FanFiction : REvi Fantasy – Part 4

Evi dan Reza kembali bersandar ditepi ranjang. Keduanya sudah selesai mandi lalu Reza mulai menanyakan sesuatu.

“Ini negeri orang Vi, ini Barat bukan Timur. Jadi kamu setuju kan pulang ke Indonesia sama aku?” tanya Reza yang mana Evi tidak menggubris

“Aku siap menerima apapun hukuman dari keluargaku karena memutuskan kabur bersama Endah. Aku sadar ketenangan yang kudapat disini tidak akan bertahan lama, sudah berbulan-bulan aku di Amerika tapi tempat ini masih terasa asing bagiku. Kamu mau kan Vi ikut denganku ke Bandung jika kamu masih berat ke Masamba? Soal tiket aku akan menunggu agar kamu bisa membelinya” bujuk Reza dengan sangat lembut

“Ya baiklah saya akan ikut kamu ke Indonesia” respon Evi yang tetap menunduk dan Reza tersenyum senang

“Vi… Kita hitung uang hasil ngamen tadi yuk. Kita lihat berapa kurangnya untuk membeli tiket” Reza kembali tersenyum

Reza mulai menghitung uang hasil mengamen yang banyak lembaran itu. Reza takjub dengan jumlahnya ternyata tidak sedikit.

“WOW Vi… Kurang beberapa ribu dollar lagi agar kamu bisa membeli tiket” Reza terdecak kagum

“Masih kurang? Tunggu Za saya masih punya hasil mengamen yang lalu” Evi membuka kopernya dan mengeluarkan lembaran dollar tersisa. Reza menggabungkannya dan Reza ikut mengambil uangnya dalam laci.

“Vi… Kamu sudah bisa membeli satu tiket ke Indonesia. Uangnya bahkan lebih Vi, kira-kira cukup untuk 5 bungkus mie instan” Reza nyengir dan akhirnya Evi tersenyum

Reza menyimpan uang yang tadi mereka hitung ke laci meja dan Reza langsung mengambil Ponsel Android.

“Rupanya kau mata duitan. Bahkan ternyata kau punya ponsel tapi tidak memberitahu” Evi berbicara ketus

“Oh ponsel ini hanya bisa kupakai mengakses internet. Untuk sim card nya, menelfon dan SMS diluar negeri serba membingungkan” jawab Reza sambil tetap melihat layar ponsel

“Oh begitu. Hmm Za kamu sedang ngapain?” Evi ikut mendekat melihat ke layar handphone

“Beli tiket pesawat untuk kamu Vi. Nah sudah selesai” Reza kegirangan dan menoleh sehingga wajahnya dan wajah Evi berdekatan. Keduanya menjadi canggung dan mulai membuat jarak.

“Reza… Kamu punya facebook?” pertanyaan Evi memecah kecanggungan diantara mereka

“Tentu saja, di Indonesia semua orang hampir punya facebook. Apa jangan-jangan kamu tidak punya facebook?” Reza balik bertanya walau masih canggung

“Di TV kan banyak kasus penculikan karena Facebook. Ogah saya main facebook, adik saya jadi pemalas karena main facebook terus” ketus Evi

“Oh adikmu punya facebook? Siapa nama adikmu? Semoga kita bisa dapat akunnya dan menghubunginya memberitahu kabarmu disini” Reza kembali bersemangat

“Angga Anggraeni” sahut Evi.

Reza langsung membuka facebook dan mengetikkan nama adik Evi. Reza dan Evi sangat senang sebab cukup mudah menemukan akun milik adiknya Evi.

“Yah.. Dia tidak online Vi. Kalau disini malam berarti di Indonesia masih pagi. Dia sekolah?” tanya Reza yang diiyakan oleh Evi

“Baiklah mari kita kirimi pesan dulu dan tunggu adikmu membalas pesanmu. Oke selesai” Reza melemaskan jari-jarinya.

“Za, sebelum tidur ayo kita bernyanyi. Kamu tahu lagu Rhoma Irama Berdendang?” Evi mengambil gitar dan mulai bernyanyi. Reza menyusul ikut bernyanyi.

“Dang Mari Berdendang Kita Berdendang… Gembira ria gembira ria” Evi bermain gitar dan Reza memukul pahanya sebagai ganti gendang. Mereka bercanda tawa menikmati malam berdua.

“Bukan.. Bukan disitu. Itu kunci C bukan D” Evi geleng-geleng kepalanya sebab Reza tidak bisa meletakkan jarinya dengan benar

“Jangan begitu. Ini aku baru pertama kalinya belajar main gitar” Reza menggerutu

“Iya iya. Lihat tanganmu” Evi mendekat ke arah Reza. Evi memposisikan dirinya dibelakang Reza membimbing tangan kaku lelaki itu diatas senar gitar. Evi tanpa sungkan mendekatkan dirinya ke Reza tidak peduli dengan kecanggungan beberapa saat lalu. Reza hanya bisa nyengir dibentak Evi terus.

“Nah sedikit lagi kamu sudah bisa membawakan lagu Ibu Kita Kartini dengan benar. Saya lelah saya tidur duluan. Selamat malam” Evi naik ke ranjangnya menahan dadanya yang berdegup kencang. Sementara itu Reza kembali tersenyum memeluk gitar milik Evi.

“Selamat malam.. Vi” Reza meletakkan gitar mengatur tempat tidurnya dan beristirahat.

~~~

Evi bangun dan mendapati Reza mengutak-atik ponselnya.

“Za sudah ada balasan dari adikku?” tanya Evi penasaran

“Iya Vi. Ini lebih baik kamu baca sendiri” Reza menyerahkan ponselnya ke Evi. Evi mulai membaca pesan dari adiknya dengan tatapan shock.

“Kamu tidak bisa tidak menengok ayahmu. Vi bagaimana kalau tiket pesawatku kamu yang pakai, kamu harus pulang ke Indonesia secepatnya” Reza menunduk sedih

“Tidak Za, ini bohong. Adikku pasti disuruh untuk membohongiku” mata Evi berkaca-kaca, Evi menangis.

Satu pemikiran pada “FanFiction : REvi Fantasy – Part 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s