Puisi : Reza Zakarya – Jupiter

Dua titik paling menyilaukan di langit itu adalah Venus dan Jupiter
Masing-masing mata manusia memperhatikan mereka sehingga manusia lupa jika disekitar mereka ada gugusan bintang
Jangankan bintang bahkan terkadang manusia lupa melirik sumber cahaya malam ini yakni Bulan
Kembali kupikirkan dirimu
Bahwa kau adalah sosok sempurna dalam balutan sebuah kain merah
Entah itu jas atau gamis, darahku akan melebur menjadi satu bersama kain merahmu
Merah dirimu
Kupandang langit
Dibelakang Venus ada Reza Zakarya
Lalu siapa Venus?
Kuharap itu bukan aku

Maafkan aku bila hasratku keliru
Semakin kutunjukkan rasa cintaku akan semakin banyak janji manis yang aku tuangkan
Seluas apapun perasaanmu tentu akan meluap juga jika terus aku banjiri dengan janji
Kau tahu, bahkan aku tidak berani berjanji dengan diriku sendiri
Sejauh ini aku hanya berjanji dengan tembok kamarku untuk tidak meninggalkannya
Kau tahu aku tidak ingin menggila diatas janji
Menari liar bak pulpen yang menjamah kertas putih
Aku tidak mau kau menjadi korban janji manis terutama janji manis dariku
Pergilah temukan siapa itu Venus
Venus sejati yang kelak akan merangkul Jupiter
Menyentuhnya dibawah lindungan setitik cahaya hakiki
Seorang venus sejati
Bumi dan Mars tidak akan menjadi penghalangnya jika dia merindukanmu

Selalulah ceria dalam dinginnya angin malam
Selalulah menjadi Jupiter bahkan jika tidak terlihat di angkasa
Selalulah merah dalam tungku api yang hitam
Selalulah menjadi titik merah di lantai kamarku
Yang melindungiku dari serbuan nyamuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s