FanFiction : REvi Fantasy – Part 2

Evi sudah selesai mandi dan sudah mengenakan baju lengkap namun belum ada tanda-tanda kedatangan Reza. Evi memilih melihat-lihat kamar tempat Reza tinggal dan pandangan Evi tertuju pada bingkai foto yang jatuh. Evi mengambilnya dan melihat foto Reza bersama seorang wanita. Evi menduga bahwa wanita itu adalah pacarnya Reza dan menemukan tulisan dibelakang fotonya, “Endah dan Reza ’14”. Reza datang membuat Evi buru-buru meletakkan foto ke tempat semula lebih cepat sebelum Reza melihatnya. Evi memandang kantong plastik yang dibawa Reza dan Reza mengeluarkan banyak mie instan dari plastiknya membuat Evi heran.

“Jangan melongo begitu. Uangku menipis jadi hanya ini yang bisa kubeli” Reza melirik sambil tersenyum

“Tidak tidak.. Masalahnya aku sangat suka makan mie instan” Evi nyengir dan Reza ikut nyengir.

“Oh begitu. Tidak ada meja jadi kita makan dibawah saja ya” Reza kembali nyengir

Keduanya makan mie instan di lantai dan mulai mengobrol kecil.

“Vi, asalmu dari mana?” Reza mulai bertanya

“Oh saya dari Masamba” Evi menjawab dengan tetap fokus pada mie nya

“Masamba? Dimana itu?” Reza memasang muka penasaran

“Sulawesi Selatan” mangkok mie Evi pun sudah kosong

“Oh Makassar” Reza melirik ke arah mangkok Evi

“Bukan tapi Masamba. Jangan salah, Masamba dan Makassar itu tidak dekat” selesai menjawab Evi langsung mengangkat mangkok dan meminum kuah yang tersisa. Reza menahan senyum.

“Nah kamu, asalmu dari mana?” Evi balik bertanya

“Bandung. Minum dulu sana” Reza menahan ketawanya. Menyadari Reza menertawakannya Evi langsung terdiam.

“Hmm karena kamu tadi sudah menyelamatkanku dan membiarkanku istirahat ditempatmu biar saya yang mencuci piring” Evi melihat ke arah piring Reza.

“Sudah Vi berhenti melihat piringku. Ok, sehabis cuci piring ceritakan padaku kenapa kamu bisa ada disini” Reza buru-buru menghabiskan mie nya dan Evi memasang muka manyun.

Malam tiba dengan Evi dan Reza mulai bercerita tentang kehidupan mereka.

“Saya bisa sampai kemari karena diajak sama Paman. Di Amerika katanya saya mau dikasih pekerjaan tapi ternyata saya mau dinikahkan sama seorang pejabat dari Indonesia juga. Saya disuruh jadi istri ke-8 pejabat itu dan syukurlah saya bisa kabur” Evi mulai berkaca-kaca.

“Kenapa tidak mencoba menghubungi keluargamu di Masamba supaya kamu bisa pulang?” Reza mengajukan pertanyaannya

“Ponsel saya sudah disita paman saya. Untung saja paspor masih ada disini” jawab Evi tanpa melihat ke arah Reza

“Terus kamu mau pulang ke Indonesia?” Reza menoleh ke arah Evi

“Sebenarnya tidak. Di Indonesia terlalu banyak kenangan pahit itulah makanya saya mau diajak sampai sejauh ini sama paman saya. Ayah Ibu saya selalu sibuk adu mulut, keluarga ayah saya selalu menghina saya karena di Masamba pekerjaan saya adalah penyanyi electone. Selama hidup yang menguatkan saya hanya adik saya saja, saya sangat menyayanginya” Evi termenung.

“Jangan tahan air matamu nanti tenggorokanmu sakit. Menangislah Vi…” Reza menyodorkan sekotak tissue dan Evi menyambutnya.

“Bahkan kau punya banyak sekali tissue” Evi langsung menangis. Reza menatap Evi iba.

Keduanya terdiam duduk bersandar di sisi ranjang. Evi mulai mengumpulkan tissue yang tersebar disekitarnya.

“Aku akan tidur dibawah. Vi, kamu tidur di ranjang” Reza menekan suaranya

“Aku tidur diranjangmu?” Evi terpana

“Iya, lagipula itu bukan ranjangku. Itu ranjangnya, wanita yang bersamaku di foto itu” Reza menunduk menunjuk ke tempat bingkai terjatuh tadi. Tanpa ragu Evi mengambilnya dan kembali melihat foto Reza bersama wanita bernama Endah.

“Apa dia pacarmu?” Evi membuka percakapan baru

“Hmmm dulu tapi sekarang dia sudah mati” Evi menoleh ke arah Reza dan mendapati Reza mengeluarkan air matanya. Dengan hati-hati Evi menyodorkan kotak tissue ke Reza. Ingin rasanya Evi bertanya lebih tapi dia tidak tega melihat Reza penolongnya itu kembali menangis.

Evi mencoba tidur tapi belum bisa sampai Evi harus beberapa kali mengubah posisi tidurnya. Evi mendengar Reza menggumam, gumamannya membuat Evi mulai mengantuk

“Reza kamu suka menyanyi?” Evi bangkit dari tidurnya dan melihat Reza yang terbaring dengan bantal kasur seadanya

“Lumayan, aku penyanyi khusus kamar mandi” Reza ikut bangkit dari tidurnya dan nyengir

“Lagu yang kamu gumamkan tadi itu judulnya Engkau Laksana Bulan kan?” Evi bertanya semangat

“Iya, parah kalau kamu tidak tahu lagu itu” Reza mencoba bergurau

“Itu lagu favorit saya. Saya bahkan tahu kunci gitarnya. Sebelum tidur ayo kita menyanyi” Evi beranjak dari ranjangnya

“Oh kamu bisa main gitar? Ajarin dong, aku mau pandai main gitar juga” Reza tidak kalah semangatnya

“Ok nanti saya ajari. Eh gitar saya dimana?” Evi mulai menyadari sesuatu

“Ah gitar saya ketinggalan waktu dikejar bule itu tadi” Evi nampak sangat khawatir

“Memang dimana kamu meninggalkannya? Jangan sedih besok kita akan cari” jawab Reza mantap.

4 pemikiran pada “FanFiction : REvi Fantasy – Part 2

  1. Aduhh aduhhh sampe nggak sanggup nerusin bacanya. Boleh kritik kan? Menurutku kata “mati” itu kurang tepat deh buat manusia. Harusnya “meninggal” atau “tiada”. Itu aja selebihnya bikin garuk bantal. Huhu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s