FanFiction : REvi Fantasy – Part 6

Reza mengingat permohonannya didepan air mancur, “Jagalah dia selamatkanlah dia dan restuilah pertemuan kami dihari mendatang”. Evi mengingat permohonannya didepan air mancur, “Kuharap perasaan burukku tidak terbukti, kuharap kami berpisah untuk kembali bertemu”.

Wajah Reza masih berdekatan dengan wajah Evi, hembusan angin berlalu diantara jarak wajah mereka. Reza menutup matanya lalu membukanya kembali

“Aku butuh kesetiaanmu yang murni untuk menungguku” bisik Reza begitu lembut

“Hati-hati Vi” lanjut Reza yang menjauhkan jarak wajah mereka sementara Evi masih terhenyak. Evi hanya bisa melambaikan tangannya tanpa berucap sepatah katapun. Reza membalas lambaian tangan Evi melihat Evi yang semakin menjauh.

Reza berbalik dan tanpa disangka air matanya langsung mengalir deras. Dia mengusap sendiri air mata yang jatuh itu sambil berjalan mantap seakan tegar dengan semuanya. Sementara berjalan ada seorang kakek tua memanggilnya.

“Hey son. Why you not kiss her?” tanya si kakek yang ternyata memperhatikan kejadian di bandara tadi. Pikiran Reza semakin kalut dan mencoba untuk tersenyum

“No, I respect her” jawab Reza dengan rileks dan melanjutkan perjalanannya keluar bandara. Si kakek hanya bisa melongo.

~~~

Reza kembali kekamarnya malam hari. Reza menyalakan lampu dan langsung menemukan gitar milik Evi yang lupa dibawa pulang.

“Setidaknya kau ada disini” Reza tersenyum manis kearah gitar

Reza tidur diranjangnya dan tidak lupa mengajak gitar itu ikut serta ke sisi nya. Reza berusaha kembali memainkan gitar sesuai ajaran Evi tapi Reza tetap tidak mampu. Reza terus mencoba, Reza menyanyikan lagu Ayumma Yumma dengan gitar tapi bukannya nada merdu melainkan nada berantakan dihasilkannya. Reza ingat sesuatu, Reza pernah membuat nada Ayumma Yumma sendiri lewat ponselnya. Reza bergegas mengambil ponsel memutar rekaman Ayumma Yumma dengan keras, bergaya seolah suara merdu lagu Ayumma Yumma berasal dari gitar yang dipetiknya.

“Ayumma Yumma Ayumma Yumma Wallah Wallah Percuma” Reza bernyanyi dengan sangat keras bahkan lampu kamar mati mengherankan pun tidak menyurutkan nyanyiannya. Reza mencurahkan segala kekalutan pikirannya, kembali air mata itu harus dia tahan.

Reza tidak menyadari ada kegaduhan diluar kamarnya. Pintu kamar Reza didobrak oleh seseorang yang jelasnya bertubuh besar, Reza kaget apalagi tak mampu melihat jelas karena lampu kamarnya mati. Orang itu menyalakan senter menyorot senter kearah Reza tanpa rasa kasihan.

“Where are you come from? Show me your pasport” Pria itu bertanya dengan nada bengis. Bahkan Reza belum sempat menjawab si pria sudah mengacak-acak kamarnya.

Pria bertubuh besar membuka laci kecil dan menemukan paspor Reza disana. Pria membuka paspor itu dan langsung melihat foto Reza bersama Endah.

“He is Turkish” sahut si pria pada seseorang.. Diluar yang tengah menunggu. Menyadari sesuatu Reza langsung membalas.

“No… I’m Indonesia. PLEASE Saya orang Indonesia” Reza berteriak namun percuma orang yang diluar sekitar 2 orang itu sudah memegangnya. Reza memberontak namun dia tidak mampu, berteriak “INDONESIA” pun tidak dihiraukan oleh mereka. Air mata Reza pecah melihat ketidak-berdayaan dirinya sendiri.

~~~

Malam di pinggiran Amerika yang sunyi, Reza berada satu bus dengan imigran gelap asal Turki lainnya. Reza pasrah, apa yang bisa diharapkan dari seorang imigran gelap sepertinya. Reza hanya bisa bersyukur, suasana seperti ini datang saat Evi sudah pulang ke Indonesia. Benak Reza mengatakan dia akan dipulangkan ke negara impian Endah yakni Turki. Kenapa Reza harus ke Turki tempat dimana Endah punya mimpi dan cinta yang menghancurkan Reza? Kenapa foto andai-andai kencan di Turki yang dilakukannya dengan Endah saat masih pacaran dulu bisa terselip dipaspornya? Lalu Reza langsung mengingat perbincangan 3 pria tadi, karena lagu Ayumma Yumma terdengar seperti lagu timur tengah itulah kenapa tiada keraguan bahwa Reza adalah asli Turki. Mengapa bisa kejadian ganjil ini mampu menjadi penentu nasib Reza? Reza menunduk pasrah. Tidak mau dirinya untuk kembali menangis biarlah disini dia berdo’a agar Evi selamat sampai ke Indonesia.

~~~

“Pokoknya aku mau ke Turki” Endah mengemasi pakaiannya dengan marah

“Atas izinmu atau tidak aku akan menggapai mimpiku di Turki” Endah menatap sinis… Kearah Reza yang menyilangkan tangannya penuh kesedihan

“Tidak sekarang Ndah. Kumohon baru satu bulan kita disini, uang kita sudah habis untuk segala keperluan 5 bulan disini di tempat impianku Amerika” Reza kembali memohon

“Aku tidak butuh uangmu, aku sudah punya uang. Aku akan ke Turki sendirian” Endah berteriak keras

“APA KAU PUNYA SELINGKUHAN DI TURKI HUH?” Reza membalas teriakan Endah

“Iya aku punya. Dia mahasiswa Indonesia yang jelas bukan imigran gelap seperti kamu. Puas!!” Endah membanting pintu meninggalkan Reza sendirian.

Reza mengambil ponselnya dan memutuskan kontak dengan keluarganya, dia malu.

2 pemikiran pada “FanFiction : REvi Fantasy – Part 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s