Reza : Qais dan Laila Terperosok Debu-Debu Jalanan

Di kapal Queen of The East yang megah semua penumpang hendak menikmati malam mereka dengan indah. Hampir semua penumpang berkumpul di tempat biasanya orang bersantai menikmati hiburan begitu juga dengan saudagar Arab beserta rombongannya. Terlihat mereka bercanda tawa bersama membentuk kelompok sendiri dan Safiyah diantara banyak keluarganya itu terlihat risih tidak menikmati percakapan disekelilingnya. Sampai tibalah seorang penyanyi dihadirkan dan keluarga Arab tersebut seketika makin heboh manakala penyanyi di kapal Queen Of The East malam ini adalah seorang Arab. Penyanyi Arab tampan bersenyum sangat manis.

Penyanyi tersebut mengenakan pakaian yang jauh berbeda dari pakaian para saudagar Arab, pakaian si penyanyi jauh lebih sederhana. Bersama seorang pemetik Gambus si penyanyi bertubuh jangkung mulai mendendangkan lagu Arab dan tanpa disuruh keluarga Safiya beranjak dari duduk mereka dan ikut menari bersama si penyanyi. Para penumpang lain yang didominasi orang Belanda juga Indonesia dan tidak mengerti lagu Arab hanya bisa manggut-manggut menikmati musik seikhlasnya. Safiyah yang tetap memilih duduk memperhatikan si penyanyi pria lewat mata indahnya dan si penyanyi membalas tatapan Safiyah lewat lirikan mata tidak kalah indahnya. Seutas senyum terasa dibalik cadar hitam Safiyah.

Nyanyian si penyanyi pun usai dan si penyanyi bergabung ke tempat keluarga Safiyah duduk.

“Perkenalkan Tuan dan Nyonya nama saya Reza Zakaria” penyanyi bernama Reza tersebut memperkenalkan dirinya didepan saudagar Arab

“Kau mau kemana? Aku kaget melihat ternyata ada Arab lain di kapal ini. Hahahaha” Ayah Safiyah tertawa

“Saya ingin ke Batavia menemui keluarga disana” Reza menjawab dengan sopan lalu kembali mengarahkan pandangannya pada Safiyah

“Wah Batavia? Kami juga ingin kesana, sebaiknya ikutlah kami” ayah Safiyah ingin tertawa tapi tidak jadi begitu menyadari Reza menatap penuh ke anaknya. Safiyah menyadari apa yang terjadi dan memilih menunduk

Di luar kapal Ayah Safiyah dan Reza berbicara berdua

“Aku tahu anakku memang rupawan dan aku yakin kau pun jatuh cinta padanya. Tapi lihatlah dirimu, kau tidak pantas untuk anakku” ayah Safiyah kehilangan sifat ramahnya yang muncul beberapa jam lalu

“Apa maksud tuan? Apa karena aku miskin makanya aku tidak bisa menyukai anak tuan?” Reza dengan suara yang ditinggikan tetap berusaha untuk sopan

“Ya memang benar. Selain itu aku tidak berbohong bahwa pemuda yang juga kau lihat diantara kami adalah tunangan Safiyah. Setibanya kami di Batavia Safiyah akan segera menikah. Jadi kumohon jangan lihat Safiyah dengan cinta seperti tadi atau kau jauhi dia. Aku akan memberitahu nahkoda kapal ini untuk menurunkanmu di pemberhentian besok” Ayah Safiyah meninggalkan Reza yang merasa terhina sekaligus pasrah mengetahui Safiyah telah bertunangan.

Reza bertahan di dek kapal memikirkan ucapan ayah Safiyah hingga pagi datang. Reza sudah memutuskan untuk tetap bertahan di kapal itu dengan menjauhi keluarga Safiyah atau lebih tepatnya Reza bersembunyi agar tidak ditemukan para saudagar Arab terutama ayah Safiyah. Reza menyegarkan dirinya dengan bersenandung sambil menikmati pemandangan laut luas. Reza mengedarkan pandangannya dan Reza melihat diujung sana ada Safiyah tengah menjemur pakaian. Reza tak berdaya akan hasratnya ingin berkenalan dengan Safiyah. Reza memutuskan untuk duduk kembali sambil mencuri kesempatan melihat Safiyah.

Tubuh jangkung menyusahkan Reza untuk melihat Safiyah di dek tempatnya yang sempit. Reza kaget melihat Safiyah kini bersama seorang tentara Belanda dan jauh lebih kaget lagi saat cadar lenyap dari wajah Safiyah membuat si tentara Belanda terpaku akan kecantikan Safiyah begitu pula Reza meskipun melihat dari jauh. Sejenak Reza kagum akan wajah ayu Safiyah tapi Reza tidak hati-hati hingga dia terperosok dalam debu kesalah-pahaman. Reza menganggap Safiyah bukan gadis alim seperti tipenya. Reza kecewa akan Safiyah yang melepas cadarnya didepan tentara Belanda. Reza terpukul karena jatuh cinta pada gadis yang salah dan Reza tanpa disuruh pun memutuskan menjauhi Safiyah saat itu juga.

4 pemikiran pada “Reza : Qais dan Laila Terperosok Debu-Debu Jalanan

  1. Mia Jensen

    Pagi EVI…senangnya Evi datang lagi dengan membawa cerita si arab tampan Reza- dengan segala perjuangannya. Sesuai dengan judul tulisanmu….si tampan arab tadi malam hampir saja kehilangan keberuntungannya. Tapi beruntung si dermawan Ipul bermurah hati tuk menyelamatkannya. Dan sepertinya perjuangan si arab tampan masih panjang dan makin berat seperti kata juragan tampan beniqno. Semoga pengagum si tampan tidak hanya rame di twitter Aja….agar si tampan bisa mencapai puncak tujuannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s