FanFiction : Indah Terendah – Part 1

Di sebuah lahan hijau sempit namun sangat bersih. Terlihat sebuah altar pernikahan dengan dekorasi bunga lili yang indah. Suasana sepi tidak menyurutkan kesan romantis. Datanglah Endah dengan gaun pengantinnya berjalan sendirian menuju altar pernikahan. Sementara di altar telah menunggu Reza dengan jas hitam dan dasi kupu-kupu sembari tersenyum manis. Endah tiba di altar pernikahan lalu Reza menunduk.

“Endah… Kumohon jadilah istriku. Akan kubahagiakan dirimu” harap Reza yang menyodorkan sebuah kotak cincin terbuka

“Iya Reza…” tutur Endah sangat manis dan memberikan tangan kanannya. Sebuah cincin berlian telah tersemat di jari manis Endah.

Reza bangkit dan membuka penutup wajah Endah. Keduanya saling melempar senyum tanda salah tingkah. Reza memeluk Endah erat dan Endah membalas pelukan Reza. Usai berpelukan mereka menghadap ke arah kursi tamu yang kosong, mereka melambaikan tangan bak pasangan yang benar-benar menikah. Tiba-tiba suara gemuruh tepuk tangan hadir diantara mereka, didekat kursi tamu terlihat 2 pria berjas sebagai sumber suara tepuk tangan itu. Endah tersenyum senang menghampiri 2 pria berjas meninggalkan Reza di altar yang lemas seakan tidak percaya dengan tindakannya barusan.

“Pak bagaimana? Bapak jadi kan menyewa tempat pernikahan sebagai tempat pernikahan anak bapak?” tanya Endah penuh semangat

“Jadi nak.. Jadi. Sesuai kesepakatan kita bersama” si bapak tersenyum dan Endah tidak bisa menyembunyikan rasa sukacita nya.

Sementara itu dari jauh Reza melihat Endah dengan tatapan tidak percaya.

~~~

Reza dan Endah tidak lagi mengenakan baju pengantin melainkan baju kantor lengkap dengan tanda pengenal. Endah Reza berjalan bersama menuju kantor mereka dan Endah masih senyum-senyum memikirkan hal tadi bahwa dia berhasil memperoleh proyek 1 milyar sebab mendapatkan penyewa lahan kantor mereka untuk acara pernikahan. Endah mengingat segala perjuangannya selama 3 bulan sendirian mengubah lahan kantor yang tidak terawat itu menjadi tempat pernikahan yang indah, Endah harus lembur membersihkan lahan kantor nan luas.

“1 MILYAR 1 MILYAR” Endah kegirangan dalam langkahnya

“Endah, kamu senang?” tanya Reza dan Endah menghentikan langkah girangnya

“Tentu saja aku senang. Aku yakin setelah ini aku akan naik jabatan. Nah kamu cepat-cepat menyusulku yah” Endah menaikkan dua alisnya

“Bagaimana aku bisa menyusulmu, kamu seniorku dan aku baru saja jadi pegawai tetap 2 bulan lalu” Reza melambatkan langkahnya

“Sudah tidak perlu sedih, aku juga pernah ada di posisi mu dan intinya kamu harus sabar. Ok jangan sedih ya senyum dong nanti aku traktir” Endah memberi semangat dan Reza mengangguk senang.

Kini Reza dan Endah sudah tiba di kantor mereka dan Endah langsung menemui bos di ruangannya sedangkan Reza duduk di meja kerjanya.

“Apa bos? 100 juta?” tanya Endah pada bosnya dengan air mata tertahan

“Iya. Mustahil tempat itu akan laku dengan harga 1 Milyar jadi aku dan orang itu semalam sepakat menyewakan tempat itu dengan harga 100 juta. Sebelumnya orang itu pun sudah kemari dan teken kontrak. Kamu mau lihat kontraknya?” Bos Endah berkata dengan santainya seakan tidak melihat kekecewaan diwajah Endah.

Endah tidak sanggup dan berjalan ke luar ruangan bosnya. Reza melihat Endah dengan wajah penuh air mata dan memutuskan mengikuti Endah. Reza pun menemukan Endah duduk sendirian menangis dekat tempat parkir kantor.

“Endah yang sabar” Reza menepuk bahu Endah menguatkannya. Justru tangisan Endah semakin keras.

“Reza.. Bagaimana ini? Aku sudah memberitahu ayahku bahwa aku memenangkan Proyek 1 Milyar dan aku akan sangat malu jika pulang seperti ini” Endah curhat dan menyembunyikan wajahnya

“Aku mengerti, yang sabar Endah…” Reza pun memeluk Endah dan mengusap kepala Endah. Endah menangis dalam pelukan Reza.

~~~

Reza dan Endah berjalan bersama melewati hiruk pikuknya ibukota. Langkah Endah terhenti didepan sebuah Bar.

“Reza ayo kita masuk” Endah mengajak Reza masuk Bar

“Huh gila. Jangan-jangan kamu mau minum untuk melepas stress mu” Reza kembali menatap tidak percaya

“Tenang.. Aku tidak akan mabuk. Aku juga mau menari melepaskan semuanya” Endah sumringah

“Tidak. Bahkan belum mabuk pun tingkahmu sudah seperti orang mabuk. Ayo pulang” Reza menarik paksa tangan Endah dan Endah berusaha melepaskan diri dari tangan Reza. Tapi tidak jadi begitu melihat ada razia polisi.

“Tuh kan. Coba tadi kita masuk, kamu mau berdempetan duduk bersama polisi-polisi itu?” tunjuk Reza ke arah pintu masuk bar yang dipenuhi polisi

“Iya, maaf Reza aku salah. Tapi aku boleh kan malam ini tidak pulang?” Endah menunduk

“Maksudmu?” tanya Reza dengan tatapan menuduh

“Aku menginap di apartemen mu, boleh kan?” Endah berkata pelan dan Reza terhenyak

~bersambung~

2 pemikiran pada “FanFiction : Indah Terendah – Part 1

  1. cloudiskagyu

    waduh endah. ah inget karakter siapa gitu di kdrama kalo baca endah disini. hehe. lanjut ya evi. seru kali ya kalo ada tokoh lain hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s