FanFiction : REvi Fantasy – Part 7 (END)

Evi memperhatikan Reza yang mana Reza mulai meninggalkan bandara. Evi mengingat betapa dekatnya jarak wajah mereka tadi, Evi lemas dan menopang diri dengan kopernya. Evi termenung lama terdiam sampai dirinya mendengar sebuah suara, suara yang tidak asing, familiar, suara PAMANNYA. Sebab trauma Evi buru-buru bersembunyi dan curi-curi dengar sang paman yang berbicara lewat telfon dengan seseorang.

“Syukurlah Evi setuju untuk pulang. Darimana anak itu dapat uang? Hahahaha bagus juga aku tidak membiayai kepulangannya” si paman tertawa mentang-mentang disekelilingnya tidak ada yang paham bahasa Indonesia

“Ok, aku juga sudah mau pulang. Pesawat kami sudah mau berangkat, aku sedang menunggu si Bapak ini. IYA IYAAAA akan kubawakan banyak batu akik untukmu, batu bacan favoritmu pun sudah ada” jawab si paman dan Evi tambah lemas mendengar percakapan sang paman yang Evi duga bersama sang ayah.

Evi ingat betul ayahnya bergurau meminta Evi sepulang dari Amerika membawakannya batu akik. Salah satu kecurigaan Evi benar si “bapak” yang disebut pamannya tadi adalah pejabat calon suaminya. Melihat pemandangan mengerikan didepannya Evi langsung gemetar, syukurlah paman dan pejabat itu pergi menjauh. Evi bisa sedikit bernafas lega walau tidak menutupi kepanikannya.

“Ya Tuhan.. Tolong.. Tolong” dengan bibir bergetar nafas memburu Evi ketakutan. Tanpa disadiri ada gadis yang menghampiri Evi

“Permisi.. Kamu orang Indonesia?” tegur sang gadis berkacamata hitam yang mengenakan masker

“Aku tidak mau pulang.. Aku tidak mau pulang” kondisi Evi bak orang linglung, keringat dinginnya mengucur semakin deras. Kontan si gadis panik, dia membopong Evi mendekati pintu masuk bandara untuk mencari udara segar

Si gadis membawakan air mineral untuk Evi dan memerintahkan Evi menarik nafasnya tenang. Lalu si gadis memberanikan diri bertanya

“Kamu mau pulang ke Indonesia?” tanya si gadis hati-hati

“Aku tidak mau aku tidak mau” Evi menggelengkan kepalanya tanpa melihat si gadis

“Kalau tukaran tiket dengan aku kamu mau?” si gadis menyodorkan sebuah tiket pesawat menuju Turki. Evi pun menoleh.

“Kita tukaran. Tiket ke Turki ini milikmu dan tiket ke Indonesia mu milikku. Ini mendesak, aku sangat merindukan orang tuaku di Banjarmasin” perlahan si gadis menangis sesenggukan dibalik kacamata hitamnya itu. Evi iba dan mengangguk tanda setuju.

“Terimakasih. Aku tidak akan melupakan tanda jasamu” si gadis memeluk Evi sekilas kemudian berlari masuk ke bandara

“Hei… Siapa Namamu?” Evi menyahut sehingga si gadis berbalik. Si gadis melepaskan masker dan kacamata hitamnya, dibalik kacamata hitam ternyata mata si gadis bengkak karena terlalu banyak menangis

“Namaku Endah. Bye” si gadis bernama Endah melambaikan tangannya ceria. Endah melangkah penuh semangat sementara Evi kembali terdiam menyadari sesuatu dan memutuskan tidak memanggil Endah lagi. Panggilan operator bahwa pesawat ke Turki akan lepas landas menyadarkan Evi.

“Reza… Maafkan aku” ucap Evi dalam hatinya

~~~

Di Turki, Reza sudah berhari-hari bertahan di Kantor Kedutaan Indonesia di Turki. Reza berniat mengurus segala sesuatunya agar bisa pulang ke Tanah Air walau status sebagai imigran gelap di Amerika sangat menyulitkannya. Hilir mudik orang berdatangan ke kantor kedutaan, Reza hanya bisa duduk diruang tunggu menonton manusia didepannya sampai bosan. Adakala Reza bergumam dengan nada dan suatu waktu itu dilakukannya ada seorang anak kecil menghampiri Reza.

“I like your voice, this is for you” gadis kecil menyerahkan sebuah cincin seukuran jari Reza dan gadis itu kembali bergabung dengan ibunya.

“Thank you” Reza berbisik sambai melambaikan tangan ke arah gadis kecil

Hari-hari Reza berdiam di kantor kedutaan, Reza mendapat keajaibannya. Di pintu masuk Reza secara nyata melihat Evi, rasa rindu mengenyahkan beribu pertanyaan dibenak Reza kenapa Evi bisa ada di Turki. Evi menutup mulutnya tanda tak percaya dia berlari menghampiri Reza berancang-ancang untuk saling berpelukan tapi keduanya begitu canggung untuk melakukan itu… Di Kantor Kedutaan. Tak tahu harus bagaimana lagi keduanya memilih melempar senyum merasa dejavu dengan pertemuan pertama mereka di Amerika.

“Kau ditahan” sahut Reza mengagetkan Evi

“Ini merupakan borgol terkecil di dunia, tidak ada lagi alasan untuk kita berpisah” Reza menarik tangan kanan Evi dan menyematkan cincin pemberian gadis kecil ke jari tengah Evi. Evi melongo heran dan karyawan kantor kedutaan yang melihat itu langsung bertepuk tangan.

“Hei, demi Tuhan ini bukan lamaran” Reza memberitahu para karyawan dan Evi tetap tertawa

“Oh begitu” karyawan langsung memasang muka manyun didepan Reza dan Evi

“Ohya, kau Reza kepulanganmu ke Indonesia sudah rampung 90%. Kau akan bisa pulang jika kau menikahi gadis itu” karyawan bercanda dan seisi ruangan tertawa.

HABIS

~~~

13 pemikiran pada “FanFiction : REvi Fantasy – Part 7 (END)

  1. ana

    ah.. Ev, aku harap ini bukan yang terakhir kau menulis tentang Reza di blog ini… Ingat kata kata ini” aku akan tetap suport Reza dalam diam” evi… … … Kau keren… !

      1. ana

        ha ha ha.. Bukanya ini udah ciri khasku??? Dari pertama kali kita kenal wkwk apalgi si Kristina… -_-

  2. Yaaaahhhh kok habis? Terlalu dini untuk cepat2 mempersatukan mereka, saya malah mengira ada momen Reza-Endah, tapi ya sudahlah…bikin novel kali yeee mpe bersambung trus Hahahaha😀

    Otak cerdasmu meramu cerita dan kata2 itu bikin saya pengen deh evi bkin kayak beginian lagi
    Tokohnya Reza sama siapa gitu…reza sama Kristina kek
    Wkwkwkwkwkwk!!!
    Dari sekian fanfiction yg km buat ev, Revi yang paling kusuka hehehe :p

    #dangdutanduluahh!!

  3. LiefAna Euchan

    tetep semangat Ev.. aq sllu menantikan cerita2 mu ^_^ .. kalo emg ada yg gak berkenan, buat cerita ttg hal lain jg gpp.. yg penting kembangkan terus bakatmu.. ditunggu cerita2 lainnya, supaya bisa comment2 lagi..😀

      1. LiefAna Euchan

        I know, tp ntar insyaAllah ada tokoh2 lain yg muncul d hidup Evi.. jalan msh panjaaaaaaaaaaaaaaaanngggggg Ev.. semangkaaaaaa!! eh semangat :3

  4. ana

    ”memberi warna baru di dunia ‘lebay’ ” wkkwwk kak Reza memeberi warna baru di dangdut… Nah .. Aku di lebay #apacoba
    Eh, ditunggu bukunya ya..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s