FanFiction : REvi Fantasy – Part 1

Musim panas di Amerika. Pagi yang terik tidak menyurutkan niat seorang gadis untuk mulai bergabung dengan yang lainnya, mencari receh lewat sebuah nyanyian. Dia meletakkan kopernya dan mulai memainkan gitar yang digendongnya.

“Walau siang terang tiada berbintang asalkan laguku kan tetap berdendang”

Gadis itu membawakan lagunya dengan merdu tapi apa daya belum ada receh yang singgah dikopernya. Si gadis berfikir dan mulai membuka koper mencari alat make up. Fokus si gadis perlahan melukis eyeliner tipis dimatanya yang besar itu sembari mengenakan atribut serba hitam. Si gadis menggerai rambutnya yang diikat dan sebelum itu dia berdo’a. Si gadis mulai menari dengan lincah membuat para pejalan kaki memilih melihatnya sebentar.

“Walau malam gelap tiada berbintang asalkan laguku kan tetap berdendang”

Beda jauh dengan bermain gitar tadi si gadis menyanyikan lagunya ala rocker. Para pejalan kaki menikmati penampilannya, mereka ikut bersorak sambil bertepuk tangan. Perlahan tapi pasti kopernya tidak hanya terdapat recehan tapi juga lembaran dollar Amerika. Si gadis tersenyum bahagia.

“Thank you so much.. Thank you thank you” si gadis membungkuk tanda berterima kasih usai tampil. Para pejalan kaki yang mengerumuninya mulai meninggalkannya, si gadis berkemas untuk pergi tidak lupa membawa kopernya. Bersiap pergi ada pria asing menahan si gadis.

“Hey girl, what’s your name?” si pria asing bertanya

“Name? Ah Name.. Evi” si gadis yang sebelumnya kebingungan mulai menjawab yakin dan memberi senyum. Namanya Evi.

“Are you from Kardashian family? Sure you’re so pretty” si pria mulai menggoda Evi sementara Evi kebingungan sebab dia tidak mengerti apa yang dikatakan si pria asing.

“I love you. So please follow me, I’ll bring you to heaven” si pria menarik tangan Evi

“No no no tidak noo” Evi memberontak refleks menendang kaki si pria sehingga Evi bisa kabur

Evi berlari ke gang sempit dengan si pria asing yang masih mengejarnya. Koper yang diseret itu langsung digendongnya membuat beberapa uang receh dalam kopernya sedikit demi sedikit jatuh sebab resleting koper belum tertutup semua.

“TOLONG SAYA TOLONG SAYA” Evi berteriak dalam bahasa Indonesia yang tentu ditanggapi bingung oleh orang disekitarnya. Sampai ada satu pria yang duduk di bangku taman menoleh seakan mengerti teriakan Evi.

“TOLONG SAYA DISANA ADA ORANG JAHAT TOLONG SAYA” Evi menunjuk kearah tempatnya berasal dan ternyata si pria asing ada disana tersenyum menemukan Evi. Saat Evi akan tertangkap langsung saja pria yang duduk dibangku taman menarik Evi. Evi kaget dan kini keduanya berlari hingga tidak terkejar pria asing itu lagi.

“Thank you so much. Thank you” Evi yang kehabisan nafas menunduk memegang lututnya sambil mengucapkan terima kasih.

“Kamu tidak apa-apa kan?” Evi pun kaget saat pria yang menolongnya bisa berbahasa Indonesia. Evi menaikkan pandangannya nampak seorang pria tinggi berbaju casual tersenyum padanya.

“Kamu orang Indonesia?” Evi melongo

“Iya. Kenalkan namaku Reza, kamu?” si pria bernama Reza mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

“Nama saya Evi. Alhamdulillah akhirnya saya bertemu orang Indonesia disini” Evi menjabat tangan Reza dan keduanya melempar senyum.

“Lho kok bawa-bawa koper?” Reza melirik ke arah koper milik Evi

“Oh ini ceritanya panjang” Evi membalas dengan suara rendahnya

“Kamu mau pulang ke Indonesia?” tanya Reza

“Oh tidak” jawab Evi

“Apa jangan-jangan kamu tidak punya tempat tinggal?” Reza menekan pertanyaannya seakan yakin bahwa itu benar.

“Hmmm iya” Evi menghela nafas

“Ok kemarilah ikut aku. Kau istirahat ditempatku dulu” Reza berjalan lebih dulu dan Evi mulai mengikuti Reza.

Keduanya pun tiba pada sebuah kamar sempit yang sangat rapi untuk ukuran kamar pria.

“Duduklah disana” Reza menunjuk kearah ranjangnya

“Hmmm saya mau ke WC” Evi memegang perutnya

“Oh disana” Reza menunjuk kearah pintu kecil dan Evi langsung kesana

Evi masih dikamar kecil saat Reza mengetuk pintu kamar kecilnya.

“Vi.. Kutebak pasti kamu mau mandi. Buka pintunya dan ambil handuk ini. Aku akan keluar rumah sebentar beli makanan” Reza mengetuk pintu. Evi yang hanya tangannya keluar pintu langsung mengambil handuk ditangan Reza dan buru-buru menutup pintu. Reza langsung tersenyum kecil.

Reza merapikan dirinya sebelum keluar rumah. Didepan pintu Reza melirik fotonya bersama seorang wanita terletak dimeja kecil dan Reza langsung menelungkupkan foto itu sambil berjalan mantap keluar rumah.

4 pemikiran pada “FanFiction : REvi Fantasy – Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s