FanFiction : REvi Fantasy ~ Terakhir di Turki

Reza dan Evi keluar dari Kantor Kedutaan Turki dan memutuskan berjalan-jalan mengingat hari ini adalah hari terakhir mereka di Turki sebab besok keduanya akan pulang ke Indonesia . Sesuai instruksi pegawai Kantor Kedutaan keduanya memutuskan untuk ke sebuah sungai di pinggiran kota yang suasananya masih alami. Reza menggenggam tangan Evi saat keduanya hendak menyeberang tapi setelah menyeberang pun tangan Evi tetap tidak dilepaskan Reza. Dalam sunyinya Evi tersipu malu sementara Reza memilih tersenyum.

Keduanya sampai agak sore dan suasana sungai menjadi sunyi sebab pengunjung sudah ada yang pulang. Reza dan Evi memilih duduk di bebatuan.

“Za, aku mau bercerita sesuatu” Evi merendahkan suaranya

“Apa Vi?” Reza menoleh ceria

“Maaf aku baru menceritakanmu ini saat aku di bandara aku bertemu seorang wanita, dia Endah” ujar Evi dengan hati-hati

“Apa? Itu artinya Endah di Amerika?” pikiran Reza mulai kalut sendiri

“Iya Za. Kami berdua bertukar tiket, aku ke Turki dengan tiket milik Endah dan Endah ke Indonesia dengan tiket ku” jawab Evi membuat Reza terdiam

“Katanya Endah merindukan orang tuanya di Banjarmasin. Lalu Za ka..” sambung Evi

“Aku bingung dengan semua takdir ini Vi. Aku bingung” Reza memotong perkataan Evi membuat gadis disampingnya memilih diam

“Sebenarnya ada hubungan apa antara aku kamu dan Endah? Aku masih terlalu bingung memikirkan ini semua. Memikirkan Endah yang meninggalkanku saja aku masih bingung, hati kecilku tidak menerima segala kenyataan ini” Reza mengeluarkan segala keluh kesahnya lantas Evi menepuk bahu Reza menenangkannya

“Ini takdir Za.. Takdir pula yang mempertemukan kita disini” tepukan di bahu Reza pun berubah jadi elusan. Reza meraih tangan Evi yang mengelusnya lalu menggenggam tangan gadis itu.

“Iya Vi, Tuhan selalu punya rencana indah untuk umat-Nya.” Reza melempar senyum dan Evi membalas senyum Reza

“Lalu Vi… Walaupun kamu dibohongi ayahmu kamu tetap mau pulang ke Indonesia kan? Kamu akan ke Bandung sama aku” Reza memeluk badannya karena suasana sore di sungai dan Evi mengikuti Reza

“Setelah aku pikir ulang tampaknya aku akan pulang ke Masamba. Aku tidak boleh egois pasti ada yang menunggu kepulanganku juga” Evi mulai menatap kosong ke sungai

“Baiklah aku paham. Pokoknya setelah di Indonesia nanti sebelum kamu ke Masamba kamu ke tempatku dulu di Bandung. Kalau aku punya uang aku akan ketempatmu di Masamba. Ok” Reza mengulurkan tangannya meminta high five dan Evi menepuk tangan Reza. Keduanya tertawa.

Mereka kembali bercanda tawa bahkan Reza sampai iseng menciprati Evi dengan air sungai. Keduanya sampai basah dan Evi mulai menggigil kedinginan.

“Vi… Sini aku gendong” Reza memberikan punggungnya untuk Evi

“Malu Za.. Kalau dilihat orang bagaimana?” Evi menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“Sudah ayo naik” Reza menggoyangkan badannya dan dengan malu-malu Evi naik. Mereka mulai berkeliling sungai sampai Reza kehilangan keseimbangannya dan mereka berdua terjatuh di sungai.

Reza tetap tersenyum dan berniat mengajak Evi bercanda hingga disadarinya Evi tidak bisa berenang. Reza langsung sigap berenang membawa Evi ke tepian sungai. Reza panik tatkala Evi tidak sadarkan diri. Reza memberanikan diri memompa perut Evi tapi belum ada tanda-tanda Evi sadar. Reza melihat sekelilingnya memastikan tidak ada orang, Reza mengambil nafas dalam bersiap memberikan nafas buatan untuk Evi. Wajah itu semakin mendekat tapi Evi sudah terbatuk mengeluarkan air dari dalam mulutnya. Reza menghela nafas lega.

“Reza…” panggil Evi dengan suara lirih

“Kenapa tidak memberitahuku kalau kamu tidak bisa berenang?” Reza menangis mengeraskan suaranya dan memeluk Evi erat. Evi kaget dan membalas pelukan Reza dengan eratnya pula.

“Aku memeluknya. Tubuhku terasa panas” batin Reza

“Akhirnya dia memelukku. Jantung ini…” batin Evi tidak kalah gugupnya

Keduanya masih berpelukan seiring tenggelamnya matahari sore di Turki. Sepolos apakah 2 anak manusia ini sampai mereka tidak menyadari selalu akan ada yang namanya cinta diantara hubungan pria dan wanita. Sepolos pertemanan mereka yang terjalin di Amerika ataukah sebodoh pemikiran penulis cerita fiksi nan absurd ini? Kita nantikan saja bagaimana takdir mereka kedepannya. Don’t take it too serious and thank you!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s