Film : Under The Hawthorn Tree (2010)

Judul film Under The Hawthorn Tree saya dapatkan pertama kali di sebuah Grup Facebook, setelah beberapa lama saya kembali mengaktifkan Facebook saya langsung menengok grup tersebut. Karena ini adalah film Asia bertema romance dan setelah googling ternyata sutradara Under The Hawthorn Tree adalah Zhang Yimou yang merupakan sutradara kenamaan di Tiongkok sana saya langsung memantapkan diri untuk mendownload. Diantara beberapa film yang sudah saya download, film inilah yang saya dahulukan untuk menyaksikannya saking membutuhkan sebuah tontonan nampak menjanjikan yaitu Under The Hawthorn Tree.

Menariknya beberapa waktu lalu saya juga selesai membaca novel Kubah karya Ahmad Tohari yang dimana novel tersebut pun menyajikan sebuah kisah cinta berlatar komunis seperti pada Under The Hawthorn Tree. Di tahun 70-an di Tiongkok Jing dan Sun menjalani kisah cinta mereka dengan latar seperti itu, ayah Jing menjadi tahanan politik karena “kanan” dan ibu Sun bunuh diri sebab dituduh “kanan”. Komunis disini tidak begitu ditonjolkan kok, yang ada hanya bagaimana susahnya berpacaran di jaman tabu seperti itu. Jing dan Sun berpacaran diam-diam, jika di depan umum mereka berlagak tidak saling mengenal bahkan berusaha ke tempat-tempat dimana tidak ada yang mengenali mereka. Cinta tidak leluasa ini syukurlah dimanfaatkan Jing dan Sun dengan baik menggunakan setiap moment berharga diantara mereka. Bahagia bersama, sakit bersama bahkan diakhir hayat juga bersama.


I cannot wait for you for one year and one month. I cannot wait for you until you are 25. But I have waited for you my whole life.

Pohon ajaib itu bernama Pohon Hawthorn, pohon yang menjadi lambang cinta mereka meskipun seingat saya mereka belum pernah bersama disana, dibawah pohon Hawthorn seperti judul film ini. Sebagai sebuah film romansa saya mencintai film ini, membuat saya berhasil merasakan cinta mereka dan saya ikut senyum-senyum sendiri. Ditengah tersenyum lantas saya bingung dengan gaya pacaran mereka terlalu berani seperti berenang bersama dan tidur di ranjang bersama, untungnya mereka menjunjung tinggi citra cinta yang memang suci dan mulia demi tidak rusaknya masa depan masing-masing. Jujur saya mengidamkan gaya pacaran mereka, saya menyukainya tetapi saya sadar pria seperti Sun akan sukar ditemui pada masa seperti sekarang ini begitu pula perempuan seperti Jing yang mampu menjaga dirinya dengan tidak berfikir macam-macam.

Walaupun romantis dengan chemistry super manis antar pasangannya tapi tidak bisa saya tampik bahwa film ini berjalan monoton. Saya sendiri deg-degan menonton Under The Hawthorn Tree karena takut Jing dan Sun ketahuan pacaran lalu disangka macam-macam, hanya deg-degan sebatas itu selebihnya konflik yang ditawarkan tidak begitu membuat saya khawatir termasuk kenyataan di ending Under The Hawthorn Tree. Untung saja film ini romantis, romantisnya berperan besar dalam membuat saya betah kurang dari 2 jam duduk menyaksikan. Dengar-dengar Under The Hawthorn Tree diambil dari novel dan kabarnya versi film beda jauh dari versi novelnya? Wah apa jangan-jangan versi novel menyediakan beberapa konflik? Tidak heran jika beberapa adegan diwakilkan dalam tulisan yang muncul di layar, andai saja Zhang Yimou berani memvisualisasikan tulisan itu menjadi sebuah adegan kemungkinan akan lebih mantap lagi😀. Agak kaget juga dengan Zhang Yimou yang saya anggap sadis jika menampilkan kisah cinta, barangkali Zhang Yimou tidak tega menaruh banyak konflik pada perjalanan cinta Jing dan Sun. Tidak kalah kagetnya bagaimana Zhang Yimou tidak menawarkan pemandangan apik seperti pada film-filmnya yang lain, suasana merah di Hero, hutan bambu di House of Flying Daggers lalu pemandangan apa yang akan dikenang di Under The Hawthorn Tree? Pohon Hawthorn? Ah sudahlah, film ini menjadi film Zhang Yimou paling sederhana yang pernah saya saksikan😀


Mirip Sulli dan Taecyeon😀

Chemistry mereka luar biasa romantis. Mereka cute apalagi Zhou Dongyu, aahh kenapa saya tidak secantik dan semanis dirinya? Hahahahahaha, paling memorable waktu mereka pelukan di dua sisi sungai yang berjauhan, sebuah pelukan tidak nyata namun nyata sekali bahwa itu adalah tanda perpisahan. Jikalau alam memisahkan raga kita, diam-diam alam menyatukan cinta kita, alam berbisik menyatakan jika kaulah cinta sejatiku.

2 pemikiran pada “Film : Under The Hawthorn Tree (2010)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s