Kesan Pertama Drama Korea Assembly

Saya beberapa kali berfikir bahwa yang membuat Assembly tidak akan semenyenangkan Punch adalah keseriusan itu sendiri. SW nim Assembly berhasil membuat Jeong Do Jeon sebagai sosok “menyenangkan” di KBS1 lalu bagaimana dengan hijrahnya SW nim ke KBS2 apakah formula “menyenangkan” di Jeong Do Jeon juga mampu diterapkan pada drama KBS2 yang ruang lingkupnya lebih luas dalam usaha menarik pemirsa TV? Ya begitulah kira-kira, saya beranggapan jika menonton 2 episode awal Assembly serasa menonton drama produksi KBS1.

Assembly episode 1 berjalan dengan total membingungkan, tidak lain tidak bukan penyebabnya ialah penggunaan bahasa super rumit. Sejujurnya saya sudah mengantisipasi jauh-jauh hari jika saja Assembly akan bermain kata-kata level tinggi tapi tetap saya tidak merealisasikan antisipasi saya sendiri yakni buka kamus. Bah gila, nonton Drama Korea sambil buka kamus jadi harus pause sana pause sini dan karena saya hanyalah manusia biasa jatuhnya jadi bingung sendiri. Sebab tidak tahan akhirnya kamus Bahasa Inggris 10 Triliun pun saya singkirkan, saya berkutat melanjutkan Assembly tanpa banyak paham. Walhasil saya tidak bisa membahas apapun mengenai episode 1 Assembly hehehe😀

Lalu pada episode 2 Assembly setidaknya tarikan nafas saya jauh lebih baik yang mungkin efek dari habis minum obat flu. Perlahan Assembly meluwes, seluwes fakta bahwa Jin Sang Pil menuruti keinginan istrinya untuk bercerai. Berarti Jin Sang Pil duda beranak 1 seorang gadis menginjak remaja.

Jin Sang Pil yang temperamental ini (Jung Jae Young suka sekali teriak-teriak) menanggung sebuah beban berat dalam dirinya yakni mengusahakan nasibnya dan nasib kawan-kawannya sesama buruh galangan kapal juga nasib dalam dirinya sendiri yang tidak lagi terelakkan yaitu menjadi seorang anggota Majelis Nasional Korea. Kemudian ada Choi In Kyung, wanita yang kelak mendampingi Sang Pil agar bertahan di Majelis Nasional mulai memperkenalkan dirinya sebagai wanita cerdas, pekerja keras dan merasa bernasib sial sebab kesempatan untuk menjadi anggota Majelis Nasional “diserobot” oleh Jin Sang Pil. Nah Choi In Kyung ini punya sunbae bernama Baek Do Hyun, seseorang yang cukup berpengaruh pada panggung politik di Korea sana. Do Hyun pula lah yang menghantarkan Jin Sang Pil menuju majelis, Baek Do Hyun orang seperti apa saya sama sekali tidak tahu dan saya penasaran pada hal itu. Nah begitu juga dengan Park Chun Seob, ah entahlah terkesan antagonis penuh kuasa dan apapun itu dihalalkan😀

Ditambah dengan Hong Chan Mi, sosok wanita penurut tapi hati kecilnya tidak terima kenapa harus Jin Sang Pil yang berlatar pendidikan rendah menjadi anggota Majelis. Walau masih berkesan abu abu tapi masing-masing Baek Do Hyun, Park Chun Seob serta Hong Chan Mi saya berkeyakinan kuat jika ketiganya akan menjadi trio yang menyusahkan di Assembly mendatang.

Sebagai sosok muda nan idealis ada Kim Gyu Hwan, “putra” dari partner kerja Jin Sang Pil di galangan kapal. Bercita-cita ingin jadi polisi tapi penyebab kematian ayah Gyu Hwan yang jika dibahas nama Jin Sang Pil pasti akan sering terdengar membuat Gyu Hwan pindah haluan menjadi anggota Majelis. Ya begitulah, kedepan Sang Pil dan Gyu Hwan akan dekat juga kok hehehe.

Walaupun Assembly istilahnya Drama Korea yang ngajak berantem tapi setidaknya ada tiga hal menyenangkan turut saya rasakan saat menyaksikan Assembly. Pertama music score nan mewah, saya jadi tidak sabar menanti tamatnya Assembly lalu music score itu dirilis resmi dan saya akan mendownloadnya. Kedua adalah reuni terpisah antara ayah Seo Bom, ibu Seo Bom dan Sekretaris Kang ‘Heard It Through The Grapevine’. Terakhir… Drama ini meski nyatanya ‘ngajak berantem’ belum membuat saya kapok untuk menontonnya lagi🙂. CMIIW.

7 pemikiran pada “Kesan Pertama Drama Korea Assembly

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s