Rezalliants saja menumpahkan air matanya sampai sesenggukan

Saya yakin bahwa keramat paling ampuh di dunia adalah do’a ibu dan kejadian Reza malam tadi menguatkan keyakinan saya terhadap lirik lagu Keramat Rhoma Irama diatas. Reza tampil pada lagu kedua menyanyikan lagu Said Effendi berjudul (tanpa dramatisasi) Surga Di Telapak Kaki Ibu. Dan Alhamdulillah mukjizat Allah menentukan yang terbaik untuk Reza kedepannya, berkat do’a ibu Reza dengan kondisi suara menyedihkan itu berhasil tampil aman membawakan lagu Surga Di Telapak Kaki Ibu bahkan Reza meraih nada tingginya dengan cukup baik pula. Berkat kejadian malam tadi, perform Surga Di Telapak Kaki Ibu jadi lebih dalam maknanya. Pembawaan lagu sangat menolong suara serak Reza dan penghayatan Reza disertai wajah pucat (syukurlah Reza tidak menunjukkan senyum kalemnya) terasa total membuat yang menyaksikan ikut menangis termasuk saya. Saya menangis keras berbaur dengan flu berat, ingin memeluk Ibu yang tengah menjual sayur di luar sana tapi saya baru ingat kalau saya sedang flu berat. Suara saya kemarin suka timbul tenggelam seperti suara Reza jadi daripada menular ke ibu saya harus menahan rasa ingin memeluk ibu😦

Do’a Ibu dan do’a masyarakat itu sakti membuat Reza lolos menuju 10 besar dengan memperoleh SMS tertinggi. Masa bodo dengan yang mengatakan manipulasi apa segala macam, toh 10 besar memang pantas untuk Reza bahkan final jauh lebih pantas lagi (Amien). Saya sudah kehilangan Albi dan saya tidak mau kehilangan Reza. Cepat sembuh Kakak Reza, selalu berfikir positif dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

8 pemikiran pada “Reza dan Surga Di Telapak Kaki Ibu

    1. Tampaknya hari ini menjadi hari ibu seluruh Rezalliants Nusantara dan lain kali jangan sebut saya “anda” please, saya jadi risih. Hehehe have a nice day terimakasih atas kunjungan sekaligus komentarnya ^_^

      1. Mia Jensen

        Sebetulnya setiap hari adalah hari ibu, karena setiap hari kita beraktivitas perlu doa IBU. Jadi bagi saya doa IBU dibutuhkan oleh kita kapanpun kita melangkah. Dan semalam REZA dan IBUnya telah mengingatkan kita betapa hebatnya kita IBU tetap ikut berperan dalam hidup kita. Dan IBU seseorang yng tidak tergantikan perannya. Semoga kejadian semalam bisa menyadarkan kita yng kadang lupa akan peran IBU.

  1. Iklilatul wathoniyah

    Reza tetep yg terbaik, apapun kata juri yang 1 yaitu saipul jamil, tp reza tetep berfikir positif itu yang membuat sy kagum , senyum mautnya dan tidak pernah berfikir negatif terhadap orang. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s