FanFiction : REvi Fantasy – Part 5

Sudah 3 jam Reza pergi menemui pengurus tiket pesawat yang sebelumnya Reza pesan sementara Evi menunggu dikamar dengan was-was juga penat. Evi membuka laci kecil dan Evi menemukan sebuah agenda. Dibukanya agenda itu ada foto Reza dan Endah berpelukan memegang sebuah bendera, bendera apa Evi pun tidak tahu. Lalu Evi melihat paspor Reza, Evi menyelipkan foto Reza Endah tadi di paspor Reza. Evi kembali mengingat perdebatannya dengan Reza pagi tadi.

~~~

“Tidak, bisa saja ayah dan paman bekerjasama untuk menjebakku” Evi terisak

“Jangan begitu Vi. Coba kau lihat apa yang aku alami sekarang sebab tidak mendapatkan restu dari kedua orangtuaku bersama Endah. Aku terpuruk disini dan aku tidak mau kamu mengalami sama sepertiku. Pulanglah Vi dan jangan mencoba untuk menjadi anak durhaka” Reza mengeraskan suaranya dan merasa bersalah karena keceplosan

“Apa katamu? Siapa kamu sampai berani menyebutku durhaka? Siapa kamu HAAH?” raut wajah Evi merah padam

“Maaf Vi aku tidak bermaksud… Maaf Vi” Reza meraih kedua tangan Evi lalu menggenggamnya erat. Evi menghempaskan genggaman tangan Reza, Evi duduk ditepi ranjang memeluk bantal dan menangis. Reza tampak merasa sangat bersalah.

Keduanya dalam posisi berjauhan. Reza memutuskan memanggil Evi yang memunggunginya.

“Vi… Evi” Reza memelankan suaranya

“Bukannya kamu sudah membeli 1 tiket lagi? Aku akan pulang ke Indonesia kalau kamu ikut” tegas Evi tanpa menengok Reza

“Evi…” Reza tertegun. Evi bangkit mendekati Reza.

“Bisa kan Za? Usaha dulu.. Yah…” bujuk Evi didepan Reza

“Baiklah. Tunggu aku” Reza berdiri dan bersiap-siap untuk pergi.

~~~

Lamunan Evi terhenti manakala Reza sudah ada didepannya sambil menggeleng.

“Tiket itu baru bisa digunakan 2 minggu lagi. Artinya aku tidak bisa ikut pulang dengan kamu Vi. Pulanglah aku akan menyusulmu ke Masamba kalau sudah tiba di Indonesia. Siap-siap besok kamu ke bandara” Reza menunduk sedih dan Evi tidak lagi bisa menahan air matanya. Reza mengambil tissue dan menghapus air mata Evi.

“Vi.. Gak boleh nangis gak boleh nangis” Reza dengan lembut menghapus air mata Evi. Reza ikut menitikkan air matanya.

“Kamu juga Za, gak boleh nangis” Evi memakai jarinya pelan menghapus air mata Reza.

Tiada lagi suara gitar semuanya membeku tanpa berani memandang ke arah masing-masing. Evi tampak merapikan kopernya tidak lupa tiket dan paspor semua sudah siap. Reza memandangnya sendu tapi Reza berinisiatif meramaikan keadaan.

“Hey Vi.. Selama kamu di Amerika kamu pernah lihat tulisan Hollywood?” tanya Reza berusaha ceria

“Belum” jawab Evi tanpa gairah

“Ayo kita jalan-jalan kesana. Kita ke Los Angeles naik kereta lihat tulisan Hollywood” sahut Reza

“Kapan? Sekarang?” Evi berusaha menolak namun tidak tega

“Sekarang dong. Yukkk. Ganti baju dulu aku tunggu” Reza meninggalkan kamarnya.

~~~

Reza dan Evi sudah duduk berduaan diatas kereta. Evi meraih tangan Reza untuk digandengnya, Reza kaget dan membalas mengusap tangan Evi. Evi pun kaget dan menaruh kepalanya di pundak Reza.

Evi dan Reza berjalan bersama dan tidak lama tulisan HOLLYWOOD yang besar itu terlihat. Mereka kembali ceria bercanda bersama seakan masih ada hari esok untuk mereka berdua seperti ini. Kini keduanya duduk di air mancur.

“Ada mitos kalau tulisan Hollywood itu banyak penunggunya” kata Reza

“Ah memangnya Amerika percaya sama gitu-gituan?” tanya Evi seakan tidak percaya

“Jelaslah percaya apalagi suku-suku pedalaman Amerika. Hantu itu tidak kenal tempat Vi bukan cuma di Indonesia saja. Disini juga banyak kok kejadian aneh. Hiiii” Reza menakut-nakuti Evi membuat Evi tertawa.

Sebelum pulang Evi dan Reza melempar koin ke air mancur sambil menutup mata menyebutkan permohonan dalam hati.

~~~

Reza mengantar Evi ke bandara. Mereka semua berusaha tampil seceria mereka bisa.

“Kamu sudah catat alamatku di Masamba kan?” gerutu Evi tanpa henti yang membuat Reza geleng-geleng kepala

“Beres” Reza memberikan jempolnya

“Terus tiket paspor mie instan semuanya sudah siap?” Reza lanjut bertanya

“Itu juga beres. Hehehe” Evi tertawa meski agak dipaksakan.

30 menit lagi menuju Take Off. Tibalah saatnya Evi berpisah dengan Reza.

“Jaga-jaga kalau kena jetlag” sahut Reza memegang dua bahu Evi

“Iya. Jaga dirimu Za, jangan simpan banyak tissue dikamarmu nanti orang yang melihatnya bisa salah paham” Evi memukul bahu Reza sedang Reza menahan malunya

Tangan Reza masih belum berpindah dari bahunya Evi. Reza dengan mata berkaca-kaca menatap Evi yang dalam hitungan detik akan segera lepas dari pegangannya. Tiba-tiba saja tangan Reza itu naik memegang rahang Evi dan Reza memajukan wajahnya hingga wajah mereka berdekatan. Reza tidak melepaskan tatapan tajamnya pada Evi sementara debaran jantung Evi tiada tertahankan lagi.

“Aku butuh kesetiaanmu yang murni untuk menungguku”.

7 pemikiran pada “FanFiction : REvi Fantasy – Part 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s