FanFiction : REvi Fantasy – Part 3

Reza bangun lebih dulu dan dia melihat Evi tertidur sambil berdecak heran. Barulah saat Reza selesai mandi Evi sudah bangun dan beres-beres kamar Reza.

“Selamat pagi Vi. Kalau sudah selesai langsung mandi ya kita pergi cari gitarmu” Reza melemparkan handuk kering ke Evi. Evi sambil malu-malu menuju kamar mandi.

Reza dengan rambut basah mengenakan jaket putih dan jeans hitam. Tiba-tiba saja Evi yang hanya berhanduk keluar dari kamar mandi, Reza kaget dan Evi diam tanda menahan malu.

“Hahahaha sudah sudah. Aku tunggu kamu diluar, Ok” Reza buru-buru keluar dari kamarnya. Evi cepat mengambil baju dengan menundukkan mukanya.

Keduanya telah rapi, mereka meninggalkan gedung tempat kamar mereka di lantai 3. Evi mengenakan jeans hitam dan t-shirt putihnya, baju mereka kompak hingga menambah kesan serasi.

“Nah Vi… Dimana kamu meninggalkan gitarmu?” tanya Reza sembari mereka berjalan bersama

“Itu ditempat banyak bule-bule mengamen. Nama tempatnya saya tidak tahu” Evi menggeleng dan Reza langsung memikirkan sesuatu mengingat tempat dia dan Evi bertemu pertama kali.

“Ah mungkin disana” Reza menggenggam tangan Evi untuk mengikutinya

Benar saja Reza dan Evi sudah tiba ditempat Evi kemarin mengamen. Gitar Evi sudah lenyap ditempatnya kemarin tertinggal.

“Tunggu disini Vi. Barangkali pemilik toko dekat sini memungut gitarmu” Reza langsung berkeliling menghampiri satu persatu toko

Beruntung Reza berhasil mendapatkan gitar Evi disalah satu toko. Evi senang bukan kepalang melihat gitarnya tidak hilang.

“Thank you Reza thank you” Evi mengambil gitarnya dan memeluknya erat. Reza ikut bahagia.

“Oh kau mau coba mengamen?” tanya Evi menggoda Reza

“Mau mau terus kita menyanyi lagu apa?” Reza balik bertanya

“Engkau Laksana Bulan, kamu yang menyanyi saya yang bermain gitar. Ok” Reza mengangguk mendengar ucapan Evi.

“Hoohooo Kau cabutlah nyawaku. Oh Tuhanku mengapakah manusia begitu” Reza mulai bernyanyi dan Evi memainkan gitarnya. Dua anak kecil bersama ibunya singgah menyaksikan penampilan Reza Evi.

“Hanya segini?” tanya Evi melihat hasil mengamen mereka yang receh semua

“Inikan lumayan Vi. Lihat tadi dua anak itu memberi kita dengan uang mereka sendiri padahal bisa saja mereka minta uang ibunya” Reza tersenyum senang

“Ah tidak tidak. Kita bisa dapatkan lebih dari ini. Reza kamu tahu lagu Zakia? Akan kubuktikan lembar dollar akan hinggap disana” Evi optimis sembari menunjuk tempat uang mereka

“Ok kalau itu maumu. Jika kita dapat lembaran uang baiklah hari ini kita tidak makan mie instan” Reza tersenyum menantang

Reza mulai mengeluarkan cengkok dangdut yang dia bisa. Reza bernyanyi dan takjub melihat Evi disampingnya menari bak penari gurun pasir ternama. Bukan hanya pejalan kaki bahkan pengendara yang terjebak ke lampu merah semua menoleh melihat aksi Reza dan Evi.

“Hooo aku terpesona lirikan mata goyang pinggul dan senyumannya” Reza tanpa disuruhpun ikut menari. Suasana disekitar mereka benar-benar heboh.

Reza menggendong gitar milik Evi sementara tangan Evi memegang semua uang hasil mengamen mereka. Reza dan Evi masuk ke restoran pizza dekat tempat tinggal mereka. Mereka ke salah satu meja dan makan pizza dengan puas.

Sore menyambut. Keduanya berjalan santai menuju kamar mereka. Sesampainya di kamar Evi langsung merebahkan dirinya di kasur. Reza meletakkan gitar lalu ikut berbaring disamping Evi.

“WOAAAA hari ini luar biasa” kata Evi tertawa bahagia

“Vi, kamu luar biasa” Reza memiringkan badannya ke Evi dan menopang kepalanya dengan tangan

“Disini goyangan saya disenangi tidak dianggap murahan. Sementara di Masamba dulu saya selalu dihina karena goyangan saya dikatakan mesum” Evi menatap langit-langit kamar Reza

“Sudahlah. Hmmm Vi kamu mau mendengar ceritaku kenapa bisa aku disini kan? Ok aku kemari bersama pacarku Endah karena orang tua kita berdua tidak merestui hubungan kita. Endah hanya gadis biasa jadi bagi orang tuaku dia tidak cocok untukku. Kami kabur kemari tahun baru 2015 kemarin, kami menyiapkan segala sesuatunya agar bisa mandiri tapi Endah pergi” Reza menatap Evi dalam

“Endah pergi… Maksudmu pergi meninggalkan dunia ini?” Evi menoleh membalas tatapan Reza

“Aku merasa kecewa padanya karena dia pergi meninggalkanku begitu saja makanya semalam aku menyebut dia mati” Reza menahan air matanya untuk tidak tumpah. Melihat itu Evi mengambil bantal dan menyeka air mata Reza dengan sudut sprei bantal. Reza langsung memakai bantal yang ada didekatnya dan Reza memejamkan matanya.

“Terus Za kamu ada niat untuk pulang ke Indonesia?” tanya Evi yang duduk diatas ranjang menatap kosong kearah dinding

“Masa sewa tempat ini habis akhir mei nanti. Aku sudah membeli tiket pesawat ke Indonesia” Reza menjawab datar.

“Vi.. Evi.. Ayo kita bersama pulang ke Indonesia. Ayo kita ke Bandung” Reza berucap dengan penuh keyakinan.

4 pemikiran pada “FanFiction : REvi Fantasy – Part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s