FanFiction : Indah Terendah – Part 2

“Tidak aku bercanda. Hahaha akhirnya wajah galakmu berubah jadi wajah bengong” Endah tertawa sambil memegang perutnya dan Reza menahan malu untuk kesekian kali

“Tapi kamu pulang ke rumah kan?” Reza menatap serius

“Oh tidak. Aku baru ingat didekat sini ada motel aku akan tidur disana” jawab Endah santai dan Reza kembali terhenyak

“Hah tidak boleh tidak boleh. Disana kan…” belum selesai Reza berbicara

“Disana aman kok. Untuk malam ini aku belum siap bertemu ayahku jadi kumohon pahamilah” Endah memotong perkataan Reza. Reza terdiam

“Baiklah ngomong-ngomong jalan kita sudah tidak satu arah. Aku duluan ya. Bye” Endah tersenyum melambaikan tangan dan berbalik arah

“Tunggu Endah” Reza yang mematung akhirnya berani menyahut. Endah menoleh

“Kau ingin mentraktirku, kau sudah lupa? Meski proyek berjalan tidak sesuai harapanmu baiklah aku yang traktir” Reza berbicara dengan sangat hati-hati

“Ah, aku lupa. Aku sudah punya uang jadi aku yang traktir. Oke ikut aku” Reza pun mendekati Endah

~~~

Menjelang dinihari di ibukota kendaraan masih ramai lalu lalang. Dan di salah satu restoran Reza dan Endah berbincang seusai makan.

“Aku selalu iri denganmu. Kau kuat makan bahkan tadi dua porsi kau habiskan sendirian tapi kenapa kamu tidak pernah gemuk?” tukas Endah sambil menghabiskan minumannya

“Hehehehe. Aku iri dengan badanmu yang berisi. Kurus seperti ini membuat kharismaku berkurang. Iya kan Endah?” Endah memilih mengangguk daripada memperdebatkan ucapan Reza tadi

“Hemmm coba kamu berisi sedikit. Akulah perempuan pertama yang akan memintamu jadi pacarku. Hahahaha abaikan” Endah tertawa sementara Reza tersenyum dalam melihat tawa lepas Endah

Reza dan Endah keluar dari restoran. Menyadari sesuatu Endah menegur Reza.

“Hei kenapa ikuti aku? Arahmu kesana” tunjuk Endah ke arah biasanya Reza pulang

“Sudah dinihari. Tidak baik perempuan muda berjalan malam sendirian apalagi tujuannya ingin ke motel jadi aku antar kamu dan kamu tidak boleh menolak. Ok” Reza memberi senyuman yang tidak bisa ditolak Endah.

Mereka berjalan beriringan. Endah iseng menendang-nendang jalanan dengan sepatunya. Alhasil hak sepatu Endah lepas.

“Tuh kan. Kamu ini” Reza menggeleng-gelengkan kepalanya

“Ah, bagaimana dengan besok” Endah memegang sepatunya yang terpisah dari hak. Dan samar-samar didepannya Reza membungkuk

“Sebelum ketahuan orang, ayo naik cepat” Reza menawarkan gendongan dan Endah tersenyum nyengir

“Kira-kira sudah berapa perempuan yang kau gendong? Ingatlah kau ini baru 2 bulan lalu jadi pegawai tetap, gajimu akan terbuang percuma untuk berkencan dengan wanita” Endah menggalakkan suaranya. Saat Reza akan bangkit, Endah menahan punggung Reza dengan tangannya

“Siapa bilang aku menolak tawaran punggungmu? Sini gendong aku, seniormu yang berisi ini” ujar Endah dan Reza mulai kesulitan menggendong Endah

“Mumpung gratis…” bisik Endah di telinga Reza dan Reza memasang ekspresi pasrah

~~~

5 menit bergendongan akhirnya Endah tiba di motel tempat Endah akan menginap. Endah tertawa puas menjahili Reza dan Reza tetap tersenyum menyembunyikan keletihannya.

“Istirahat yang baik, seniorku yang baik hati. Kemarikan sepatumu, di dekat tempat tinggalku ada tukang sepatu. Kupastikan besok sepatumu akan kembali seperti semula. Dijamin” Reza mengangguk

“Tidak usah repot-repot juniorku. Punggungmu tadi sudah cukup dan aku paham sekarang kamu pasti lelah. Terimakasih” ucap Endah dimana Reza mengambil paksa sepatu ditangan Endah

“Ah sudah sudah.. Selamat malam senior, sampai bertemu di kantor besok” Reza melambaikan tangannya

“Selamat malam junior. Terimakasih telah menjadi junior yang baik yang tidak merepotkan aku sebagai pembimbingmu” ucap Endah tanpa ekspresi

Keduanya berpisah

~~~

Pagi-pagi sekali Reza dengan pakaian biasa memasuki kantor dan meletakkan sepatu yang sudah diperbaiki di atas meja kerja Endah. Reza paham Endah adalah wanita disiplin dan Reza berusaha tiba lebih awal di kantor sebelum ketahuan Endah. Setelah meletakkan sepatu Reza pun meninggalkan kantor.

Reza dengan pakaian kantornya datang lagi saat kantor mulai ramai. Reza kaget menemukan meja kerja Endah bersih dari barang-barang milik Endah termasuk sepatu itu. Bergegas Reza menemui direktur.

“Beraninya kau memecat Endah” Reza nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu

“Dia tidak memberitahumu? Dia mengundundurkan diri dan hari ini dia akan ke Bali” Direktur menjawab dengan penuh rasa khawatir

“Bali dimana?” tanya Reza dengan kalut

“Ya mana paman tahu. Hmmm ada apa memangnya kau menyukai Endah?” belum sempat Reza menjawab, Reza sudah meninggalkan ruangan direktur.

Reza buru-buru meninggalkan kantor tanpa membaca sebuah memo yang tertempel di komputer kerjanya, sebuah memo dari Endah.

~bersambung~

2 pemikiran pada “FanFiction : Indah Terendah – Part 2

  1. ana

    hah… Aku telat, ha ha ha ah… Akhirnya kmu dapet ide buat ini ,Reza-Endah… Aih… Gara gra kmu ev, aku jadi mulai menyukai Endah… Gk tahu kenapa..? Ha ha ha sudhlah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s