Puisi : Reza Zakarya – Bunga

Hampir semua berkata bahwa sekarang ini adalah musim panas
Dimana cinta seseorang membara tanpa mengenal siang maupun malam
Namun yang aku rasakan kakiku selalu kedinginan
Apakah ini efek samping dari racun cinta yang kau berikan untukku?

Banyak orang yang mengatakan bahwa kau adalah bintang yang bersinar terang
Aku pun setuju apa yang mereka katakan padahal mereka tidak memberitahuku kau ada di langit sebelah mana
Mari kembali berandai-andai bahwa kau adalah bungaku bukan miliknya
Lalu kau bunga seperti apa? Merah kuning kupilih hijau
Bagiku kau bak bunga kaktus
Enak dipandang walaupun berduri
Kupeluk dirimu hingga darahku membeku
Kau kerap menyakiti hatiku
Bak orang gila aku bahagia karenamu bak orang sekarat aku menangis juga karenamu
Tapi sesungguhnya kau bukanlah sosok yang butuh air mata untuk bertahan
Tiada yang sudi membasahimu sebab kau memang tidak begitu membutuhkannya
Kau berdiri tegak meski disudut dunia namun sangat menarik perhatian
Kaktus indah dalam rangkulan pot hitam
Kubawa kau bersamaku

Sebelum kukenal dirimu bagiku kau hanyalah mahluk hidup
Setelah kukenal dirimu aku untukmu kau untukku kita adalah milik Tuhan yang merasakan cinta
Sabda angin menggugurkan dedaunan
Kemudian kututup mataku
Di planet yang sunyi ini ingatlah disaat airmu membasahi wajahku
Aku… Yang tergeletak penuh arti karena racunmu
Ingatlah aku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s