FanFiction : Indah Terendah ~ Sultan dan Nova

“Ditemukan telah tewas seorang Dokter intern di sebuah Rumah Sakit Swasta. Dokter tersebut terbaring di ranjang operasi dengan jantung yang raib dan diduga pembunuhan ini dilakukan oleh orang dalam Rumah Sakit Swasta. Sekian laporan kami, dari ABA TV melaporkan”

Sambil berdiri Sultan seksama melihat berita di TV apartemennya. Sultan beranjak menuju westafel dan menyiram lumuran darah ditangannya.

~~~

2 Bulan kemudian

Di pagi cerah Nova bangun dari tidurnya. Usai membersihkan kamar Nova menyeterika baju yang akan dikenakannya menuju Kantor Polisi. Terlihat berbagai piagam kepolisian di lemari kamar Nova, ya pekerjaan Nova adalah detektif di Kantor Polisi tersebut. Ponsel Nova berdering

“Selamat pagi dik Nova” ucap seseorang diseberang telefon

“Selamat pagi Beb.. Eh selamat pagi dokter Sultan” Nova tersenyum renyah dan mematikan setrika

“Eh, Bebeb detektif yang paling cantik di Nusantara pagi ini kamu ada waktu?” sahut Sultan terdengar ceria

“Sudah aku tidak sengaja memanggilmu beb. Lupakan ya” Nova menggosok alisnya, pertanda jika Nova malu

“Iya.. Iya.. Aku cuma bercanda, pasti alismu kau gosok lagi iya kan?” Nova terdiam dan seketika itu pula berhenti menggosok alisnya

“Pagi ini aku sibuk, ada rapat mendadak mengenai kasus pembunuhan dokter. Memang ada apa?” usai Nova bicara Sultan terdiam sejenak

“Aku ingin memberitahumu sesuatu. Hmm sore jam 5 bisa kan? Kita ketemu ditempat pertama kali kita kencan” Sultan berkata lembut

“Hei baru 2 hari lalu kita nonton ya masa kita ketemuan lagi?” padahal Nova terlihat sumringah

“Jangan bohong, kau pasti senang kita ketemuan lagi kan? Oke aku tunggu sore ini, bye Beb” Sultan ikut sumringah

“Bye…” Nova memberikan kissbye namun Sultan sudah mematikan ponselnya

Nova kemudian menyanggul rambutnya yang tergerai dan lanjut menyeterika. Nova mengingat pertemuan pertamanya dengan Sultan, saat Nova ditunjuk sebagai anggota tim penyidik kasus pembunuhan Dokter dan Sultan sebagai dokter tim penyidik tersebut. Sementara Sultan belum membereskan apartemennya, Sultan duduk sambil menggosok alisnya.

~~~

Sore menyambut Nova yang ngebut dengan mobilnya. Nova tidak menduga bahwa rapat kali ini cukup memakan waktu, membuatnya terlambat menemui Sultan. Nova akhirnya tiba dan menemukan Sultan duduk didepan air mancur.

“Hei. Aku pikir aku telat, maaf. Bahkan aku tidak sempat ganti baju, kau kan tidak suka aku memakai pakaian detektif ini” Nova langsung duduk disamping Sultan

“Oh tidak apa-apa. Aku pun baru sampai dan kau tetap cantik” Sultan menepuk bahu Nova dan Nova mendelik

“Coba kau berdiri” saat Sultan berdiri Nova meraba tempat duduk Sultan

“Ini panas, kau pasti sudah lama kan sampai disini? Maaf ya 2 bulan kita kencan tidak pernah aku tidak membuatmu menunggu lama.” Nova menunduk manyun

“Sudah tidak apa-apa. Lalu bagaimana hasil rapatmu? Setelah aku keluar dari tim penyidik kasus pembunuhan itu, aku jadi merindukannya” ucap Sultan

“Kasus pembunuhan ini sangat lihai, tidak ada rekaman CCTV apalagi sidik jari. Akhirnya kami mendapatkan jenis pisau bedah yang digunakan pelaku untuk membelah dokter itu, pisau keluaran Rusia” Nova menggoyangkan kakinya

“Hmmm lalu kenapa akhir-akhir ini kamu terus libur?” tanya Nova

“Jadi kau benar-benar tidak curiga apapun saat aku keluar dari tim penyidik?” sahut Sultan heran

“Memang kenapa?” Nova melirik tajam

“Kita ke apartemen ku Yuk. Kita makan dan akan kuberitahu sesuatu itu” Sultan pun menggenggam tangan Nova

~~~

Inilah kali pertama Nova ke kamar Sultan. Nova menerawang langit langit dan menggoyangkan kakinya disaat Sultan tengah sibuk di dapur. Nova merasa menendang sesuatu dan betapa shock Nova melihat toples berisi jantung manusia di bawah kursi Sultan. Nova menyembunyikan kembali toples itu lalu Nova pingsan.

“Nova…” Sultan menggoyangkan tubuh Nova. Nova langsung waspada, meraih borgol disaku celananya dan memborgol tangan Sultan. Sultan justru tersenyum.

“Aku ingin memberitahumu, aku resmi berhenti jadi dokter dan besok berencana ingin menyerahkan diri” Sultan dengan tangan terborgol meraih surat pengunduran diri dari sakunya

“Dari awal aku sudah menduga bahwa kaulah pembunuhnya dan aku berpacaran denganmu untuk mencari bukti. Lalu apa motifmu?” Nova berusaha tegas dengan air muka memerah

“Aku tahu Nova, aku tahu jika kau melakukan itu. Aku membunuh sebab aku marah pada dokter intern itu, berdasarkan hasil visum dokter itu melakukan tindakan keji pada pacarku dan tidak ada bukti otentik untuk memenjarakan dia. Aku sangat mencintai pacarku itu tapi semua berubah setelah aku mengenalmu, Nova. Aku mulai melupakannya sebab aku mencintaimu” air mata Sultan mengalir deras

“Aku juga mencintaimu, kak Sultan. Aku tidak ingin jauh darimu tapi aku harus membawamu besok” Nova menghambur memeluk Sultan dan Sultan memasukkan badan Nova diantara tangan Sultan yang terborgol. Mereka berpelukan erat dan saling menangis.

“Sudahlah bawa aku sekarang juga” Sultan mengecup kening Nova dan kembali berpelukan.

~END~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s