Film Kolese Kanisius ’15 – Kemenangan Milik Kita

Ada yang masih mengenang SMA Kolese Kanisius dalam hatinya pasca Olimpiade Indonesia Cerdas Season 2 berakhir? Saya sendiri mencoba itu walaupun saya tidak begitu mengikuti berita Widi Bimo dan Leo lewat akun ask.fm Leo Andika. Lalu saya menemukan ini, sebuah film dokumenter bertema kelulusan para kesatria Kanisius angkatan 2015. Saya mendownload dan saya total menyukainya mulai dari musik pengiring hingga pergerakan kamera yang mungkin pakai helycam sesuai favorit saya banget. Ada anak Kanisius membentuk tulisan CC’15 di lapangan sekolah Kanisius yang sangat luas itu. Keren dan as always menyentuh.

Saya gembira sekali manakala murid Kanisius pertama yang mukanya di shoot dekat pada film dokumenter ini adalah Bimo. Bimo iya Bimo seakan sutradaranya paham kalau saya suka sama Bimo. Long time no see Bimo Tyastomo, aduh kok makin ganteng sih❤

Terlihat beberapa anak Kanisius seakan malu-malu di shoot, awkward lambai-lambai tangan ke kamera bahkan sampai kissbye. Tidak sesangar yang terduga dan saya suka lagi-lagi Bimo sering di shoot tengah bercanda dengan teman-temannya. Ada Widi juga loh sekilas doang kelihatan😀

Ini dia waktu syuting Grand Final Olimpiade Indonesia Cerdas Season 2. Apalah artinya Widi… BIMO GANTENG BANGET MANIS BANGET. Ngegemesin tapi kenapa di TV saya dia tidak setampan disini yah. Aneh tapi nyata, Bimo manisnya sudah seperti gula jawa❤. Lalu kemana Leo?

Entah kenapa Leo tidak seberuntung Bimo yang sering dapat jatah kamera di film dokumenter ini. Leo selalu muncul sekilas, ah tidak apa-apa dikasih Bimo saja saya sudah puas luar biasa. Heuheu Bimo *salahfokus*.

Lihat siapa 2 orang yang lompat-lompat seakan minta dikenali itu? 2 anak IPS paling kece di angkatan Kanisius 2015, Leonardi Andika dan Bimo Tyastomo. Mereka cute banget jadi kangen rerun Olimpiade Indonesia Cerdas yang ada Kanisius nya❤

Dengan durasi lebih 8 menit tidak ada menit yang disia-siakan pada film "Kemenangan Milik Kita". Dokumentasi Ospek Kanisius waktu mereka semua masih plontos sampai mengikuti Ujian Nasional, bercanda bersama teman bahkan yang makan bekal semuanya menyentuh. Harmoni yang bahkan bukan anak Kanisius turut merasakannya seperti saya sehingga air mata penyesalan keluar begitu saja.

Saya cinta banget sama narasi maupun suara narator film Kemenangan Milik Kita. Berikut narasi yang susah payah saya tulis lalu ketik di ponsel. Demi Kanisius demi renungan agar Evi jauh lebih termotivasi dalam pendidikannya kelak. Amien.

~~~

Apa yang menjadikan seseorang sangat berbeda dari orang di sebelahnya?
Cara ia duduk? Atau cara ia memandang dunia dari matanya?
Apa yang membuat segerombolan lelaki biadab menjadi para pemimpin yang melayani?
Mengulurkan tangannya saat seseorang sedang terjatuh?
Apakah harus selalu berbeda untuk menyadari kelebihan kita?
Ataukah harus menjadi biadab terlebih dahulu untuk melayani sesama manusia?

Karena di tempat ini aku menjadi saksi bahwa setiap entitas memiliki sesuatu yang berarti dalam dirinya. Walaupun mereka adalah yang gugur di tengah perjalanan, pengartian itu tetap ada dalam diri mereka. Ketika ditempa, dipersatukan dan dilebur bersama dalam sebuah Kolese Jesuit.
Yang berdenyut, setiap kali jantung kita memompa darah melewati aorta hingga ke setiap bagian tubuh kita.
Yang berkedip, ketika mata kita saling menemukan dan meneteskan kebahagiaan. Ketika perjuangan kita selama tiga tahun dirampungkan dalam selembar kertas kelulusan.

Karena saat ini kita sadar perjuangan kita, segala kewajiban yang terselesaikan atau tidak terselesaikan, menjadi tidak berarti. Yang berarti hanyalah untuk mengingat, ketika kita melewati segalanya bersama.

Hari ini saatnya kita meleburkan segenap pancaindra
Membiarkan mata mendengar sorak-sorai kesatria yang terbebas dari tanggung jawabnya. Membuat telinga melihat satu per satu raut-raut wajah diantara kita mendapat medali kemenangan.
Hari ini kita dibebaskan untuk terbang menuju sudut-sudut alam semesta, melewati berjuta-juta tahun cahaya, beribu-ribu galaksi, menuju titik tak terhingga dari yang tidak terdefinisi.
Melahirkan makna baru bagi sebuah kemenangan.
Lalu, hari ini adalah waktu ratusan lelaki yang baru saja selesai mengenyam pendidikan di sekolah ini menyatakan bahwa :
"Canisian menjadi darah daging yang tidak bisa terpisahkan dari diri kita bersama."
Untuk selamanya, kemenangan milik kita.

~~~

2 pemikiran pada “Film Kolese Kanisius ’15 – Kemenangan Milik Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s